A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Sudah seminggu sejak kugunakan pertama kalinya laptop baruku, Acer TravelMate 6293. Sebenarnya sejak awal bukanlah notebook dari keluaran Acer yang ingin kudapatkan. Namun mungkin notebook keluaran Asus, Funjitsu atau Dell, hmm… mungkin juga IBM Lenovo. Namun untuk spesifikasi tertentu, harga-harga notebook itu sangatlah tinggi bahkan hampir sulit terjangkau. Jadi aku memutuskan membeli notebook yang satu ini. Spesifikasinya menggunakan Intel Centrino 2 dengan Windows® VistaTM Business SP1, didukung memori 2048 MB DDR3 dengan kapasitas hardisk 250 GB, ini sangat membantu kerjaku sehari-hari, walau harus diakui bahwa memori sebasar 2 GB masih agak membuat Vista terkadang berjalan terseok di beberapa kondisi. Skor indeks pengalaman yang diberikan oleh Vista sebesar 3.7 poin, dan memang terendah pada grafik 3D yang digunakan, namun tentunya untuk kerjaan seorang mahasiswa hal itu sedikit minim dipertimbangkan, jika memang suka nge-game mengapa tidak membeli sekalian Aspire Predator yang menggunakan Core 2 Duo Extreme, he.. he… ^_^

Laptop yang menggantikan ECS seri 536 ini memiliki spesifikasi sebagai berikut:

Product Name

    TravelMate 6293

Operating System

    Microsoft® Windows Vista™ Business , Service Pack 1

Processor

    Intel(R) Core(TM)2 Duo CPU     P8600  @ 2.40GHz

    Front Side Bus Speed 1066 MHz; Cores: 2

    L1 Cache 32 KB x 2; Execution Trace Cache 32 KB x 2

    L2 Cache 3 MB

System Memory

    2048 MB DDR3

Hard Drive

    Hitachi HTS542525K9SA00, 232,88 GB

CD/DVD Drive

    HL-DT-ST DVDRAM GSA-T50N

Video

    Mobile Intel(R) 4 Series Express Chipset Family

    Total Aviable Graphics Memory: 796 MB; Dedicated Video Memory 64 MB; System Memory 64 MB

Audio

    Realtek High Definition Audio

Webcam Device

    Acer Crystal Eye Webcam 1,3 MP

Network

    Broadcom NetXtreme Gigabit Ethernet

    Intel(R) Wireless WiFi Link 5300

    RAS Async Adapter

    HDAUDIO Soft Data Fax Modem with SmartCP

Serial Port

    Enabled

Infrared

    Enabled

Parallel Port

    Enabled

UUID

    44560DD0634011DDA70E00A0D1A9EDE5

Serial Number

    LXTQP0Z017832012852300

BIOS Version

    V1.06

Battery

    4500mAh, LI-ION (6 cells)

Dengan kemampuan daya tahan bateri lebih dari 3 jam amat sangat membantu dalam kegiatan sehari-hari yang memang harus bergerak dari satu tempat ke tempat lain, dilengkapi dengan Bluetooth untuk mempermudah sinkronisasi dengan berbagai media. Seminggu ini test Drive menunjukkan kinerja yang memuaskan, walau digunakan berjam-jam sama tidak terasa panas di pangkuan, yah… ini meningkatkan kenyamanan bekerja.

Walau demikian aku melakukan beberapa perubahan, seperti McAfee Security System yang dibawanya kuganti dengan Avast! Antivirus, karena saat kutes memasuki beberapa situs yang dideteksi sebagai situs penyerang (yang ini emang ide gila cari mari …), McAfee sama sekali tidak mendeteksi bahaya, kukira aman saja sampai akhirinya laptopku kinerja jadi sangat lemot. Akhirnya kutemukan banyak malware yang berjalan pada sistem memori sehingga, mau tidak mau, aku mengeksekusinya dengan cara klasik, boot scan dengan Avast! Antivirus, dan aku bisa tetap tenang dalam perlindungan antivirus terbaik yang pernah kupilih, he… he… dan tentunya tetap gratis dari Alwil Software si produsen Avast! Sebenarnya salah seorang teman pernah merekomendasikan AntiVir karena merupakan yang paling banyak mampu mendeteksi threat pada sistem, kukatakan tak mau, habis… untuk program yang serupa AntiVir memakan amat banyak resource pada memori sehingga terkadang kesannya seperti virus makan virus. Yang lain waktu itu menyarankan AVG Free!, ah… kubilang tapi walau sama-sama gratis, perlindungan AVG tidak selengkap Avast! Bahkan mereka tak menambahkan antirookit setahuku, yang di Avast! Home Edition dilengkapi dengan sangat baik. Ha.. ha…, cukup ngomongin antivirusnya, nanti dikiranya aku promosi lagi, namun aku memang suka menggunakan Avast! Antivirus, hanya saja tentu ada persyaratan untuk diperbaharui setiap saat, jangan lupa mencentang atumatic update pada setingannya.

Kini dengan latop berlayar 12.1” ini, aku bisa membawa beban lebih ringan dan kinerja lebih baik. Yah…, semoga bermanfaat ke depannya… dan tentu sebaiknya bermanfaat, karena sudah kukeluarkan US$ 1290 untuk mendapatkannya (hus… dilarang menggunakan mata uang selain rupiah dalam bertransaksi menurut RUU mata uang, bener ga sih?)

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Rumah Baru, Wajah Baru
    Legawa.com baru saja melakukan pembaruan identitas visual dengan logo baru yang sederhana, menggambarkan matahari di atas awan. Simbol ini merepresentasikan perjalanan penulis dan esai yang dihasilkan. Desain yang bersih dan konsisten diharapkan dapat menjadikan blog ini lebih tenang dan jujur, tanpa elemen yang bersaing.
  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca