A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Entah sudah berapa tahun saya tidak pernah berurusan dengan kerusakan laptop, yang saya harus melakukan format mandiri laptop milik sendiri. Entah mimpi apa yang datang di awal pekan yang lalu, di tengah pekan saya sampai kehilangan akses terhadap beberapa aplikasi, dan dengan pelbagai cara, saya tidak bisa melakukan pemulihan. Salah satunya adalah akses terhadap Office 365 – yang merupakan ‘senjata’ kerja saya di laptop.

Baru saja kemarin saya mengganti baterai-nya, eh sekarang malah muncul masalah ini. Ini laptop sepertinya punya sentimen pribadi.

Awalnya saya mengikuti secara rinci penyelesaian masalah yang disarankan oleh pihak Microsoft, baik di halaman resminya, maupun melalui pesan langsung di Twitter. Tidak satu-pun dari saran dan metode tersebut bisa. Kesalahan tersebut terdokumentasi dengan baik, tapi solusi yang ditawarkan tidak bermanfaat bagi situasi yang saya hadapi.

Akhirnya, saya memutuskan melakukan penyetelan ulang (istilahnya dikembalikan ke kondisi awal pabrik), dan ini juga gagal. Saya mencoba mengembalikan Windows seperti baru dengan menghapus semua setelan pabrik, ini pun tak membuahkan hasil.

Pilihan terakhir saya beberapa hari yang lalu adalah melakukan format ulang (clean install) Windows 10.

Laptop Dell Inspiron 7460 tidak dilengkapi dengan pembaca DVD untuk melakukan pemasangan ulang. Saya pun memesan sebuah UFD Instalasi Windows 10 yang berisi versi terakhir pada salah satu penyedia produk ini di Tokopedia. Kebetulan juga lokasi tokonya di Jogja. Saya bisa membuat sendiri UFD Instalasi, tapi saya tidak punya waktu itu.

Alhasil, tadi siang produk ini datang, dan saya setelah berdiskusi satu dua kalimat dengan pihak penjual, saya melakukan instalasi dengan menghapus Windows lama. Untungnya, sistem partisi Dell sangat baik. Saya tidak kehilangan lisensi yang menempel pada laptop, jadi saya tidak perlu membeli lisensi baru, atau mengurus lagi ke pihak Dell.

2020-02-01

Setelah beberapa jam dan beberapa puluh gigabita data untuk memulihkan Windows 10, akhirnya saya bisa bernapas lega menjelang tengah malam.

Aplikasi saya tidak termasuk banyak. Yang cukup besar adalah Office 365, tapi karena saya sudah punya citra luring-nya, saya tidak perlu lagi mengunduh ulang dari situs resminya.

Saya hanya memasang pengandar esensial, sementara itu yang tidak terlalu penting saya biarkan saja. Ternyata banyak juga aplikasi bawaan Dell yang tidak saya pulihkan, dan lumayan memberi napas ruang kecil 128 GB tersebut.

Data program & pengguna saya letakkan di partisi terpisah, dan dipulihkan dengan cepat menggunakan sinkronisasi OneDrive. Sekarang bisa kembali istirahat atau menyeruput kopi dulu.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca