Bayangkan kantor Anda tiba-tiba tak bisa membuka surel. Bukan karena Wi-Fi mati, melainkan karena keputusan politik di negara lain. Kecemasan itulah yang mendorong pemerintah Belanda membangun lingkungan kerja digitalnya sendiri di atas NixOS, distribusi Linux yang berakar dari Universitas Utrecht.

Ilustrasi laptop pemerintah di atas meja kayu bersama timbangan keadilan dan gembok terbuka, dengan latar rumah kanal dan kincir angin Belanda
Ilustrasi: kedaulatan digital pemerintah Belanda lewat DAWO

Apa yang terjadi di ICC

Februari 2025, Presiden AS Donald Trump menjatuhkan sanksi kepada Mahkamah Pidana Internasional (ICC) di Den Haag, termasuk jaksa penuntutnya, Karim Khan. Mei 2025, AP melaporkan Microsoft membatalkan alamat surel Khan, sehingga ia beralih ke Proton Mail. Microsoft membantah pernah menghentikan layanan ke ICC. Belakangan, perusahaan itu meminta koreksi atas kesaksian stafnya di Parlemen Inggris yang menyebut ICC sendiri yang mematikan akun tersebut; pers Belanda melaporkan Microsoft menyampaikan bahwa sanksi mewajibkan akses Khan ditutup.

Siapa yang menekan tombolnya masih diperdebatkan. Akibatnya tidak: akun seorang jaksa mati karena sanksi negara lain. ICC sendiri mengonfirmasi pada Oktober 2025 bahwa ia pindah dari Microsoft Office ke openDesk, suite sumber terbuka buatan Jerman.

Lahirnya DAWO

Pengembang inti Victor Gevers menyatakan kepada Tweakers bahwa akses ke banyak layanan esensial bergantung pada arah kebijakan Washington. Jawabannya adalah DAWO (Digitaal Autonome Werkomgeving Overheid): cetak biru yang meliputi sistem operasi, paket perkantoran, aplikasi kolaborasi, layanan cloud, alat manajemen TI, hingga AI.

Mandat resminya turun Juli 2026 dari komisi antarkementerian ICBR. Pelaksananya tiga penyedia TI pemerintah pusat (SSC-ICT, DICTU, DUO-ICT) di bawah Kementerian Dalam Negeri (BZK). Sisi perkantoran digarap lewat MijnBureau, rangkaian aplikasi swa-host berbasis Nextcloud dan Collabora. Delapan kotamadya kini menguji lewat asosiasi VNG, sebagian memakai laptop lawas yang tak sanggup menjalankan Windows 11. Kodenya terbuka di Forgejo dan Codeberg, bukan GitHub.

Mengapa NixOS

Tim sempat menjajal openSUSE lalu Fedora, tetapi tersandung kaitan korporasi: SUSE dan Red Hat, yang dimiliki IBM dari AS. NixOS dipilih karena berakar di Belanda dan tak dikendalikan satu perusahaan. Konfigurasinya ditulis sebagai kode, jadi laptop ke-500 serupa dengan yang pertama; Rutger Putter memperkirakan 80–90 persen kode Nix bisa dipakai ulang. Bram Buijs membuat alat grafis agar admin Windows tak langsung dilempar ke baris perintah. Penghiburan bagi penganut klik Next-Next-Finish.

Sejauh mana, dan apa yang belum jelas

Ini uji coba, bukan peralihan massal; versi stabil dibidik tahun 2027. Riset NOS Januari 2026 mendapati 67 persen domain instansi pemerintah Belanda terkait penyedia cloud AS, hampir separuhnya di Microsoft. Prancis, Denmark, dan Swiss menempuh arah serupa. Namun sumber yang saya temukan belum memuat angka biaya atau jadwal peralihan skala besar, dan Microsoft menegaskan tetap siap melayani ICC. Ujian sesungguhnya ada pada aplikasi lawas dan layanan bantuan teknis.

Linimasa dari sanksi ICC hingga DAWO Tujuh tonggak: sanksi AS atas ICC (Feb 2025), laporan AP soal surel jaksa (Mei 2025), ICC pindah ke openDesk (Okt 2025), riset NOS (Jan 2026), mandat ICBR (Jul 2026), uji coba delapan kotamadya (Sep 2026), target rilis stabil (2027). Dari sanksi ke DAWO: tujuh tonggak Feb 2025 AS menjatuhkan sanksi atas ICC dan jaksa Karim Khan Mei 2025 AP: surel Khan di Microsoft dinonaktifkan (Microsoft membantah menghentikan layanan ke ICC) Okt 2025 ICC mengonfirmasi pindah ke openDesk Jan 2026 NOS: 67% domain pemerintah terkait cloud AS Jul 2026 ICBR memberi mandat resmi DAWO Sep 2026 Delapan kotamadya menguji NixOS 2027 Target versi stabil (rencana, belum pasti)

Sumber: It’s FOSS · The Next Web · Boing Boing · Itdaily · The Stack · Techzine · The Register · JusticeInfo · Euractiv via Rapporteur

Artikel Baru Terbit

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca