A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Pertama sekali, ini hanyalah tulisan iseng. Anda disarankan dengan sangat amat untuk tidak mengikuti apa pun yang dijelaskan. Karena jika Anda memaksa, risiko ditanggung sendiri. Ah…, terkadang saya terdengar agak kejam juga.

Ada beberapa metode mencegah plagiat blog sebagaimana saya ulas dulu dalam “Panduang Memerangi Plagiat Blog” tentu saja dengan cara-cara yang masih manusiawi, he he…, setidaknya masih dalam sudut pandang orang sekejam saya. Namun jika ada beberapa di antara Anda pernah dibuat kesal, karena ulah plagiator yang sama tidak hanya datang sekali ke blog Anda, namun berkali-kali menyalin tempel tulisan Anda – mungkin Anda perlu konsultasi ala Houdini.

Harry Houdini adalah pesulap besar di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, banyak orang di masa itu (dan bahkan mungkin sekarang), percaya bahwa ada sesuatu yang benar-benar magis di dalam keahlian seni sulapnya. Lalu apa hubungannya Harry Houdini dengan plagiator blog? Ah…, tentu saja tidak ada. Namun Anda bisa mengerjakan sesuatu seperti magis pada blog anda sehingga seperti Houdini, they are untouchable.

Ada sebuah pengaya wordpress yang khusus mencegah efek salin tempel pada sebuah blog. Jadi ketika plagiator awam berkunjung ke blog anda dan mencoba menyalin tempel (copas) tulisan di dalamnya, mungkin dia harus mencoba hingga berputus asa dahulu.

Jadi jika Anda tertarik, terapkanlah pengaya Houdini di blog anda.

Namun saya tidak memilih untuk menggunakannya. Tidak ada alasan khusus, saya hanya tidak menggunakannya.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

24 tanggapan

  1. Avatar H
    H

    saya masih make wp.com dan kayaknya gak bisa make ini plugin 😀
    .-= H´s last blog ..Sukses (Kirim Surat Lamaran, Psikotest, dan Wawancara) dalam Kerja =-.

    1. Avatar Cahya

      H,

      Iya, jika masih wp.com rasanya tidak bisa apa-apa, kecuali suatu saat nanti wp menambahkan plugin ini ke daftar default plugin mereka.

  2. Avatar Iseng Ngeblog
    Iseng Ngeblog

    haha kayanya memang harus dikomenteri dengan
    “wah…, ternyata tulisannya nampang di sini juga ya” kalau menemukan copas. Tapi masalahnya biasanya mereka tau kita penulis asli dan dengan mudah mereka buang URL web kita, jadi cuma muncul nama kita aja, ini yg lebih ga fair menurut saya, sudah ambil punya orang masa cuma komentar sedikit url langsung dihapus, padahal si biasanya saya cuma komen “Saya juga pakai dsb” intinya ga menunjukan saya yang nulis.
    .-= Iseng Ngeblog´s last blog ..Kaspersky Blokir Google AdSense =-.

    1. Avatar Cahya

      Iseng Ngeblog,

      Ga masalah koq, Google punya algoritma sendiri untuk menemukan duplicate content, coba cari dengan Google judul blog-mu yang dicopas, biasanya artikel asli berada lebih awal daripada tulisan duplikatnya.

      Tapi kalau memang mau menuntut ada tata caranya sendiri. Semisal kalau blog-nya di wordpress.com, kan bisa report this blog as spam, misalnya. Terus jelaskan mengapa itu spam, semisal dia mengambil duplikasi konten dengan menyertakan URL asli, dan URL lokasi konten duplikasi di blog yang dilaporkan.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca