A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Hepatitis B dan C adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang hati. Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti sirosis, kanker hati, dan kematian. Menurut data WHO, pada tahun 2019, sekitar 1,1 juta orang meninggal akibat hepatitis B dan C di seluruh dunia.

Di Indonesia, hepatitis B dan C juga merupakan masalah kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian. Berdasarkan hasil Riskesdas 2013, prevalensi hepatitis B melalui pemeriksaan HBsAg pada populasi umum sebanyak 7,1% atau setara 18 juta penduduk, dan prevalensi hepatitis C melalui pemeriksaan anti-HCV sebanyak 1% atau setara 2,5 juta penduduk. Namun, hanya 0,3% penduduk yang mengetahui menderita hepatitis berdasarkan diagnosa dokter.

Salah satu tantangan dalam penanggulangan hepatitis B dan C adalah rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini dan diagnosis. Padahal, sebagian besar penderita hepatitis kronik tidak bergejala, sehingga mereka tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi. Padahal, jika tidak ditangani segera, virus hepatitis B dan C dapat terus merusak hati dan menimbulkan komplikasi.

Untuk itu, Kementerian Kesehatan RI telah menerbitkan Buku Petunjuk Teknis Pemeriksaan Hepatitis B dan C menggunakan alat Tes Cepat Molekuler (TCM). Buku ini sebagai acuan teknis penggunaan mesin TCM pemeriksaan HBV DNA dan HCV RNA bagi pengelola program Hepatitis, HIV, dan TBC di Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes).

Pemeriksaan HBV DNA digunakan untuk penentuan ibu hamil yang mendapatkan profilaksis tenofovir. Profilaksis tenofovir diberikan pada ibu hamil selama kehamilan sebagai salah satu upaya untuk memutus penularan hepatitis B dari ibu ke anak. Sedangkan pemeriksaan HCV RNA digunakan untuk penentuan diagnosis sebelum pengobatan hepatitis C dan evaluasi hasil pengobatan hepatitis C. Pengobatan hepatitis C menggunakan Direct Acting Antiviral (DAA) dengan efek samping yang rendah, durasi terapi yang pendek, dan tingkat kesembuhan yang tinggi.

Pemeriksaan HBV DNA dan HCV RNA menggunakan mesin TCM memiliki beberapa keunggulan, antara lain:

  • Hasil pemeriksaan dapat keluar dalam waktu kurang dari 2 jam
  • Tidak memerlukan ruangan khusus atau alat bantu lain
  • Dapat dilakukan di puskesmas maupun rumah sakit yang tersedia mesin TCM
  • Meningkatkan akses layanan pemeriksaan viral load HBV DNA dan HCV RNA secara cepat dan dekat

Dengan adanya buku petunjuk teknis ini, diharapkan dapat meningkatkan diagnosis hepatitis B dan C, sehingga dapat mencegah penularan dan komplikasi penyakit. Selain itu, diharapkan juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan hepatitis B dan C secara rutin, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko, seperti pengguna narkoba suntik, cuci darah, keluarga pengidap hepatitis, dan kontak darah dengan penderita hepatitis.

Mari kita bersama-sama melindungi hati kita dari hepatitis B dan C dengan melakukan pemeriksaan menggunakan alat TCM. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi website http://www.sihepi.kemkes.go.id atau hubungi Dinas Kesehatan setempat.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca