Selamat tinggal April selamat datang Mei…, walau sebenarnya tidak ada yang unik namun menghargai setiap waktu yang berlalu adalah hal-hal yang unik yang dapat kita sentuh dalam keseharian.
Sebenarnya saya ingin mengucapkan selamat tinggal pada halaman blog ini, ah…, tapi biarlah dulu seperti ini. Kesibukan saya semakin padat, dulu saya berpikir kalau membuat artikel terjadwal yang terbit setiap hari – maka saya bisa mengatur waktu dengan baik…, ah, tapi ternyata tidak ada penjadwalan untuk tanggapan yang masuk bukan?
What would this May be…?
Lebih sedikit artikel yang disajikan, mungkin hanya satu atau dua artikel per minggu, ha ha… lebih dikit ga apa-apalah, saya tidak pelit. Saya tidak memiliki penulis tamu, dan memang belum berniat menyebar undangan untuk itu, jadinya ya, paling akan ada waktu-waktu yang kosong.
Tema untuk bulan Mei adalah “memori” – “Small Fountain of Tiny Memories”, kenangan dari masa kanak-kanak…
Jika ada yang mengikuti tulisan blog tidak penting ini selama beberapa waktu, mereka pastilah tahu bahwa ingatan saya adalah hal yang paling buruk yang saya miliki.
Namun di lokasi terburuk itulah saya akan menggali, untuk mendapatkan mata air ini… – yang disebut orang sebagai kenangan…
Karena tidak ada banyak yang berharga di bulan ini, saya masih tetap menyarankan agar tidak seorang pun mengikuti blog ini baik melalui umpan sindikasi maupun melalui surat elektronik – tidak penting sama sekali kok.
Pada 22 Oktober 2026, Direktur Jenderal WHO bertemu grup K-pop ENHYPEN di Seoul untuk merayakan kampanye donor darah bersama penggemar mereka. Artikel ini merangkum faktanya, membandingkannya dengan kondisi Indonesia, dan menimbang apa kata sains tentang cara mengubah ikrar menjadi donor rutin.
WHO, WMO, UNICEF, dan UNFPA merilis indikator prioritas pertama untuk memantau dampak panas pada ibu hamil, bayi baru lahir, dan anak. Artikel ini menguraikan empat ranah indikator, cara menganalisisnya bersama data suhu, dan penerapannya di fasilitas kesehatan Indonesia, lengkap dengan keterbatasan buktinya.
Ulasan pedoman kurikulum resistensi antimikroba WHO 2019: lima modul, enam kurikulum profesi, serta langkah menerapkannya di rumah sakit, puskesmas, dan institusi pendidikan di Indonesia.
Artikel ini membahas pentingnya integrasi Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) dengan Program Manajemen Kualitas Perawatan (PMKP) untuk mengurangi risiko jatuh dan kesalahan pemberian obat. Ditekankan bahwa SKP harus menjadi bagian dari siklus mutu rumah sakit melalui validasi dan analisis data yang ketat, bukan sekadar kepatuhan administratif.
Di Polindes yang kecil, Raka mendengar detak jantung yang belum lahir, dan batuk yang tak mau dijelaskan. Malamnya, Oma berbicara kepada seseorang di luar jendela.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
memori…tema yang menarik…:)
semoga dengan mengenang masa kanak-kanak membuat kita lebih bening melihat kehidupan & menghangatkan kembali aura bermain dan keceriaan di hari-hari kita…
Tinggalkan Balasan