A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

I think human has achieve a remarkable evolution on knowledge building. And between trust, belief, enigma, and scientific methods, we have accumulate abundant forms of sciences. From a think as clear as we said it as formula, until the hypothetical quotation without boundaries.

Sometimes I would believe, this wasn’t the matter one’s attic – since we can’t measure it for sure.

Sometimes, knowledge is not about building everything by its foundation from scratch to the almighty castile. Knowledge sometimes… simpler than the thought itself.

Knowledge born by its own nature, just like a caterpillar, no way we ever imagine it would something with so much beauty in the end. Yes, it may uglier than the real caterpillar than we can found on banana’s leafs. Indeed you may get some allergic-like reaction when you close enough to it.

But if we willingly give a chance to learn honestly, by its own nature, it shall become the most beautiful butterfly of knowledge. Ah…, okay, its may not so beautiful in everybody’s point of view, we can’t just fix it like that. But yes, it is our own butterfly of knowledge.

But really, your pace sometimes its not always in the same rhythms with peoples’ ways, so it is your wisdom to to chose, stay in your nature or accelerate your pace to reach a higher goal.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 Cahya Legawa

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Diabetes Menjadi Kegawatdaruratan: Mengenal Ketoasidosis Diabetik
    Ketoasidosis diabetik adalah kegawatdaruratan metabolik diabetes melitus berupa trias hiperglikemia, ketonemia, dan asidosis, dipicu terutama oleh infeksi atau penghentian insulin. Tata laksana berpusat pada terapi cairan, insulin intravena kontinu, dan koreksi kalium, dengan pemantauan ketat untuk mencegah hipoglikemia, hipokalemia, dan komplikasi mengancam nyawa lainnya.
  • Bukan Sekadar Pikun: Menyimak Pedoman Nasional Tata Laksana Demensia 2026
    Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) Tata Laksana Demensia 2026 memberikan panduan untuk penanganan demensia di Indonesia. Dengan jumlah penderita yang diproyeksi meningkat, pedoman ini mencakup diagnosis, penanganan, dan strategi pencegahan. Kaya akan rekomendasi medis, hal ini penting untuk memastikan perawatan yang efektif bagi pasien demensia.
  • Satu Kali Kejang, Lalu Apa? Membaca Pedoman Nasional Tata Laksana Epilepsi Dewasa 2026
    Kejang pertama pada orang dewasa tidak otomatis berarti epilepsi, tetapi tidak boleh diabaikan. Artikel ini merangkum Pedoman Nasional Pelayanan Klinis epilepsi dewasa 2026: cara membedakan kejang dari pingsan, pertolongan pertama yang benar, peran pemeriksaan penunjang, prinsip terapi, hingga tantangan stigma dan akses obat di Indonesia. Untuk awam dan tenaga kesehatan.
  • Sang Peniru Ulung yang Bisa Diobati: Membaca Pedoman Nasional Tata Laksana Sifilis
    Indonesia kini memiliki Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Sifilis (KMK 291/2026). Artikel ini merangkum stadium penyakit, alur tes serologi, terapi penisilin, tindak lanjut, penanganan pasangan, serta perlindungan ibu hamil dan bayi, disertai catatan kritis agar fasilitas kesehatan, dari Puskesmas hingga rumah sakit rujukan, siap menerapkannya dengan aman dan konsisten.
  • Sebelum Kelas Pertama Dibuka: Cara Kemenkes Menimbang Program Studi Kesehatan Baru
    Keputusan Menteri Kesehatan 294/2026 mengatur syarat rekomendasi untuk membuka program studi kesehatan baru, mencakup kajian kesesuaian dengan kebutuhan tenaga kesehatan, kerja sama dengan fasilitas terakreditasi, dan penjaminan mutu. Tujuan utama adalah menyeimbangkan jumlah lulusan dengan kebutuhan layanan kesehatan di Indonesia, terutama yang berkaitan dengan pemerataan tenaga medis.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

7 tanggapan

  1. Avatar TuSuda
    TuSuda

    Sometimes the butterfly, give signs about beauty, wisdom and honesty. These, good talent explanation. Thanks for great post.

  2. Avatar Cahya

    @Kika, wah, buka kamus dong, melamar kerja nanti ada tes bahasa Inggris-nya lho 😆

    @TuSuda, You are welcome Doc 🙂

  3. Avatar kikakirana
    kikakirana

    wedewh,,, pake bahasa linggis,,
    kagak ngarti dah :mrgreen:

    HIDUP!!! aja lah…. :mrgreen:

  4. Avatar Cahya

    Wigati, kebetulan fotonya nemu duluan sebelum tulisannya dibuat 🙂

  5. Avatar wigati
    wigati

    😀 keren banget kupu2nya bisa di buku gitu mas…nyambung banget sama bagus post nya

  6. Avatar Cahya

    Pak Jarwadi, Sir, I believe I didn't mention anything about so called "truth"…

    It just about a learning process within one wisdom and choice.

    Well, the "truth", if we put it so simply, is something that everybody should find for him/herself.

  7. Avatar jarwadi

    if I may have a question, so what truth is? is it an everlasting process or others?

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca