Selamat tinggal April selamat datang Mei…, walau sebenarnya tidak ada yang unik namun menghargai setiap waktu yang berlalu adalah hal-hal yang unik yang dapat kita sentuh dalam keseharian.
Sebenarnya saya ingin mengucapkan selamat tinggal pada halaman blog ini, ah…, tapi biarlah dulu seperti ini. Kesibukan saya semakin padat, dulu saya berpikir kalau membuat artikel terjadwal yang terbit setiap hari – maka saya bisa mengatur waktu dengan baik…, ah, tapi ternyata tidak ada penjadwalan untuk tanggapan yang masuk bukan?
What would this May be…?
Lebih sedikit artikel yang disajikan, mungkin hanya satu atau dua artikel per minggu, ha ha… lebih dikit ga apa-apalah, saya tidak pelit. Saya tidak memiliki penulis tamu, dan memang belum berniat menyebar undangan untuk itu, jadinya ya, paling akan ada waktu-waktu yang kosong.
Tema untuk bulan Mei adalah “memori” – “Small Fountain of Tiny Memories”, kenangan dari masa kanak-kanak…
Jika ada yang mengikuti tulisan blog tidak penting ini selama beberapa waktu, mereka pastilah tahu bahwa ingatan saya adalah hal yang paling buruk yang saya miliki.
Namun di lokasi terburuk itulah saya akan menggali, untuk mendapatkan mata air ini… – yang disebut orang sebagai kenangan…
Karena tidak ada banyak yang berharga di bulan ini, saya masih tetap menyarankan agar tidak seorang pun mengikuti blog ini baik melalui umpan sindikasi maupun melalui surat elektronik – tidak penting sama sekali kok.
Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
59 tanggapan
Agung Pushandaka
Yang berhak menentukan apakah blog ini penting atau ndak bukan anda walaupun anda yang punya. Tapi pembacalah yang seharusnya menentukan, apakah blog ini penting untuk diikuti atau ndak. 😛
Sayang kalau blog seartistik ini akan terbengkalai. Apalagi sudah dihargai malah oleh salah satu situs penilai. Dengan gaya penulisan yang enteng tapi berbobot, saya pikir Bli Cahya akan dengan mudah mencipta sebuah artikel hanya dalam 5 menit. Jadi menurut saya, satu hari satu artikel adalah hal yang mudah bagi bli Cahya. So, jangan biarkan blog ini ‘to be closed’ seperti informasi di pojok kanan atas blog ini.
Ada pertemuan, maka ada perpisahan. Saya tidak memaksa diri untuk terus eksis di blogsphere, tapi bukan berarti “kabur kalau ada kesempatan” juga. Saya juga harus meninjau ulang pendanaan yang digunakan untuk memelihara blog ini, kalau lancar dan penghematan bisa dilakukan, mungkin “nyawa” blog ini dapat diperpanjang beberapa helai napas lagi 😀
Saya juga pernah bahkan dalam waktu kurang dari satu jam membuat 7 post haha. Namun itulah kalau isi dalam otak perlu ada yang dikeluarkan -____- Apalagi saya baru lulus SMA dan di rumah ga ada kerjaan jadi yang saya lakukan kalau di rumah ya hanya nulis nulis nulis.
Itulah uniknya nge-blog, daripada ditahan dalam unek-unek, maka lebih baik dikeluarkan semua bukan? Siapa tahu justru kita bisa menemukan banyak introspeksi setelah melihat kembali apa-apa saja yang ada dalam kepala kita pasca dituangkan ke dalam tulisan 😀
Saya tidak mempunyai agenda. Karena saya sangaaaat spontan 🙂 Maklum masih remaja.
Tapi sayang kalau anda mengucapkan selamat tinggal pada apa yang sudah anda lakukam, ya kan?
Salam kenal juga, maksudnya agenda nge-blog ya? Yah, sebenarnya sih saya juga tidak ada, saya lebih suka spontan, tapi kalau saya spontan, saya bisa menulis hingga 3 judul per hari, kadang itu tampak terlalu berlebihan. Sehingga kalau dibilang ini adalah sebuah agenda, maka saya rasa ini adalah cara saya membatasi diri dalam berkreasi – ha ha, mungkin karena profesi saya menuntut lebih banyak waktu daripada hobi saya.
Kalau remaja saya rasa memang perlu menulis lebih banyak, membaca lebih banyak. Mumpung masih memiliki gairah remajanya kan? Mengapa tidak berkreasilah secara spontan 🙂 *hiks saya sudah tua*
Tinggalkan Balasan