Artikel Baru Terbit
- Guru di Garis Depan: Panduan Baru UNESCO, UNICEF, dan WHO untuk Menjaga Kesehatan Jiwa di Ruang Kelas
Panduan baru UNESCO-UNICEF-WHO (2026) menegaskan peran guru dalam kesehatan jiwa sekolah: mempromosikan kesejahteraan, menyadari tanda distres, dan menghubungkan murid ke dukungan — tanpa mendiagnosis atau memberi terapi. Dengan I-NAMHS mencatat 15,5 juta remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, panduan ini relevan bagi UKS, PPKSP, dan sistem sekolah Indonesia. - Ketika Si Kecil Tiba-Tiba Sering Haus dan Berat Badannya Turun: Mengenal Diabetes Melitus Tipe 1
Diabetes melitus tipe 1 pada anak Indonesia meningkat tajam dalam dua dekade terakhir, namun tujuh dari sepuluh kasus baru terdiagnosis setelah jatuh ke ketoasidosis diabetikum. Artikel ini membahas patofisiologi, kriteria diagnosis, lima pilar pengelolaan, teknologi CGM, imunoterapi teplizumab, serta konteks jaminan BPJS Kesehatan bagi penyandang DMT1. - Ketika Sebatang Rokok Menutup Jalan Menuju Kehamilan: Tembakau dan Ancaman terhadap Kesuburan
Merokok berdampak negatif pada kesuburan, dengan risiko infertilitas meningkat 1,4 kali pada perempuan perokok dan disfungsi seksual pada laki-laki perokok. Paparan asap rokok juga berbahaya. Berhenti merokok dapat meningkatkan peluang kehamilan, penting bagi pasangan yang merencanakan memiliki anak untuk memahami risiko tersebut dan melakukan perubahan gaya hidup. - Dua Alat Baru WHO untuk Menilai Risiko Wabah: Kapan Pakai yang Cepat, Kapan Pakai yang Mendalam?
Dua alat penilaian risiko terbaru WHO, QIRA dan MS-RRA, dirancang untuk meningkatkan respons terhadap keadaan darurat kesehatan. QIRA menyediakan penilaian cepat dalam waktu singkat, sementara MS-RRA menawarkan analisis mendalam. Keduanya melengkapi praktik penilaian risiko yang sudah ada di Indonesia, meningkatkan sistem dokumentasi dan pengambilan keputusan. - Ketika Aplikasi Kesehatan Diperlakukan Setara Alat Suntik: Membaca KMK 951/2026 tentang Izin Edar Alat Kesehatan Berbasis Perangkat Lunak
KMK 951/2026 mengatur izin edar alat kesehatan berbasis perangkat lunak, termasuk Software as a Medical Device (SaMD), yang diperlukan regulasi lebih ketat. Regulasi ini mengadopsi standar internasional, menyediakan mekanisme sandbox, dan mewajibkan validasi klinis lokal untuk produk berisiko tinggi, namun masih memerlukan penguatan kapasitas implementasi di daerah.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
3 tanggapan
-
oya km ultah ya…met ultah ya diva moga panjang umur tercapai apa yg km cita N cintakaN…N tentunya jd dokter yg sukses N baik hati AMIENN
-
ga’ tahu knp aku di tolak knp ?? :D:D kok bicara soal anggrek….bicara soal…heee ga’ tahu bicaranya aja masih nnt…
-
aku tahun baru ya ….paling kumpul ama prend2 lain btw ke mana prendku….oya ngomong2 km suka kucing ya cahya??aku di tolak oggix hikhik
Tinggalkan Balasan