Kini narablog yang menggunakan domain wordpress.com dapat memperluas teknik langganan dengan menggunakan surat elektronik, atau yang istilah kerennya disebut email subscriptions. Langganan surat elektrronik dulunya belum bisa disediakan oleh wordpress, sehingga pengguna harus mencari alternatif lain seperti jasa pembakar umpan sindikasi atau feedburner, contohnya bisa dilihat di bilah samping (sidebar) blog ini.
Dulu bagi pembaca setiap setiap suatu blog wordpress yang masih menggunakan umpan RSS asli berlangganannya menggunakan media pembaca umpan RSS seperti Google Reader atau suatu program yang menyediakannya seperti Ms Outlook atau pun Thunderbird (seperti yang saya gunakan). Padahal beberapa orang mungkin lebih suka tulisannya dikirim via surat elektronik daripada harus melihat daftar panjang umpan sindikasi yang belum tentu berisi pembaharuan artikel.
Sistem yang kini diterapkan wordpress sangat sederhana, bahkan tidak jauh beda dengan feedburner. Untuk berlangganan, seorang pembaca bisa menekan tombol Subcribe Me! (untuk pengunjung yang masuk (log in) dengan aku wordpress.com) atau dengan memasukkan alamat email mereka (biasanya bagi mereka yang tidak punya akun wordpresss.com).
Semua permintaan langganan harus dikonfirmasi lagi oleh pemilik alamat surat elektronik, dan mereka bisa berhenti langganan kapan saja. Jadi ada kontrol penuh untuk sistem langganan blog wordpress ini.
Format HTML akan digunakan pada surat elektronik, ketika itu dimungkinkan tentunya, sehingga tulisan favorit anda dapat tampil cantik dan menarik baik dengan tambahan gambar dari galeri atau pun tulisan yang diperindah. Namun bagi pelanggan yang tidak memiliki akses HTML pada email mereka, maka teks polos bisa juga digunakan.
Anda bisa memilih apakah tulisan akan dikirim setiap kali ada tulisan baru diterbitkan, atau akan menjadi kiriman harian seperti koran, atau bahkan dikirim seminggu sekali – cocok untuk membaca di akhir pekan.
Studi fase 3b terbaru di JAMA Network Open melaporkan 54% perempuan dengan ISK tanpa komplikasi merasakan gejala membaik dalam 24 jam setelah gepotidacin. Namun desain studinya satu lengan, tanpa pembanding dan tanpa penyamaran. Artikel ini membedah angka, keterbatasan, keamanan, serta relevansinya bagi praktik klinis dan pengendalian resistansi antibiotik di Indonesia.
Bahu adalah sendi paling sering mengalami dislokasi di tubuh manusia—dan salah tangani bisa berujung ketidakstabilan berulang. Artikel ini mengulas mekanisme cedera, lesi Bankart dan Hill-Sachs, protokol reduksi dan imobilisasi terkini, hingga kapan operasi seperti Bankart repair atau Latarjet diperlukan, lengkap dengan konteks layanan ortopedi di Indonesia.
Laporan Direktur Regional WHO Pasifik Barat untuk periode Juli 2025–Juni 2026 memuat bab khusus Indonesia. BPOM naik kelas sebagai WHO Listed Authority dan wabah polio dinyatakan selesai, tetapi hanya 5% penderita hipertensi yang terkendali dan cakupan campak dosis kedua masih 78%.
WHO merilis paket panduan 2026 untuk mencegah penyakit akibat panas di acara massal. Intinya: nilai risiko sejak awal, pasang pelindung berlapis seperti air minum, area pendingin, dan jalur rujukan, tentukan tingkat eskalasi sebelum acara, serta ubah pesan “minum air” menjadi arahan yang didukung layanan nyata. Relevan bagi penyelenggara di Indonesia.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
8 tanggapan
dani
saya dah males ngikutin feed reader. 🙂 paling subscribe di topik tertentu aja via surel.
oia, konten blog ini melorot kalo ngga maximized window. tes di fx dan google chrome. 🙂
.-= dani´s last blog ..Web Blog Navigation Menu =-.
Jika surat elektronik saya hanya berlangganan blog yang memang menyediakan, seperti blognya Bli Dani 🙂
Lebih nyaman diatur dengan Thunderbird, saya punya folder khusus yang jadi penyaringan untuk artikel berbagai blog. Tapi kebanyakan blog pakai umpan sindikasi asli, jadi kalau mau tidak mau harus pakai RSS Reader.
Iya, memang melorot. Saya juga bingung. Padahal theme antisocial ini masuk golongan theme professional/premium lho. Ternyata yang berbayar tidak selamanya bagus, he he (untung dapetnya gratis).
.-= Cahya´s last blog ..Ponsel di Pinggang dapat Melemahkan Tulang? =-.
Saya ndak tau apa-apa. Hehe! Saya cuma taunya feeddemon. Itupun diajari Pak Wira lewat blognya. Hehe!
.-= pushandaka´s last blog ..Ide Gila Untuk Lalu Lintas Denpasar =-.
Tinggalkan Balasan