Selamat tinggal April selamat datang Mei…, walau sebenarnya tidak ada yang unik namun menghargai setiap waktu yang berlalu adalah hal-hal yang unik yang dapat kita sentuh dalam keseharian.
Sebenarnya saya ingin mengucapkan selamat tinggal pada halaman blog ini, ah…, tapi biarlah dulu seperti ini. Kesibukan saya semakin padat, dulu saya berpikir kalau membuat artikel terjadwal yang terbit setiap hari – maka saya bisa mengatur waktu dengan baik…, ah, tapi ternyata tidak ada penjadwalan untuk tanggapan yang masuk bukan?
What would this May be…?
Lebih sedikit artikel yang disajikan, mungkin hanya satu atau dua artikel per minggu, ha ha… lebih dikit ga apa-apalah, saya tidak pelit. Saya tidak memiliki penulis tamu, dan memang belum berniat menyebar undangan untuk itu, jadinya ya, paling akan ada waktu-waktu yang kosong.
Tema untuk bulan Mei adalah “memori” – “Small Fountain of Tiny Memories”, kenangan dari masa kanak-kanak…
Jika ada yang mengikuti tulisan blog tidak penting ini selama beberapa waktu, mereka pastilah tahu bahwa ingatan saya adalah hal yang paling buruk yang saya miliki.
Namun di lokasi terburuk itulah saya akan menggali, untuk mendapatkan mata air ini… – yang disebut orang sebagai kenangan…
Karena tidak ada banyak yang berharga di bulan ini, saya masih tetap menyarankan agar tidak seorang pun mengikuti blog ini baik melalui umpan sindikasi maupun melalui surat elektronik – tidak penting sama sekali kok.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
59 tanggapan
kikakirana
wah… kalo ini sich masih mending maz cahya…. lha QK malah sering menghilang tanpa pamit… lalu selanjutnya muncul juga tanpa di undang 😀
tapi QK bukan jelangkung loh maz 😆
” saya masih tetap menyarankan agar tidak seorang pun mengikuti blog ini baik melalui umpan sindikasi maupun melalui surat elektronik – tidak penting sama sekali kok. “
tanda centang dibawah kolom komentar ini di-default kosong saja gitu mas Cahya hehe 😀
Yang default itu kan untuk mengikuti pendapat para pembaca yang lainnya, kalau mengikuti tulisan saya sih tidak disarankan – tapi pendapat pembacanya yang sering kali memiliki nilai lebih untuk bisa diikuti dan didiskusikan bukan? 😆
Kebiasaan adalah satu-satunya pelayan yang akan bekerja untuk Anda tanpa bayaran..Cukup bangunlah kebiasaan tersebut dan kebiasaan itu akan berjalan dengan sendirinya tanpa Anda sadari. (Frederick Whitaker)…okelah kalo begitu..!! 😀
Tinggalkan Balasan