Tidak bisa dipungkiri bahwa belahan planet yang berada di antara garis khatuliswa mendapat limpahan sinar matahari yang luar biasa banyak sepanjang tahunnya, meski juga musim hujan bisa jadi sesuatu yang luar biasa. Berbeda dengan wilayah dengan empat musim, kita memiliki sinar yang melimpah.
Jika orang bisa terpapar sinar matahari pagi secara rutin, mungkin sambil berolahraga ringan, kita bisa mengurangi risiko osteopenia di kemudian hari. Dan rasanya kecil kemungkinan mereka yang hidup di wilayah tropis akan mengalami kekurangan vitamin D karena jarang terpapar sinar matahari pagi.
Tapi mungkin bisa jadi, sekolah dan kantor sudah dimulai pagi-pagi sekali, sehingga siswa dan pegawai mesti sudah masuk gedung sebelum sempat menikmati sinar matahari pagi.
Saya tidak begitu memahami, mengapa sekolah harus dimulai pagi sekali, sekitar pukul 07.30 rata-rata. Padahal itu waktu yang cukup efektif untuk mendapatkan sinar matahari pagi, khususnya bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan yang memerlukan cukup banyak vitamin D untuk tulang mereka.
Namun entah mengapa, mungkin masalah ini hanya terjadi di kota-kota besar. Karena anak begitu keluar rumah, masuk mobil, dan kemudian masuk gedung sekolah – sangat minim paparan dengan sinar matahari. Sementara yang di pedesaan atau pedalaman, anak-anak mesti berjalan cukup jauh hingga sampai di sekolah, kadang mesti bersepeda selama setengah jam di bawah terpaan matahari pagi, sampai berpeluh mereka baru tiba di sekolah.
Jika Anda sempat, nikmatilah berjemur di pulau tropis – karena sinar matahari pagi baik untuk kesehatan. Bila perlu sedikit gosong juga tidak masalah, kulit sedikit kecoklatan – sawo matang adalah ciri bangsa ini, masa mau dibuat putih semua :D.
Dan tentunya, tidak hanya manusia yang menyukai sinar matahari pagi di pulau topis. Kita bisa berbagi dengan setiap bentuk kehidupan tentunya, ini membuat berjemur di pulau tropis tidak pernah membuat perasaan sepi.
Cystic fibrosis adalah kelainan genetik langka yang mengganggu transpor cairan di paru, pankreas, dan organ lain, menyebabkan infeksi paru berulang serta gangguan pencernaan. Meski jarang di Asia, kasus tetap ditemukan di Indonesia. Artikel ini membahas patofisiologi, diagnosis melalui uji keringat, serta era baru terapi CFTR modulator dan tantangan aksesnya.
Studi fase 3 UP-AA1/UP-AA2 di JAMA Dermatology menunjukkan upadacitinib—obat rematik golongan JAK inhibitor—membantu hingga 55% penderita alopesia areata berat menumbuhkan kembali minimal 80% rambut kulit kepala dalam 24 minggu. Meski menjanjikan, obat ini belum disetujui resmi untuk indikasi ini di Indonesia maupun global.
Siklotimia adalah gangguan mood kronis yang ditandai ayunan hipomania dan depresi ringan selama minimal dua tahun, sering disalahartikan sebagai kepribadian labil. Artikel ini membahas kriteria diagnostik DSM-5-TR, risiko berkembang menjadi bipolar, serta tata laksana yang menempatkan psikoterapi sebagai lini pertama sebelum farmakoterapi.
Urolithin A, senyawa yang dihasilkan dari konsumsi buah delima, menunjukkan potensi dalam mengobati gagal jantung HFpEF dengan memperbaiki relaksasi otot jantung melalui aktivasi protein PKGIα. Meskipun hasil uji pada hewan dan jaringan manusia menjanjikan, uji klinis pada pasien masih diperlukan sebelum penerapan terapi ini.
Wabah cyclosporiasis melanda ratusan warga Amerika Serikat pada musim panas 2026, disebabkan parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis yang mencemari sayur dan buah segar. Artikel ini mengulas biologi parasit, gejala diare “meledak-ledak”, tantangan diagnosis laboratorium, terapi TMP-SMX, hingga relevansinya bagi keamanan pangan dan kewaspadaan klinis di Indonesia.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
25 tanggapan
Charles
Sekarang malah anak2 sekolah masuknya jam 6:30 ya. Klo dulu masih suka ada upacara pagi2, sekarang ga tau deh…
Pak Aldy,
Entahlah, kalau semuanya serba cepat, apa yang akan terjadi dengan planet ini?
Mas Pushandaka,
Belang is cool, coba saja tanya Martin yang main film Madagascar 🙂 – sedikit warna gelap pada kulit yang sering terpapar sinar matahari justru bisa membantu melindungi kulit dari bahaya matahari.
Kalau masalah kapan waktu yang tepat untuk berjemur, itu tergantung pada lokasi geografis di permukaan bumi. Karena yang kita perlukan adalah sinar ultra violet dengan panjang gelombang antara 290 sampai dengan 315 nanometer. Atau secara umum disebut sebagai UV-B.
Sinar matahari pada panjang gelombang ini di daerah tropis seperti kita ada pada sepanjang hari, berbeda dengan misalnya daerah lain, sebagai contoh di Inggris mungkin panjang gelombang ini hanya ada sepanjang April hingga Oktober saja, karena antara November dan Maret sinar matahari terlalu jauh di cakrawala (Selatan).
Jadi untuk mendapat vitamin D bisa berjemur kapan saja jika kita ada di daerah tropis Bli Gung. Hanya saja, sinar matahari juga mengandung beberapa panjang gelombang yang berbahaya dan bisa merusak sel-sel tubuh jika terpapar terlalu lama, atau memicu timbulnya kanker.
Sehingga untuk amannya, kita disarankan berjemur pada pagi hari, apalagi udara pagi cukup segar, jadi jika bisa berjemur sambil berolahraga seperti senam pagi sekitar 10 sampai 20 menit, mengapa tidak :).
Sore hari pun cukup baik, jika kita memiliki waktu luang, tapi sore hari biasanya orang selesai beraktivitas dan menggunakan waktu untuk keluarga atau hobi mereka.
Pak Sugeng,
Sekitar 15 menit di pagi hari sudah cukup Pak. Ndak perlu lama-lama, tapi setidaknya cukup paparan sinar matahari.
Saya ingat advance dokter langganan ku saat aku mengeluh badan sering pegal-pegal. Dokter tersebut enyarankan untuk sering berjemur di pagi hari maksimal sampai jam 9 pagi. namun sampai sekarang masih belum bisa saya lakukan secara penuh karena memang jam segitu biasanya sudah beraktifitas di tempat kerja. Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
Saya ndak bermasalah kalau kulit saya jadi berwarna kecokelatan karena sinar matahari. Tapi yang bikin malas, kulit saya jadi berwarna belang karena bagian yang selalu tertutup pakaian berwarna lebih terang sementara bagian yang sering tersinar menjadi lebih gelap. Lama-lama jadi seperti zebra deh..
Satu pertanyaan mas; apakah sinar matahari pagi dan sore sama baiknya?
kalo dipikir-pikir, saya lebih beruntung juga sih, soalnya dulu berangkat sekolah jalan kaki, jadi lumayan dapet asupan vitamin D buat badan, sedangkan sekarang udah jarang, lha kerja aja masuk jam 8.30, jadi udah lumayan panas di jalan, belum lagi kalo bangun kesiangan, jadi kurang menikmati deh 😀
Tinggalkan Balasan