Belakangan ini saya masih belum menemukan solusi yang baik untuk mengakali KNetwork Manager di Desktop KDE pada OpenSUSE 11.2 yang sedang saya gunakan sekarang. Dengan menggunakan modem Pantech PX-500 CDMA sebenarnya tidak masalah dengan koneksi internet, dalam jaringan wifi-pun baik-baik saja.
Tapi masalahnya adalah saat menggunakan modem yang tidak langsung terdeteksi sebagai modem, tapi sebagai kandar penyimpanan (storage driver) terlebih dahulu, seperti modem ZTE MF622 GSM yang saya miliki. Jadi saat dicolok via porta USB, tidak mau terdeteksi sebagai modem, padahal teorinya kernel-nya sudah mendukung apa yang disebut sebagai USB Swicth.
Saya tidak suka membongkar berkas .config tidak juga suka melakukan adaptasi via terminal dengan semua perintah yang bikin bingung itu. Ya, saya tahu modem ini terdeteksi dengan vendor yang tepat jika dilihat di profil peranti keras yang terpasang di komputer. Tapi mengapa dia tidak mau "switching" dari "storage device" ke "modem", arrgghh…
Beberapa solusi "under hood" di internet tidak menarik minat saya. Mungkin karena saya tipe orang yang lebih cenderung mengerjakan semuanya melalui antar muka grafis karena itu Linux tampaknya agak menyindir saya dalam artian tertentu. Karena jika saya beruntung, saat booting maka "switching" akan terjadi dengan sendirinya, dan KNetwork Manager melakukan dial-up dengan sendirinya, woalla…, sambungan pun tercipta. Namun hanya jika si newbie ini beruntung.
Itulah mengapa saya lebih suka menggunakan Gnome dibandingkan dengan KDE, sembari setengah berharap jika Gnome 3.0 akan cepat meluncur ke dunia ini, he he…
Jika ada yang punya solusi dalam masalah ini silakan memberi tanggapan, tapi ingat, bukan solusi "under hood".
Catatan memasang openSUSE Tumbleweed berdampingan dengan Windows 11 di Dell Latitude 3440: shrink partisi, BitLocker, GRUB2 EFI, hingga audio yang sempat senyap.
Kolangitis akut adalah infeksi saluran empedu yang terjadi ketika aliran empedu tersumbat, paling sering oleh batu. Kenali gejala demam, kuning, dan nyeri perut kanan atas, pahami kriteria diagnosis serta derajat keparahan menurut Tokyo Guidelines 2018, dan ketahui mengapa drainase empedu tepat waktu bisa menyelamatkan nyawa.
Nyeri perut kiri bawah disertai demam bisa jadi tanda divertikulitis, peradangan kantung kecil di usus besar. Pedoman ACG 2026 mengubah pendekatan lama: antibiotik tak lagi rutin, operasi diindividualisasi, dan mitos pantang kacang-bijian dipatahkan. Simak penjelasan lengkap gejala, diagnosis, tata laksana terkini, dan relevansinya bagi Indonesia.
Roadmap DOE dan NATO, klaim 30 qubit logis Infleqtion, dan rencana Cloudflare soal sertifikat web pasca-kuantum: apa yang nyata, apa yang masih janji.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
18 tanggapan
firman
ha ha ha, di satu sisi ada orang yang sulit tidur di sisi lain ada orang yagn ketemu tempat agak enak aja .. langsung tidur ….
Mungkin kita mesti tanya ke fave terlebih dahulu, siapa tahu teknologi planetnya pakai Linux 😆
Ga usah khawatir, saya juga masih newbie kok, jadi sama-sama pendatang baru…, baru beberapa tahu saja, xi xi xi 😀
Saya kadang juga puyeng saat edit berkas.config
dan karena saat ini belum kesampean untuk beli modem “masalahnya lum punya komputer jinjing juga :(”
sekarang masih ke-Enak-an menggunakan telkom spidi 😀
Salah satu syarat fakultatif pengguna Linux adalah memiliki akses internet stabil dan kencang – maklum update-nya bisa lebih sering dibandingkan Windows 🙂
Linux memang menarik. Hanya gara-gara saya tidak bisa pake Linux buat internetan pake modem HP, saya jarang coba Linux lagi. Saya senang Mandriva, juga Ubuntu. Dan saya senang Gnome, artistik dan windows friendly 🙂
Tapi KDE katanya lebih ringan, saya ga tau benar apa nggak.
Kalau dari pengalaman saya IMO – KDE rasanya lebih berat dari Gnome deh 🙂
Rata-rata sekarang kernel Linux sudah bisa untuk hampir semua modem, termasuk hape, saya saja yang malas membongkar banyak berkas buat belajar, jadinya belum ketemu caranya sampai sekarang 😀
Tinggalkan Balasan