A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Siapa yang tidak kenal serangga kecil yang satu ini, bisa kita jumpai di mana-mana, terutama saat musim berbunga. Mulai dari sengatannya yang menyakitkan hingga madu manis yang dihasilkannya, membuat lebah begitu dekat dengan kehidupan manusia.

Beberapa waktu yang lalu saya menonton sebuah acara menarik di salah satu stasiun televisi swasta, sebuah acara kuis yang melibatkan anak-anak kelas 5 SD yang membantu orang dewasa untuk menjawab berbagai pertanyaan yang biasa diajukan pada anak-anak kelas 1 hingga 5 SD. Pertanyaan yang terdiri dari berbagai macam pelajaran itu kadang bisa membuatku melonjak kaget. Bagaimana tidak, seperti pas zaman sekolah di SD dulu, tidak ada pertanyaan seperti itu. Bagaimana bisa zaman sekarang anak-anak sudah memiliki kemampuan jauh seperti itu.

Saya mungkin dulu hanya bersekolah di pedesaan, di mana asal bisa berhitung menambah dan mengurangi saja sudah cukup untuk sekadar hidup. Belum lagi dengan bahasa Inggris yang pas-pasan, bahkan menyedihkan mungkin. Jantung ini selalu berdegup kencang ketika pulang sekolah. Karena setiap kali pulang, guru wali kelas kami selalu memberikan dikte soal matematika, jika belum bisa menjawab soal itu makan seorang murid belum boleh pulang. Ya, rasanya seperti menderita sekali waktu itu. Namun mengingat itu kembali kini membuatku dapat tersenyum lebar.

Kembali ke acar televisi tadi. Pembaca acara memberikan pertanyaan berikutnya pada peserta, “Apa nama alat pernapasan lebah?”, dia pun langsung bengong, walau anak SD di dampingnya tersenyum geli, yah…, mereka selalu tersenyum geli seolah bisa menjawab semua pertanyaan dengan baik. Walau bukan istilah yang asing, karena pasti mereka yang dulu gemar pelajaran IPA atau Biologi akan sangat tahu dan ingat bagaimana sistem trakea pada serangga.

Serangga adalah hewan yang selalu ada di sekitar kita, mereka berkeliaran di lingkungan dan sekitar rumah kita tanpa terlalu sering kita sadari. Mungkin karena kita jaring “bersentuhan” dengan alam, karena kesibukan kita, kita tak sempat acuh untuk memandang mereka sejenak dan bertanya-tanya, bagaimana mereka hidup?

Ada ungkapan yang berkata jika tak kenal maka tak sayang, namun pada suatu ketika ungkapan ini dapat berbalik bagi kita sendiri karena jika tak sayang maka tak kenal. Jika kita tidak cukup menyayangi alam sekitar kita, maka kita tak akan cukup mengenalnya – since love bring about care.

If you do not love the bee, be sure Mr. Bee will sting you hard, Honey…

Semoga kita tidak terlalu sibuk dengan aktivitas kita sehari-hari, berkutat dengan banyak pekerjaan dan laporan, sedemikian hingga kita lupa untuk acuh pada lingkungan. Apa yang diberikan pada kita hari ini, semoga kita tidak melewatkannya begitu saja, atau alam yang indah ini esok bisa hilang tanpa kita sadari.

Artikel Baru Terbit

  • Indah di Mata, Perlu Ditimbang di Ruang Rawat: Bunga, Tanaman, dan Hiasan Dinding dalam Kacamata Pencegahan Infeksi
    Bunga segar, tanaman pot, bingkai, dan relief dinding mempercantik suasana ruang rawat, tetapi dapat menjadi reservoir mikroba, terutama bagi pasien dengan imunitas sangat rendah. Artikel ini menimbang bukti ilmiah terbaru, pedoman CDC, dan konteks Indonesia, lalu menawarkan kerangka zonasi yang praktis agar keindahan ruang dan keselamatan pasien dapat berjalan beriringan.
  • Virus untuk Melawan Kanker: Menimbang Kisah Virolog yang Menjadi Pasien Sekaligus Peneliti
    Seorang virolog Kroasia menyuntikkan virus campak dan virus stomatitis vesikular ke tumor payudaranya sendiri, lalu tumor menyusut dan dapat dioperasi. Kisah ini memicu perdebatan etika dan harapan baru bagi terapi virus onkolitik. Artikel ini menimbang bukti, keterbatasan, dan pelajarannya bagi Indonesia. Ini bukan anjuran mencoba sendiri, melainkan bahan refleksi klinis.
  • Ketika Kelamin Bayi Tak Sesuai “Buku Panduan”: Mengenal Differences in Sex Development
    DSD adalah kondisi kongenital ketika kromosom, gonad, dan anatomi seks seseorang tidak berkembang selaras—bukan gangguan orientasi seksual. Artikel ini mengulas klasifikasi, diagnosis, tata laksana multidisiplin, serta konteks Indonesia: keterbatasan data epidemiologi, stigma sosial, dan jalur hukum penetapan status kelamin lewat pengadilan sesuai UU Adminduk.
  • Ketika Diabetes Mengancam Penglihatan: Mengenal Retinopati Diabetik
    Retinopati diabetik adalah komplikasi mikrovaskular diabetes yang dapat merusak penglihatan tanpa gejala awal. Prevalensinya di Indonesia berkisar 10–32%, dengan satu dari empat pasien berisiko mengalami kondisi mengancam penglihatan. Skrining fundus rutin, kontrol glikemik ketat, serta terapi laser atau anti-VEGF menjadi kunci mencegah kebutaan akibat diabetes.
  • Ketika Diabetes Menjadi Kegawatdaruratan: Mengenal Ketoasidosis Diabetik
    Ketoasidosis diabetik adalah kegawatdaruratan metabolik diabetes melitus berupa trias hiperglikemia, ketonemia, dan asidosis, dipicu terutama oleh infeksi atau penghentian insulin. Tata laksana berpusat pada terapi cairan, insulin intravena kontinu, dan koreksi kalium, dengan pemantauan ketat untuk mencegah hipoglikemia, hipokalemia, dan komplikasi mengancam nyawa lainnya.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

4 tanggapan

  1. Avatar a!
    a!

    kalo aku trlalu sibuk ngeblog sampe ga sempet ngusir tikus dr rumah. 😀 ini pada gangguin tengah malam. ribut ga ketulungan.
    .-= a!´s last blog ..Besok Itu Apa, Yah? =-.

    1. Avatar Cahya

      Saya jadi teringat dengan tikus got yang pertama kali saya lihat di Jogja, besar sekali hingga kaget jadinya. Tidak mirip dengan tikus sawah di kampung halaman saya.
      .-= Cahya´s last blog ..Bingung Dengan Desain Blog =-.

    2. Avatar imadewira

      oot,

      di rumah saya agak aneh, kucing banyak tapi tikus juga tetap banyak 😀
      .-= imadewira´s last blog ..Cara Install Plugin di WordPress =-.

      1. Avatar Cahya

        Saya juga pernah melihat hal yang aneh seperti itu di rumah sepupu. Ada kucing tapi tidak mau menangkap tikus, sehingga sepupu saya itu memelihar anjing untuk berburu tikus di rumahnya di Denpasar.
        .-= Cahya´s last blog ..Bingung Dengan Desain Blog =-.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca