Pada suatu hari Sabtu, seorang ayah akan berdoa kepada Tuhan; dipanggilnya putranya dan diminta membeli pisang seharga satu rupi. Putra ini adalah seorang anak yang baik; dan dibelinya pisang tersebut. Di perjalanan, dilihatnya seorang ibu dan anaknya yang sangat kelaparan. Ketika anak yang kelaparan itu melihat pisang, maka dikejarnya. Ketika melihat anaknya lari, ibu yang kelaparan itu pun turut mengejar anaknya, namun keduanya tarjatuh pingsan oleh karena kelaparan.
Ketika si anak muda ini mengetahui bahwa orang-orang ini sangat kelaparan, ia pun berpikir, lebih baik memberi makan orang yang kelaparan ini daripada membawa pulang pisangnya. Pisang tersebut diberikan pada ibu dan anak ini dan kemudian diberikannya air minum. Mereka amat tertolong dari kelaparan dan kehausan sehingga menyampaikan rasa terima kasihnya dengan berbagai cara sambil menitikkan air mata.
Pelajar muda ini pulang dengan tangan kosong, ayahnya bertanya apakah ia telah membeli pisang, dia mengiyakannya. Ketika ditanya di mana buah pisang yang dibelinya itu suci, tidak akan busuk dan tidak terlihat. Anaknya menjelaskan bahwa ia memberi makan dua jiwa dengan pisang itu dan buah yang dibawanya pulang hanyalah buah perbuatan yang suci. Sang ayah merasa anaknya layak baginya, dan ia merasa bahwa semua doanya terjawab hari itu. Sejak saat itu sang ayah menjadi semakin sayang kepada putranya dan hubungan mereka semakin erat.
Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan