A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Seharusnya posting ini masuk ke dalam blog sebulan yang lalu, namun baru kali sempat kutuliskan. Beberapa waktu sangat sempit sehingga harus bergerak dengan sedikit cepat.

Ini adalah kenanganku saat wisuda Agustus yang lalu, mengikuti wisuda sarjana periode IV di Universitas Gadjah Mada untuk tahun 2008. Peserta wisudanya sendiri cukup banyak, lebih dari 3000 jika ditambah dengan program diploma. Aku sibuk sendiri mengurus berbagai macam izin mulai dari urusan universitas, fakultas, hingga sub bagian di mana aku menjalankan tugas kepaniteraan. Yah…, setidaknya dengan semua rasa lelah itu, aku dapat hadir dengan baik dalam acara bersama itu.

Anggota keluarga yang hadir hanya Ayah seorang, sebenarnya aku sendiri sih yang melarang yang lain untuk ikut. Terkdang aku berpikir mungkin bukanlah sesuatu yang mendesak dan penting di mana semua anggota keluarga harus hadir, apalagi anggaran yang harus disiapkan untuk itu tidaklah sedikit. Ha.. ha.., terkadang aku memang merasa sedikit keras kepala untuk masalah ini. Namun bagi aku yang tak memiliki banyak waktu luang, tentunya pada saat itu, tidak tega kalau membiarkan satu keluarga terdampar di kota Jogja yang sesak ini (karena sedang wisuda). Setidaknya ini salah satu bagian perjalanan, bagiku secara pribadi, bukan sesuatu yang wajib menjadi kemeriahan yang luar biasa. Karena walau pun ruang ini memisahkan, segala suka cita akan mengalir ke semua penjuru dan ke setiap bagian dari yang kita sebut keluarga. Yah…, mereka cukup pengertian untu hal ini.

Terkadang aku merasa, dan dalam ketermenunganku, sudah panjang jalan yang dilalui namun ke depan masih juga cukup panjang. Berjalanlah, karena waktu pembekalan telah usai, bukankah itu yang menarik dalam hidup ini.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Rumah Baru, Wajah Baru
    Legawa.com baru saja melakukan pembaruan identitas visual dengan logo baru yang sederhana, menggambarkan matahari di atas awan. Simbol ini merepresentasikan perjalanan penulis dan esai yang dihasilkan. Desain yang bersih dan konsisten diharapkan dapat menjadikan blog ini lebih tenang dan jujur, tanpa elemen yang bersaing.
  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca