A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Peranti lunak Microsoft RichCopy yang dikembangkan oleh Ken Tamaru dari Microsoft sangat bermanfaat dalam kegiatan perkantoran sehari-hari. RichCopy didesain guna membantu orang-orang yang menyalin sejumlah besar berkas dalam aktivitas kesehariannya.

Penyalinan berkas dapat dilakukan dari sebuah kandar penyimpanan ke kandar penyimpanan lainnya baik secara langsung atau melalui jaringan dengan cara mempercepat laju penyalinan data dan memperpendek waktu yang diperlukan untuk operasi penyalinan berkas. Singkat kata, peranti lunak ini membantu menyalin dengan cepat baik dalam satu komputer maupun antar komputer.

RichCopy juga merupakan alat penyalinan multitugas. Jadi daripada hanya menyalin berkas satu per satu, dengan peranti ini beberapa berkas dapat disalin sekaligus secara pararel, sehingga memangkas waktu yang diperlukan untuk menyalin berkas.

Anda juga dapat menghentikan dan melanjutkan kembali (pause & resume) operasi penyalinan data. Hal ini berguna bagi penyalinan data dalam sebuah jaringan (network), karena jika jaringan terputus pada titik tertentu saat penyalinan data sedang berlangsung, maka dapat dilanjutkan kemudian (tidak mengulang dari awal). Beberapa kontrol lain juga sangat membantu, seperti menyaring berkas yang disalin, menyimpan atribusi berkas, hingga menyesuikan ukuran cache penyalinan.

Anda dapat mengunduh RichCopy atau membaca tinjaun dari sumber aslinya di “Microsoft RichCopy: Free Utility to Copy Multiple Files with Pause/Resume Function”.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 Cahya Legawa

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
  • Wajah Ganda Sang Parasit: Mengenal Leishmaniasis Kutaneus dan PKDL, Dua Babak dari Satu Penyakit
    Leishmaniasis kutaneus dan PKDL adalah dua wajah dari infeksi parasit Leishmania yang ditularkan lalat pasir—jarang ditemukan di Indonesia, namun tetap relevan lewat kasus impor dari personel yang bertugas di kawasan endemik. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis banding dengan kusta, dan tata laksana berdasarkan panduan terbaru WHO SEARO
  • Air yang Merenggut Nyawa: Tujuh Strategi Global Mencegah Tenggelam dan Relevansinya bagi Indonesia
    Setiap tahun, lebih dari 300.000 orang di dunia meninggal karena tenggelam, dengan anak-anak sebagai korban utama. WHO meluncurkan paket kebijakan PROTECT yang berisi tujuh strategi mencegah tenggelam. Indonesia perlu mengembangkan strategi nasional dan memperkuat pengumpulan data untuk menurunkan angka kematian terkait tenggelam di negara kepulauan ini.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

17 tanggapan

  1. Avatar diditho
    diditho

    hemm, thanks. lagi nyari untuk backup data server soalnya. ternyata ada yang free bikinan engineer ms sendiri.. 😀

  2. Avatar Cahya

    TuSuda,

    Sama-sama dr. Putu 🙂

    Mas Ganda,

    Oh temp ya, ntahlah, belum kepikiran sampai sana, ayo Mas Ganda, dicoba saja 😀

  3. Avatar ganda
    ganda

    Bli Cahya,

    Maksud saya dengan menggunakan kapasitas temporary files di Windows. Tapi ya kalau harddisknya kecil, tetap tidak bisa ya? Hehehe…

  4. Avatar Cahya

    Mas Ganda,

    Ada kok, tapi masa untuk berkas yang besar bisa mencukupi, apa cache bisa menangani berkas raksasa? Berarti setidaknya memori CPU mesti up to 8GB dong jika begitu (bingung).

  5. Avatar TuSuda
    TuSuda

    Ini alternatif khusus dalam program copas ya, sebuah piranti yang baru juga saya kenal dari sini. Terimakasih infonya. 😉

  6. Avatar ganda
    ganda

    Bli Cahya,

    Tidak menggunakan sistem penyimpanan sementara ya?

  7. Avatar Cahya

    Mas Ardianzzz,

    Konon sih gratis 🙂

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca