A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Apa yang kau lakukan untuk melewati malam tahun baru? Ah…, tentunya aku tidak bertanya kepada mereka yang sudah berjalan di alam “mimpi” ketika tepat pukul 00.00 waktu setempat di awal tahun tepat terlewati. Setiap orang memiliki caranya sendiri untuk melewati tahun baru, mungkin ada beberapa yang dalam rutinitas, dan beberapa dengan acara yang selalu baru di setiap tahunnya. Entahlah…, apapun itu, setahuku banyak orang menikmati dan bergembira saat melewati tahun baru, walau mereka yang memiliki segudang masalah pun acap kali tampak menyunggingkan senyum indah di pergantian tahun.

Tahun ini aku berada di rumahku di Gianyar, Bali. Ah.. ya ya.., tentu itu sudah ada pada topik sebelumnya. Hmm…, terus terang aku tidak mempersiapkan banyak untuk tahun ini. Kali ini, kuserahkan sepenuhnya koordinasi acara perayaan tahun baru pada adikku (ha ha.., sekali-kali inpower syndrome ga masalah), biar dia rembuk sama tetangga di sekitar rumah. Lumayan, sebagai penghuni rumah tertua di balik Kretakirttya Mandala, aku punyak banyak tetangga baru di tengah persawahan, mereka yang di era pra perguruan tinggi dahulu, selalu bersama-sama, mulai dari main bola sampai mengejar layang-layang putus.

Pagi harinya, aku menemani ibu hingga siang pada acara keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, perayaan tahun baru bersama serta pelepasan pegawai yang sudah memasuki usia paripurna dalam karya terhadap negara. Lumayan asyik juga, sudah lama tidak melihat acara dengan berbagai permainan yang unik dan lucu, baik untuk anak-anak maupun yang sudah beruban, ga kalah pingin memeriahkan acara ini….

 

Akhirnya hari beranjak sore, aku masih asyik memainkan Pro Evolution Soccer 2009 untuk Become Legend, he he (ini hobi yang buruk, jangan ditiru, aku pun sudah menguranginya), tampaknya koordinator acara belum memanggil kami untuk membantu kegiatan. Tahun ini rumah Mr. B – bukan inisial sebenarnya – menjadi mabes guna tempat perayaan kecil kami, sekaligus syukuran atas penerimaan di tempat kerja yang baru. Mendung menebal mempercepat kesan hari menjadi gelap, dan gerimis pun mulai turun. Barulah sekitar sejam setelah matahari terbenam (menurut waktu yang diperlihatkan di televisi lokal), akhirnya pesan kami terima, dan berkumpul-lah kami di lokasi X (tanpa ditandai).

Tentu saja selalu ada acara pokok setiap tahunnya, pertama harus ada “api”, karena tanpa itu acara memanggang tidak bisa dilakukan, seperti biasa, yang paling mudah dipanggang adalah sate lilit, baru kemudian dari kelompok aves…, yah…, setidaknya acara bukan yang paling penting, lucu saja rasanya sudah lama tidak bertemu kemudian menghabiskan waktu dengan teman-teman sepermainan. Yup…, namunlah itulah sebuah momen dari sekian banyak momen yang sudah terlewati, dan sekian banyak yang akan datang.

Untuk maju di tahun 2009, ada sebuah rentetan kutipan yang unik yang kutemukan di buku lama, namun sedikit kurang pas untukku, namun mungkin bagus untuk yang lebih mengenalinya, “Jika engkau dapat memaafkan dan melepaskan dirimu yang lalu, menerima dirimu yang saat ini, dan percaya pada dirimu yang akan jadi di masa mendatang…, sungguhpun engkau telah merayakan kehidupan ini, maka melangkah dan berbahagialah!

 

Selamat Tahun Baru 2009, semoga setiap langkah selalu menjadi hal yang lebih menarik…, baik untuk mereka yang telah melewati perayaan tahun baru dengan penuh suka cita, walau dengan suka cita buatan, hi hi, maaf tak maksud menyinggung seorang sahabat.

Semoga kebaikan datang dari semua sisi ^_^

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
  • Wajah Ganda Sang Parasit: Mengenal Leishmaniasis Kutaneus dan PKDL, Dua Babak dari Satu Penyakit
    Leishmaniasis kutaneus dan PKDL adalah dua wajah dari infeksi parasit Leishmania yang ditularkan lalat pasir—jarang ditemukan di Indonesia, namun tetap relevan lewat kasus impor dari personel yang bertugas di kawasan endemik. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis banding dengan kusta, dan tata laksana berdasarkan panduan terbaru WHO SEARO

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Satu tanggapan

  1. Avatar AHEAD
    AHEAD

    maksudnya apa “suka cita” buatan??

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca