A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Hari ini saya menemukan sebuah pamflet menarik yang berjudul “Ayo! Menjadi Keluarga Sadar Gizi – Agar Sehat & Cerdas”. Oleh karena saya tidak sesuatu yang lain untuk dituliskan, mari saya bagi sedikit isi pamflet tersebut.

Apa itu Kadarzi?

Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) adalah keluarga yang mampu mengenali dan mengatasi masalah gizi serta menerapkan perilaku gizi yang baik untuk seluruh anggota keluarganya.

Perilaku gizi yang baik adalah pengetahuan, sikap dan praktek keluarga untuk mewujudkan keadaan gizi yang baik meliputi menimbang berat badan secara teratur, mengonsumsi makanan seimbang dan berperilaku hidup sehat.

Makanan seimbang adalah susunan makanan yang terdiri dari makanan pokok, lauk-pauk, sayur dan  buah yang aman sesuai kebutuhan masing-masing anggota keluarga.

Beberapa Norma Keluarga Sadar Gizi

  1. Menimbang berat badan secara teratur.
  2. Makan aneka ragam makanan setiap hari.
  3. Menggunakan garam beryodium.
  4. Memberikan hanya ASI saja kepada bayi sejak lahir hingga usia 6 bulan.
  5. Mengonsumsi suplemen gizi sesuai anjuran.

Anggota keluarga perlu menimbang berat badan secara teratur karena berat badan merupakan petunjuk yang baik akan keadaan gizi dan kesehatan. Perubahan berat badan menunjukkan perubahan konsumsi makanan dan/atau gangguan kesehatan. Menimbang berat badan tidaklah sulit, dan bisa dilakukan di mana saja, di pusat pelayanan kesehatan atau di rumah sendiri.

Makanan beragam sangatlah penting, karena tidak ada satu jenis bahan makanan pun yang bisa memenuhi semua kebutuhan zat gizi. Sehingga keanekaragaman bahan makanan menyediakan zat gizi yang beraneka guna memenuhi kebutuhan zat gizi bagi tubuh. Untuk bisa menemuhi semua kebutuhan zat gizi, makanan sehari-hari terdiri dari makanan pokok (sumber karbohidrat), lauk-pauk (sumber protein), sayuran dan buah (sumber vitamin, mineral, serat), serta cukup mengonsumsi cairan/air.

Zat yodium diperlukan tubuh setiap harinya, sedangkan bahan makanan mentah sehari-harinya secara umum miskin akan zat yodium. Kekurangan zat yodium bisa menimbulkan penurunan kecerdasan dan tumbuh kembang yang dikenal sebagai Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY).

Bayi sejak lahir hingga usia 6 bulan hanya diberikan ASI saja, karena ASI merupakan makanan bayi yang paling sempurna, bersih dan sehat. ASI saja cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi sampai usia 6 bulan untuk tumbuh kembang normal. ASI juga praktis dan murah serta dapat meningkatkan kekebalan tubuh bayi, pun bisa menjalin hubungan kasih sayang antara ibu dan bayi. Ini mengingatkan saya pada tulisan lama saya tentang “Mengingat Kembali Makna ASI/Laktasi”.

Karena kebutuhan zat gizi pada kelompok bayi, balita, ibu hamil dan ibu menyusui meningkat dan seringkali tidak bisa dipenuhi dari makanan sehari-hari, maka perlu mengonsumsi suplemen gizi sesuai anjuran. Suplemen zat gizi diperlukan untuk memenuhi kebutuhan zat gizi.

Kebutuhan suplemen gizi adalah:

Kapsul vitamin A untuk bayi dan balita 2 kali setahun (setiap 6 bulan);

Kapsul vitamin A untuk ibu nifas 1 kali selama masa nifas;

Tablet Fe (zat besi) untuk ibu hamil – 1 tablet setiap hari selama 90 hari.

Bagaimana menilai keluarga sudah Sadar Gizi?

  • Seluruh anggota keluarga berstatus gizi baik.
  • Tidak ada lagi bayi berat lahir rendah ( < 2500 gram).
  • Keluarga telah menggunakan garam beryodium.
  • Semua bayi 0-6 bulan hanya diberi ASI saja.
  • Semua balita naik berat badannya.
  • Tidak ada anggota keluarga yang mengalami gizi lebih.

Ayo! Menjadi Keluarga Sadar Gizi

    ← Kembali

    Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

    Rating(wajib)

    Artikel Baru Terbit

    • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
      Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
    • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
      Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
    • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
      Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
    • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
      Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
    • The Dream That Keeps Breathing
      What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.

    Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

    4 tanggapan

    1. Avatar Cahya

      Nandini,

      Benar sekali, folat memang sangat penting bagi ibu hamil, terutama untuk perkembangan janin. Jika tidak bisa-bisa nanti janin menderita neural tube deffect.

      Tapi bukankah folat banyak terdapat pada dedaunan hijau (folat, asal kata folium = daun)? Kemungkinan kekurangan asam folat di daerah tropis sangat kecil, apalagi kita punya sumber folat alami yang berlimpah. Kalau di luar negeri sih masih mungkin.

      Ibu-ibu hamil di pedesaan pasti disarankan makan sayuran hijau beraneka ragam (poin nomor 2 tulisan di atas), karena untuk memberi pasokan folat yang mencukupi. Biji-bijian dan kacang-kacangan juga banyak mengandung folat.

      Yah, kalau ada ibu yang agak manja sedikit, tidak suka makan sayuran atau biji-bijian dan lebih suka ngemil dan memilih junk food – maaf – mungkin ia memerlukan tambahan suplemen folat.

      Folat hanya diresepkan jika pola makan atau asupan nutrisi ibu hamil ditenggarai berpotensi menyebabkan defisiensi folat.

      Hati-hati, iklan bisa menyesatkan :D.

    2. Avatar nandini

      kok ga ada folat untuk ibu hamil Bli? itu kan nyaris tidak pernah ketinggalan untuk diresepkan?

    3. Avatar Cahya

      Mas Ganda,

      Maksudnya ikan laut yang tidak sehat itu seperti apa Mas?

      Ikan laut yang berasal dari perairan tercemar, diawetkan secara keliru (dengan formalin misalnya), sudah tidak segar lagi, memang sewajarnya dihindari. Karena jika dikonsumsi tentu bukannya berguna, tapi bisa-bisa merugikan kesehatan kita sendiri.

      Kalau dekat dengan laut biasanya tidak masalah, tapi yang jauh dari laut mungkin akan kesulitan mendapatkan ikan laut bermutu. Tapi kan menu sehat bisa diganti dengan yang lainnya, misalnya dengan ikan air tawar.

    4. Avatar ganda
      ganda

      Bagaimana dengan ikan laut yang tidak sehat bli?

    Tinggalkan Balasan

    Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

    Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

    Lanjutkan membaca