Objek wisata dan rekreasi kolam renang rasanya sudah menjadi sesuatu yang wajib ada di sebuah wilayah/daerah. Renang mungkin masih termasuk olah raga yang murah dan terjangkau oleh masyarakat luas – tentunya sebelum menghitung juga area renang lain yang bisa dimanfaatkan.
Kolam renang Bukit Jati adalah kolam renang yang paling tua di kota Gianyar. Mungkin sudah ada sejak aku lahir dulu, dan percaya atau tidak, hampir tidak ada yang berubah di kolam renang ini sejak terakhir kali aku datang kemari 10 tahun yang lalu. Kecuali tampaknya beberapa fasilitas yang mulai menua dan rusak tanpa adanya tanda-tanda perbaikan yang berarti.
Semisal loker yang tua rusak tanpa kunci, kamar mandi yang berlumut tebal, ruang ganti yang juga tanpa kunci dan penuh corat-coret dengan aroma pesing di mana-mana. Rasanya kondisi 10 tahun yang lalu masih lebih bagus. Bahkan di hari minggu pagi, saat melompat ke kolam, kotoran yang mengendap keluar lagi ke permukaan, membuat mood berenang semakin tidak karuan.
Itulah mengapa saat kubaca di salah satu blog anggota dewan di DPRD Gianyar tentang rencana peningkatan tarif/restribusi masuk kolam renang bukit jati untuk menambah pemasukan pemda Gianyar, jujur aku kurang setuju. Tarif sekarang senilai Rp 6.000,- untuk dewasa sudah termasuk standar, bahkan di Yogyakarta, tarif pelajar senilai itu sudah mendapatkan kolam renang dengan fasilitas yang lebih baik.
Seharusnya kolam renang ditujukan bagi pengembangan kesehatan masyarakat melalui kegemaran berolah raga renang, dan kukira nilai tukar kesehatan masyarakat jauh lebih bernilai daripada pemasukkan tambahan bagi pemda. Membuat olah raga renang lebih atraktif dalam rangka menyehatkan masyarakat kukira adalah sebuah tantangan bagi pemberdayaan kesehatan masyarakat.
Hari ini berenangku agak tidak menyenangkan. Ha ha…, selain muntah karena pusing, bahkan aku napasku tidak cukup panjang untuk bisa berenang seperempat panjang kolam renang. Aku bahkan kehabisan napas saat berusaha menghabiskan lebar kolam renang. Ah…, itu menyedihkan.
Hipoglikemia pada anak adalah kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat. Anak sadar harus diberikan glukosa oral 0,3 g/kg, sedangkan anak tidak sadar membutuhkan dekstrosa 10% intravena 2 mL/kg atau glukagon. Pengambilan sampel kritis sebelum terapi penting untuk identifikasi penyebab hipoglikemia secara tepat.
Sebelas mitos seputar diabetes—dari anggapan gula sebagai penyebab langsung hingga klaim obat herbal penyembuh instan—dibedah dengan bukti ilmiah dan data terbaru. Prevalensi diabetes Indonesia mencapai 11,7% (SKI 2023), namun mayoritas penyandang belum terdiagnosis. BPOM memperingatkan bahaya produk herbal ilegal yang mengklaim menyembuhkan “kencing manis”.
Patient-centered care kerap disalahpahami sebagai keramahan petugas atau kelengkapan berkas akreditasi. Artikel ini menelusuri definisi, bukti ilmiah terbaru, dan payung regulasi Indonesia — UU 17/2023, STARKES KMK 1596/2024, serta indikator nasional mutu — lalu menawarkan langkah praktis tiga lapis bagi klinisi, kepala unit, dan manajemen fasilitas kesehatan.
Diagnosis dengue bergantung pada hari demam. NS1 dan RT-PCR berguna pada hari 1–7, serologi IgM setelah hari ke-7. Di Indonesia, sensitivitas NS1 RDT hanya 73–80%, sehingga hasil negatif tidak menyingkirkan dengue. Kombinasi NS1+IgM meningkatkan sensitivitas. Pemantauan hematokrit dan trombosit serial tetap penentu utama keselamatan pasien.
Diagnosis demam tifoid bertumpu pada pemeriksaan yang lambat namun akurat, atau cepat namun meleset. Artikel ini membedah kultur darah, kultur sumsum tulang, Widal, Tubex, Typhidot, dan PCR — sensitivitas, spesifisitas, teknik pengambilan sampel, serta cara membacanya bersama probabilitas pra-uji agar antibiotik tidak diberikan sia-sia.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
[…] Bagi kami yang tumbuh dengan aroma sungai yang dipenuhi belukar hijau adalah kenangan yang luar biasa indah, bahkan hingga ke momen-momen di mana si anak terjatuh dan nyaris tenggelam karena lupa ternyata dia bisa berenang. Ah, ya tentu saja sungai adalah tempat belajar renang murah meriah secara autodidak bagi anak-anak. Walau sampai sekarang saya tidak bisa berenang dengan baik, setelah tragedi terakhir di bukit jati. […]
Tinggalkan Balasan