Karena banyak yang protes dengan Disqus yang saya pasang sebagai sistem komentar di blog ini, akhirnya saya mesti angkat bendera putih juga. He he…, mau bagaimana lagi, daripada dikemplang rame-rame. Padahal saya suka sistem reply by mail-nya yang membuat saya tidak perlu repot-repot menyalakan komputer untuk membalas komentar (sebagian karena upaya mempopulerkan green blogging – sebenarnya Disqus dan komunitasnya memiliki kelebihan ini) karena hanya cukup menggunakan push email via ponsel lawas saya.
Yang protes tentunya adalah pengguna ponsel berbasis non-webkit, karena ponsel pintar berbasis webkit sangat pas dengan Disqus. Walau sebenarnya bugs bisa diatasi pada ponsel berbasis non-webkit menggunakan mesin Presto milik Opera Mini 5.1 yang diintegrasikan dengan akun Disqus tentunya.
Jadi saya mengembalikan sistem komentar asli WordPress plus dengan smiley icons-nya dan tentu saja CAPTCHA, he he (yang ini ndak boleh diprotes) sebagai bonus bagi pembaca yang budiman.
Namun ada kemungkinan (besar) saya mengaktifkan kembali Disqus di masa depan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Bagi yang tidak menghendaki memberikan tanggapan via Disqus, silakan memblok script Disqus di blog ini dengan ekstensi NoScript bagi pengguna Firefox (peramban lainnya menyesuaikan) – sehingga bisa menggunakan sistem komentar asli.
Glaukoma sudut tertutup akut terjadi ketika aliran cairan mata mendadak tersumbat sehingga tekanan bola mata melonjak. Kenali gejalanya yang sering menyerupai migrain atau sakit perut, pahami penanganan darurat dan laser iridotomi, serta mengapa rujukan di hari yang sama dapat menyelamatkan penglihatan.
Gigitan anjing membawa risiko ganda — infeksi bakteri dan rabies yang hampir selalu fatal begitu bergejala. Data Kemenkes RI mencatat 185.359 kasus GHPR dan 122 kematian pada 2024. Pencucian luka 15 menit dengan sabun-air, vaksin antirabies sesuai kategori paparan, serta rujukan ke Rabies Center adalah tiga langkah penyelamat nyawa yang wajib dipahami masyarakat dan tenaga kesehatan primer.
Catatan memasang openSUSE Tumbleweed berdampingan dengan Windows 11 di Dell Latitude 3440: shrink partisi, BitLocker, GRUB2 EFI, hingga audio yang sempat senyap.
Kolangitis akut adalah infeksi saluran empedu yang terjadi ketika aliran empedu tersumbat, paling sering oleh batu. Kenali gejala demam, kuning, dan nyeri perut kanan atas, pahami kriteria diagnosis serta derajat keparahan menurut Tokyo Guidelines 2018, dan ketahui mengapa drainase empedu tepat waktu bisa menyelamatkan nyawa.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Ya, sepertinya bakal demikian, plugin-nya belum saya lepas dari WordPress, hanya tidak aktif saja. Nanti kalau ada update saya akan pasang lagi, he he :D.
Mas Ris,
Lha, kan dimintanya begitu. Saya sih tidak masalah. Saya sudah memberikan masukkan pada tim Disqus untuk lebih memerhatikan pengguna ponsel, dan mereka sedang dalam pengembangannya.
Sistem Disqus hanya memudahkan saya untuk membalas komentar dari ponsel, jadi saya bisa melakukannya di mana dan kapan saja. Kalau pakai yang klasik begini, saya harus masuk ke blog sendiri lewat komputer. Paling efeknya ada komentar yang terlewatkan, ada yang diblok mesin antispam bee (yang lebih sadis dibandingkan akismet yang digunakan oleh Disqus).
CAPTCHA memberikan efek antispam yang sama dengan sistem yang digunakan oleh Disqus. Jadi ya, kalau disubstitusi memang demikian :).
He he…, lihat saja kalau ada yang protes dengan CAPTCHA, nanti saya balikkan ke Disqus lagi :lol:.
wah mas cahya penuh dengan ketidakkonsistenan neh 😆
Menurut saya lebih baik jadi diri sendiri saja. Terserah orang lain mau bilang disqus baik lah, jelek lah, toh yang merasakan manfaat kan pemilik blog sendiri.
Ah ya, saya sebenarnya lebih suka komentar default wordpress.
Dan satu lagi, saya amat sangat benci sistem CAPTCHA di bawah ini 🙁
Perasaan udah berkali-kali nih gonta-ganti sistem komentar. Sepertinya suatu saat nanti bakalan kembali nyoba Disqus nih. Lalu abis itu balik lagi ke asal 😆
Sistem default dengan antispam bee tidak memiliki istilah ditangkap mesin antispam, kalau spam langsung dihapus, kalau tidak langsung lolos, kalau perlu moderasi karena ketentuan moderasi, akan dimoderasi. Jadi ya pasti lolos dah, memangnya si akismet yang suka main tangkap :D.
He he…, CAPTCHA itu hadiah bagi yang pelit bandwidth.
Saya tidak melihat urutan yang tidak konsisten, hanya saja kok jam Bli Dani menunjukkan tanggal kemarin sih? Terang saja jadinya urutannya terbalik, soalnya komentar yang tidak lewat Disqus sebelum Bli Dani juga ada sudah sesuai seperti milik Mas Rismaka & Mas Iskandaria. Saya tidak tahu, soalnya jam di server pastinya sudah menyesuaikan dengan UTC kan?
Tinggalkan Balasan