A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Selama beberapa tahun di Yogyakarta, saya tinggal di sebuah tempat yang sederhana dengan suasana lingkungan dusun yang tenang. Tempat ini tidak mempunyai nama khusus, namun para pendahulu di tempat ini menyebutnya Wisma Cahaya Rembulan.

Berlokasi di Kabupaten Sleman, Kecamatan Mlati, Di Daerah Sinduadi dan Dusun Pogung Lor, membuatnya cukup jauh dari keramaian namun cukup dekat menjangkau kota Yogyakarta dan tentunya cukup dekat menuju kampusku di UGM.

Berikut lokasinya:

Gambar Pin merah di bawah adalah Wisma Cahaya Rembulan, sedangkan yang di atas adalah Jalan Lingkar Utara, ke kiri menuju perempatan dengan Jalan Monjali dan ke Kanan menuju perempatan dengan Jalan Kaliurang (Perempatan Kentungan).

Gambar peta

Tampak Depan WCR 

Alamat tepatnya di Pogung Lor Blok F no. 254 Sinduadi Mlati. Begitu memasuki tempat ini, ada kesan kelegaan dan warna hijau alami di mana-mana. Tempat yang tenang dan cukup nyaman di tengah hawa Yogya yang terkenal panas kering di musim panas.

The Green Environment

Ruang yang Lega

 

Tentu saja tempat ini bisa disebut dengan bahasa lokal sebagai “kost putra”, karena di sini hanya menyediakan tidak lebih dari 7 kamar. Tampaknya ketenangan dan privasi di tempat ini tetap terjaga, karena terbangunnya hubungan baik di antara semua yang ada di wisma ini. Ini seperti tempat sebuah keluarga kecil untuk berkumpul. Ya…, semuanya sudah seperti keluarga sendiri.

Untuk menjaga keharmonisan di lokasi ini tidak semua orang bisa menempati wisma yang damai ini. Tentu saja tidak juga memerlukan surat keterangan kelakuan baik dari kepolisian. Namun mereka yang bersedia menjadi warga dusun yang sederhana dan mampu mengayomi tata susila, tentu tidak akan mengalami kesulitan beradaptasi di sini.

100_4115 100_4114

Tempat ini bagiku sangat nyaman dan sesuai untuk suasana belajar, dan cukup tenang di pagi, sore atau malam hari, karena di sini masih termasuk lingkungan dusun yang masih sederhana.

Seperti yang kusampaikan di atas, jarak dengan kampus UGM cukup terjangkau sekitar 1-2 Km, dengan sepeda motor bisa ditempuh dalam 5 hingga 10 menit. Sejak pindah dari kost lamaku di Jalan Kinanti, kurasa aku cukup betah di sini. Dua sahabat baikku yang juga mengambil jurusan sama kebetulan juga di sini, si Agus dan si Pari.

Dengan ruang yang cukup lega, aku bisa leluasa menata barangku. Hanya saja memang barang cukup banyak, jadi terkadang repot. Coba tengok tulisanku tentang menata kamar di Make Over the Room.

Tag Technorati: {grup-tag}Kost putra,UGM,Yogyakarta,Sleman,Pogung Lor

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca