Ada sebuah kisah pendek betapa kekayaan dapat mengubah karakter seseroang.
Seorang ibu memiliki seorang putra, dan uang yang banyak. Suaminya meninggal ketika si anak masih kecil. Anak ini tumbuh dalam limpahan harta yang meruah, ia memiliki banyak teman, namun hampir semua teman-temannya bukanlah golongan baik-baik dalam masyarakat. Ibaratnya jika kolam penuh dengan air, banyak katak datang berkumpul, namun ketika kolam kering, semua katak pun lenyap. Ketika orang memiliki kekayaan, sangat mudah orang berkumpul di sekitarnya, namun ketika kekayaan sirna, mudah pula lenyapnya orang-orang yang tadinya berkumpul.
Entah bagaimana anak ini tumbuh, teman-temannya yang terdiri dari para penjahat semakin hari semakin banyak. Setiap hari si anak datang pada ibunya dan meminta uang dalam jumlah yang banyak. Sedemikian hingga makin hari, si ibu yang semakin tidak mampu menghadapi kelakuan si anak menjadi semakin putus asa, awalnya perasaan tidak suka muncul, lambat laun tumbuh menjadi benci yang makin pekat. Dan sang anak pun serupa, makin lama ia mulai berpikir, mungkin ia tidak terlalu memerlukan ibunya.
Si ibu berpikir daripada memiliki anak seperti itu, yang menjatuhkan kehormatan keluarga dan nama baik kedua orang tuanya sendiri, sebaiknya mati saja daripada dibiarkan hidup semakin menjadi-jadi. Sehingga suatu hari si ibu membuat rencana untuk mengakhiri hidup putranya. Dan sang putra pun memiliki rencana yang sama.
Si ibu datang ke kamar anaknya untuk membawakan santap siang, seketika itu juga si anak memukul kepala ibunya dengan tongkat besi, sehingga melayang sudah nyawa si ibu. Si anak tampak senang kini ia bisa menguasai harta seorang diri, namun beberapa menit kemudian si anak pun tewas setelah menyantap makanan yang dibawa ibunya.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan