Ditetapkan: 4 Oktober 2024 | Berlaku: Menggantikan Standar 2022


Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menerbitkan regulasi terbaru yang akan mengubah lanskap mutu pelayanan rumah sakit di Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/1596/2024 tentang Standar Akreditasi Rumah Sakit resmi ditandatangani oleh Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin pada 4 Oktober 2024, menggantikan standar akreditasi sebelumnya yang ditetapkan pada tahun 2022.

Mengapa Standar Baru Ini Penting?

Dengan 3.178 rumah sakit yang terdaftar di Indonesia per April 2024—di mana 2.925 (92%) telah terakreditasi dan 253 (8%) belum—kebutuhan akan standar yang lebih jelas, terstruktur, dan mudah dipahami menjadi semakin mendesak. Dokumen komprehensif setebal 356 halaman ini hadir sebagai jawaban atas berbagai tantangan dalam sistem akreditasi rumah sakit di Indonesia.

Latar Belakang Pembaruan

Pembaruan standar ini dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa faktor krusial:

Tantangan yang Dihadapi:

  • Keluhan terkait lembaga penyelenggara akreditasi yang juga melakukan workshop atau bimbingan
  • Persepsi bahwa penilaian akreditasi dianggap mahal
  • Kurangnya peran pemerintah daerah dan pemilik rumah sakit dalam pemenuhan syarat akreditasi
  • Isu akuntabilitas lembaga penyelenggara

Solusi yang Ditawarkan:

  • Penyederhanaan standar akreditasi agar lebih mudah dipahami
  • Standar yang dapat dilaksanakan oleh semua tipe rumah sakit
  • Transparansi dan kejelasan kriteria penilaian
  • Mendorong terbentuknya lembaga-lembaga penyelenggara akreditasi baru

Proses Penyusunan: Standar Berbasis Riset

Standar akreditasi baru ini tidak disusun secara sembarangan. Tim penyusun melakukan proses yang komprehensif dengan:

  1. Benchmarking Internasional – Membandingkan dengan standar global seperti Joint Commission International (JCI) Standards for Hospital Edisi 7 dan prinsip-prinsip dari The International Society for Quality in Health Care (ISQua) Edisi 5
  2. Referensi Nasional – Menggunakan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit Edisi 1.1 dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit
  3. Kolaborasi Multi-Stakeholder – Melibatkan perwakilan dari:
    • Lembaga penyelenggara akreditasi rumah sakit
    • Organisasi profesi
    • Asosiasi perumahsakitan
    • Rumah sakit praktisi
    • Akademisi

Struktur Standar: Empat Kelompok Utama

Standar akreditasi rumah sakit 2024 dikelompokkan berdasarkan fungsi penting dalam organisasi perumahsakitan:

1. Kelompok Manajemen Rumah Sakit

Tata Kelola Rumah Sakit (TKRS)

  • Memastikan struktur kepemimpinan dan tata kelola yang efektif
  • Akuntabilitas dan transparansi dalam pengambilan keputusan

Kualifikasi dan Pendidikan Staf (KPS)

  • Standar kompetensi tenaga kesehatan
  • Program pendidikan dan pelatihan berkelanjutan

Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK)

  • Keamanan lingkungan fisik rumah sakit
  • Manajemen risiko fasilitas dan infrastruktur

Peningkatan Mutu

  • Sistem monitoring dan evaluasi berkelanjutan
  • Continuous Quality Improvement (CQI)

2. Kelompok Pelayanan Berfokus pada Pasien

Akses dan Kontinuitas Pelayanan (AKP)

  • Kemudahan akses pasien ke layanan kesehatan
  • Kesinambungan perawatan dari rawat jalan hingga rawat inap

Hak Pasien dan Keluarga (HPK)

  • Perlindungan hak-hak pasien
  • Informed consent dan privasi

Pengkajian Pasien (PP)

  • Asesmen medis yang komprehensif
  • Evaluasi kebutuhan pasien secara menyeluruh

Pelayanan dan Asuhan Pasien (PAP)

  • Standar pelayanan medis dan keperawatan
  • Protokol clinical pathway

Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB)

  • Keamanan prosedur bedah
  • Manajemen anestesi dan pemulihan pasca operasi

Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat (PKPO)

  • Pengelolaan obat yang aman
  • Medication safety dan pencegahan medication error

Komunikasi dan Edukasi (KE)

  • Komunikasi efektif antara tim medis dan pasien
  • Edukasi kesehatan kepada pasien dan keluarga

3. Kelompok Sasaran Keselamatan Pasien (SKP)

Fokus khusus pada implementasi Patient Safety Goals yang mencakup:

  • Identifikasi pasien dengan benar
  • Komunikasi efektif
  • Keamanan obat high-alert
  • Tepat lokasi, tepat prosedur, tepat pasien operasi
  • Pengurangan risiko infeksi
  • Pengurangan risiko jatuh

4. Kelompok Program Nasional (PROGNAS)

Integrasi program-program prioritas kesehatan nasional dalam pelayanan rumah sakit, memastikan rumah sakit berkontribusi pada pencapaian target kesehatan Indonesia.

Tujuan Standar Akreditasi 2024

1. Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien

Standar ini dirancang untuk memastikan pelayanan kesehatan di rumah sakit memiliki karakter:

  • Aman – Meminimalkan risiko kepada pasien
  • Tepat waktu – Mengurangi waiting time dan delay
  • Efisien – Optimalisasi sumber daya
  • Efektif – Berbasis evidence-based practice
  • Berorientasi pada pasien – Patient-centered care
  • Adil – Akses yang setara untuk semua
  • Terintegrasi – Koordinasi antar unit pelayanan

2. Acuan bagi Lembaga Akreditasi

Memberikan panduan yang jelas dan terstandarisasi bagi semua lembaga penyelenggara akreditasi rumah sakit dalam melakukan penilaian.

3. Instrumen Pembinaan dan Evaluasi

Menjadi alat bagi Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi, dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dalam melakukan pembinaan dan pengawasan.

Dua Pilar Peningkatan Mutu

Dokumen ini menekankan pentingnya dua pendekatan dalam peningkatan mutu:

Peningkatan Mutu Internal (Internal CQI)

  • Penetapan indikator mutu
  • Pengukuran dan pelaporan berkala
  • Evaluasi kinerja
  • Pelaporan insiden keselamatan pasien
  • Manajemen risiko

Peningkatan Mutu Eksternal (External CQI)

  • Perizinan
  • Sertifikasi
  • Akreditasi

Kedua pendekatan ini harus dilakukan secara berkesinambungan (continuous quality improvement) untuk mencapai hasil optimal.

Implikasi bagi Rumah Sakit

Untuk Rumah Sakit yang Belum Terakreditasi

  • Standar yang lebih sederhana dan jelas memudahkan persiapan
  • Panduan yang komprehensif untuk membangun sistem mutu
  • Kesempatan untuk memulai dari fondasi yang kuat

Untuk Rumah Sakit yang Sudah Terakreditasi

  • Perlu melakukan penyesuaian dengan standar baru
  • Re-akreditasi akan menggunakan standar 2024
  • Kesempatan untuk meningkatkan sistem yang sudah ada

Untuk Manajemen Rumah Sakit

  • Diperlukan komitmen kepemimpinan yang kuat
  • Investasi dalam pelatihan staf
  • Alokasi sumber daya untuk perbaikan infrastruktur dan sistem
  • Pembentukan tim mutu dan keselamatan pasien yang efektif

Peran Pemerintah dalam Implementasi

Keputusan ini mengamanatkan peran aktif pemerintah pusat dan daerah:

Pemerintah Pusat:

  • Pengawasan implementasi standar nasional
  • Koordinasi dengan lembaga penyelenggara akreditasi
  • Monitoring dan evaluasi berkala

Pemerintah Daerah (Provinsi dan Kabupaten/Kota):

  • Pembinaan rumah sakit di wilayahnya
  • Fasilitasi pemenuhan standar akreditasi
  • Pengawasan sesuai kewenangan masing-masing

Target Nasional: 100% Rumah Sakit Terakreditasi

Pemerintah menargetkan seluruh rumah sakit di Indonesia terakreditasi sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Dengan standar baru ini, diharapkan:

  1. Percepatan proses akreditasi bagi rumah sakit yang belum terakreditasi
  2. Peningkatan kualitas pelayanan di rumah sakit yang sudah terakreditasi
  3. Standardisasi mutu pelayanan di seluruh Indonesia
  4. Peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap layanan rumah sakit

Kesimpulan

Standar Akreditasi Rumah Sakit 2024 merupakan langkah maju dalam transformasi sistem kesehatan Indonesia. Dengan pendekatan yang lebih sederhana, terstruktur, dan berbasis pada standar internasional, regulasi ini diharapkan dapat:

  • Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit
  • Memperkuat sistem keselamatan pasien
  • Mendorong rumah sakit untuk melakukan perbaikan berkelanjutan
  • Memberikan kepastian dan kejelasan bagi semua pihak yang terlibat dalam proses akreditasi

Bagi para profesional kesehatan, manajer rumah sakit, dan pembuat kebijakan, memahami standar ini adalah langkah pertama menuju implementasi yang sukses. Dokumen lengkap ini wajib menjadi referensi dalam setiap langkah perbaikan sistem mutu dan keselamatan pasien di institusi kesehatan Anda.


Download Dokumen Lengkap

Untuk memahami detail setiap standar dan elemen penilaiannya, Anda dapat mengunduh dokumen lengkap Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/1596/2024 tentang Standar Akreditasi Rumah Sakit melalui tautan berikut:

📥 Download Standar Akreditasi Rumah Sakit 2024 (PDF – 356 Halaman)

Dokumen resmi ditandatangani oleh Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin pada 4 Oktober 2024


Catatan: Keputusan ini mencabut dan menyatakan tidak berlaku Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/1128/2022 tentang Standar Akreditasi Rumah Sakit.


Artikel ini disusun sebagai referensi bagi profesional kesehatan dan manajemen rumah sakit. Untuk implementasi lebih lanjut, disarankan untuk mengikuti pelatihan dan konsultasi dengan lembaga penyelenggara akreditasi yang telah ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan.

Artikel Baru Terbit

  • Dari Klinik Spesialis ke Meja Dokter Layanan Primer: Membaca Pernyataan Ilmiah ADA tentang Teknologi Diabetes
    ADA menerbitkan pernyataan ilmiah pertamanya tentang teknologi diabetes di layanan primer. Pemantauan glukosa kontinu, pena insulin terhubung, dan insulin otomatis diharapkan masuk praktik sehari-hari lewat pelatihan, pembagian peran, dan peninjauan data rutin. Artikel ini menimbang relevansinya bagi puskesmas dan klinik di Indonesia, serta kesenjangan akses dan pembiayaan yang perlu dijembatani.
  • Retatrutide pada Diabetes Tipe 2 dan Obesitas: Membaca Hasil TRIUMPH-2 dengan Kepala Dingin
    Uji fase 3 TRIUMPH-2 menunjukkan retatrutide, agonis tiga hormon sekali seminggu, menurunkan berat badan hingga 20,8% dan HbA1c hingga 1,6 poin pada 1.152 penyandang diabetes tipe 2 dengan obesitas. Efek samping terutama pencernaan. Obat ini belum disetujui, dan pertanyaan keamanan serta penerapannya di populasi Asia masih perlu dijawab studi lanjutan.
  • Dari Tahu ke Menjalankan: Membaca Buku Panduan Implementasi SAFER WHO untuk Mengurangi Bahaya Alkohol
    Panduan implementasi SAFER WHO (30 September 2026) bukan rekomendasi baru, melainkan peta jalan menjalankan lima intervensi alkohol yang sudah terbukti: pembatasan ketersediaan, penegakan aturan berkendara, skrining dan terapi, pelarangan iklan, serta cukai. Dari tingkat nasional, komunitas, hingga tempat kerja, kuncinya pemantauan dan perlindungan dari konflik kepentingan.
  • Ketika Tempurung Lutut “Keluar dari Jalurnya”: Mengenal Dislokasi Patela
    Tempurung lutut yang tiba-tiba “keluar dari jalurnya” saat berolahraga bukan sekadar keseleo biasa. Artikel ini mengulas dislokasi patela berdasarkan konsensus ESSKA 2024 terbaru—mulai mekanisme cedera, diagnosis, pilihan tata laksana konservatif versus bedah, hingga mengapa separuh pasien tetap bergejala meski tanpa kekambuhan, dan konteks alur layanan di Indonesia
  • Tidak Semua Pre-XDR-TB Sama: Membaca Panduan WHO Edisi Kedua tentang Pengobatan dan Perawatan Tuberkulosis
    Panduan WHO edisi kedua (September 2026) menyempurnakan pengobatan TBC resistan obat: pasien pre-XDR-TB kini dibedakan menurut derajat keparahan paru untuk memilih BPaL, BPaLC, atau BDLC, dan perawatan paliatif resmi masuk rekomendasi. Bukti masih berkepastian sangat rendah, sehingga adaptasi nasional dan penilaian keparahan yang cermat menjadi kunci bagi layanan di Indonesia.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca