A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Dalam keseharian kita, kita bisa saja ikut berbagai aktivitas seperti klub, karang taruna atau lain sebagainya. Tentu saja setiap aktivitas ini bisa memiliki kartu identitasnya masing-masing, namun setiap warga tentu memiliki kartu pengenal yang di negara kita disebut KTP.

Bagaimana dengan internet yang kini merupakan dunia maya yang sungguh luar biasa luas. Kamu mungkin sudah bergabung dengan berbagai jaringan sosial seperti facebook, friendster, netlog, zorpia, dan lain sebagainya, menulis blog di berbagai tempat, yah…, itu seperti mengikuti kegiatan sehari-hari. Namun apa kamu sudah punya identitas resmi di dunia maya?

Semisal saja, saat kamu membaca tulisan ini di blog ini. Kemudian kamu merasa tertarik, dan memberikan komentar di bagian akhirnya. Kamu memasukkan nama-mu, emailmu mungkin juga dengan alamat URL-mu, kemudian kamu publikasikan komentar…, ups…, ternyata nama-mu terlihat, namun tidak ada pengenal seperti foto-mu misalnya. Ah…, apakah kamu seorang penyelundup di dunia maya? Ha ha…, tentu saja tidak. Kebanyakan halaman web memiliki kemampuan untuk mengenali pengunjung-nya dari identitas elektronik yang mereka miliki.

Marilah kita membuat sebuah kartu identitas sederhana untuk dunia maya, sebenarnya banyak sekali yang bisa digunakan. Namun kali ini aku akan mengajak menggunakan OpenID dan Gravatar.

Capture_Gravatar

Pertama-tama, mungkin sudah banyak yang mengenal istilah avatar dalam dunia maya. Avatar merupakan sebuah ikon, gambar atau logo yang memberikan pencitraan bahwa itu adalah identitas si empunya. Atau secara singkatnya, avatar merupakan pas foto yang bisa digunakan di sebuah KTP dunia maya. Banyak fasilitas yang menggunakan avatar, salah satu contoh yang paling lama adalah avatar pada Yahoo Messenger.

Aku memilih membuat avatar dengan layanan Gravatar karena ini yang paling sederhena. Gravatar merupakan kependekan dari Global Recognized Avatar. Untuk membuat avatar, kamu perlu sebuah foto-mu, coba sediakan yang mudah dikenali walau dalam ukuran kecil, misal foto wajah saja (bebas ekspresi sih), atau sebuah logo yang kamu buat khusus untuk mengidentifikasikan dirimu, dan cobalah buat foto/gambar tersebut berukuran tidak lebih dari 500 kb, ini akan mempermudah proses upload (kamu ga perlu kan pas foto ukuran 12 R). Kamu boleh siapkan lebih dari satu foto.

Kemudian masuklah ke situs Gravatar di http://en.gravatar.com/, pada halaman awal pilihlah sign up untuk avatar baru. Dan tidak perlu khawatir karena ini adalah layanan cuma-cuma. Capture_SignUpGravatar

Klik tombol sign up now, dan ikuti prosedur yang diberikan. Kamu di sini perlu memasukkan email utama-mu, boleh email dari layanan mana pun. Namun secara pribadi aku menyarankan menggunakan Gmail (GoogleMail), jika kamu menggunakan layanan email cuma-cuma. Nantinya kamu juga bisa menambahkan beberapa email-mu yang lain. Kemudian jangan lupa juga untuk mengupload gambar pribadimu, sesuai dengan prosedur yang diberikan.

Kemudian gambar-mu akan diminta untuk dinilai (ratting), apakah mengandung unsur-unsur yang bersifat dewasa, kekerasan atau ketidaksopanan. Nilai yang paling banyak bisa diterima umum adalah ratting G atau general. Jadi pas fotomu sebaiknya foto yang santun.

Setelahnya, juga cek inbox (kotak masuk) emailmu, di sana akan disediakan link untuk memverifikasi alamat emailmu (bahwa itu adalah alamat email asli milikmu).

Gravatar memiliki banyak keuntungan, ia bisa menampilkan foto profilmu di banyak halaman web, terutama blog yang mengizinkan penggunaan Gravatar. WordPress sendiri secara default memberikan layanan gravatar pada penggunanya. Walau blogger.com belum memiliki default ini, namun beberapa jasa pihak ketiga dapat memberikannya seperti JS-Kit yang saya gunakan di blog ini.

Kemudian kita akan membuat sebuah identias publik yang memudahkan kita mengenali dan dikenali oleh banyak orang secara global. Saya menganjurkan menggunakan OpenID. Sebuah identitas terbuka yang bisa dimanfaatkan oleh setiap orang untuk mengakses ke berbagai halaman web. Artinya, kamu tidak harus selalu punya akun di sebuah situs untuk beranjang sana. Misal kamu melihat sebuah artikel menarik di blog yang berdomain di blogspot.com atau pun di wordpress.com, namun kamu tidak memiliki akun di blogspot atau pun di wordpress. Masa kamu harus mendaftar dulu untuk meninggalkan komentar. Nah, itu tidak perlu lagi jika kita punya OpenID. (Baca lebih lengkap di Apa itu OpenID).

Di mana saja kita bisa mendapatkan OpenID? Di where to get OpenID kamu melihat di mana saja kamu bisa mendapatkan OpenID. Hampir semua akun seperti google, yahoo, aol, wordpress dapat dijadikan openID (dan mereka memang OpenID). Namun jika kamu memang ingin membuat satu (misal karena kamu hanya punya facebook saja), maka ada sebuah situs yang saya sarankan.

Capture_OpenID

MyOpenID adalah sebuah situs pertama yang menyediakan jasa layanan penciptaan OpenID di dunia maya. Dan hingga kini dapat digunakan di berbagai halaman web. Klik gambar OpenID tersebut untuk masuk dan mendaftar di myopenid.com, dan selanjutnya kamu akan mendapatkan username yang bisa kamu gunakan sebagai halaman OpenID. Jika ada tempat yang meminta OpenID-mu, maka cukup mengetik http://username.myopenid.com (sesuai dengan username-mu) sebagai tanda pengenalmu di dunia maya. Lihat-lah contoh openid milik saya di http://haridiva.myopenid.com.

Tag Technorati: {grup-tag}OpenID,Avatar,Gravatar,Blog,Social Network

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
  • Wajah Ganda Sang Parasit: Mengenal Leishmaniasis Kutaneus dan PKDL, Dua Babak dari Satu Penyakit
    Leishmaniasis kutaneus dan PKDL adalah dua wajah dari infeksi parasit Leishmania yang ditularkan lalat pasir—jarang ditemukan di Indonesia, namun tetap relevan lewat kasus impor dari personel yang bertugas di kawasan endemik. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis banding dengan kusta, dan tata laksana berdasarkan panduan terbaru WHO SEARO

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

2 tanggapan

  1. Avatar Cahya

    Mas Ris,

    Saya juga sering tertawa sendiri kalau baca tulisan-tulisan yang sudah lewat :D.

  2. Avatar rismaka
    rismaka

    Membaca arsip lama jadi membuat saya pengen ketawa mas 😀 bahasanya culun banget 😆

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca