A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Anggrek merupakan salah satu kegemaran dalam keluarga saya, walau tidak termasuk berburu dan mengoleksi anggrek, namun beberapa tanaman jenis ini ada di rumah. Salah satunya adalah anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis), yang begitu indah saat mekarnya.

Sebagai salah satu bunga nasional Indonesia, selain melatih putih (Jasminum sambac) dan padma raksasa (Rafflesia arnoldi), maka anggrek putih sebagai puspa pesona memang mengagumkan.

Saya rasa sebagai puspa pesona, rasanya orang-orang yang mampu di negeri ini memiliki bunga ini guna menghiasi pekarangan rumahnya. Ini akan mengingatkan kita bahwa pesona negeri ini juga ada pada alamnya yang tidak bisa kita tak acuh begitu saja.

Negeri ini sibuk dengan urusan politik dan kriminalitas serta pelbagai masalah sosial tiada henti. Kadang kita lupa melihat lingkungan kita juga yang mengalami krisis yang tidak kalah memprihatinkannya, lihat saja abrasi dan penurunan tanah di Jakarta yang sedang hangat, atau nelayan suku Bajo yang semakin sulit mendapatkan tangkapan, sungai-sungai yang tercermar.

Anggrek bulan hanyalah sebuah lambang, yang semoga bisa mengingatkan kita, bahwa pesona negeri ini baik yang menciptakan kenyamanan bagi rakyatnya untuk tetap hidup di dalamnya, maupun ketertarikan dunia luar, juga merupakan titipan alam kepada bangsa ini. Selayaknya pesona ini terus dijaga dengan penuh kesadaran.

Saya mengambil gambar di atas dengan kamera ponsel seadanya, baru kemudian saya berpikir. Apa ini memang anggrek bulan ya…?

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Rumah Baru, Wajah Baru
    Legawa.com baru saja melakukan pembaruan identitas visual dengan logo baru yang sederhana, menggambarkan matahari di atas awan. Simbol ini merepresentasikan perjalanan penulis dan esai yang dihasilkan. Desain yang bersih dan konsisten diharapkan dapat menjadikan blog ini lebih tenang dan jujur, tanpa elemen yang bersaing.
  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

12 tanggapan

  1. Avatar Cahya

    Lia,

    Coba bisa dibuat gambar 3D-nya di jalan-jalan :).

  2. Avatar lia sikupu
    lia sikupu

    Indahnya si anggrek bulan yang dipotret dengan kamera ponsel ^__^

  3. Avatar Itik Bali

    Bagus banget blognya

    saya suka anggrek, tpi kadang ngga tahu jenisnya apa

  4. Avatar Cahya

    Wah, saya tersanjung, Itik Bali bersedia berkunjung ke gubuk saya ini :).

    Saya malah hampir selalu ndak tahu nama anggreknya apa, maklum saya ndak begitu dekat dunia tumbuh-tumbuhan.

  5. Avatar Cahya

    Pak Aldy,
    Saya ndak tahu kalau ada sebanyak itu, wah mesti buka ensiklopedia lagi nih :).

    Pak Aldy, dilirik bentar saja, jangan lama-lama, trus pakai disable image gitu :lol:.

  6. Avatar aldy

    Yang saya ketahui ada 5 jenis mas, salah satunya yang dikenal dengan anggrek hitam (lagi-lagi tidak tahu nama ilmiahnya)

    foto tanpa memandang? ach…aku perlu belajar 😆

  7. Avatar Cahya

    Pak Aldy,

    Memangnya anggrek bulan ada berapa jenis? Maaf, lagi ndak nyambung nih, maklum ga lulus kelas botani sih :D. Mungkin nanti nodong Mas Rismaka kalau dia sempat, dia kan yang ngelola blog flora & fauna.

    Saya ndak mandang, cuma foto doang :P.

  8. Avatar aldy

    Anggrek bulan putih? sepertinya ya, saya tidak tahu nama ilmiahnya.

    Selain itu ada yang bunganya berwarna keribang.

    Bunda saya bilang, orang yang sering memandang anggrek bulan menandakan ingin punya pendamping 😀

  9. Avatar Cahya
    Cahya

    Hanifimahaldi,

    Tapi kita tidak menunggu untuk digerakkan bukan sehingga baru bisa peduli pada lingkungan :).

    Untuk wilayah intim dan pribadi kita sendiri kan kita bisa mulai menjaga lingkungan dari sana, semisal mengolah limbah rumah tangga.

  10. Avatar hanifimahaldi

    bener bli… lingkungan kita sudah tak bisa kita abaikan, tapi bergerak secara sendiri2 lebih sulit ketimbang bergerak secara bersama dalam masalah lingkungan,

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca