A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Sekitar satu atau dua hari yang lalu, saya mendapatkan surel yang menanyakan tentang aktivitas ngeblog (anggap saja kata ini sudah semi baku). Sebenarnya yang ditanyakan dua pertanyaan, tapi entah mengapa saya merasa itu sama saja.

Pertanyaan pertama adalah, apa sih manfaatnya ngeblog? Dan pertanyaan kedua adalah, apa ngeblog bisa mendatangkan keuntungan? Nah, saya sendiri mulai agak berpikir, sebenarnya apa ada bedanya antara kata “manfaat” dan “keuntungan” secara konotatif dalam tajuk ini? Jika bermanfaat, itu sudah menguntungkan, jika menguntungkan, juga berarti bermanfaat, ah…, silakan dirangkai sendiri.

Namun jika pertanyaan itu ditujukan pada saya, maka saya sendiri tidak melihat manfaat khusus atau spesifik dari sebuah blog atau catatan daring di dunia maya ini. Anggap-lah sebuah hobi menulis, saya suka menulis, dan saya memilih menulis di sebuah blog ketimbangan media alternatif lainnya.

Mengapa sebuah blog? Tidak harus blog sebenarnya, saya mungkin pernah menyampaikan sebelumnya, saya juga memiliki buku kecil di mana saya suka menuliskan sesuatu. Tapi saya tipe orang yang teledor, saya bisa lupa di mana meletakkan buku tersebut, dan saya tidak mungkin selalu membawa sebuah buku ke mana-mana. Jadi saya pikir jika ada sesuatu yang di mana saya bisa menulis hingga “nyampah” sepuasnya, maka itu adalah sebuah ruang tak kasat mata, dunia maya menjadi pilihan. Sehingga saya tidak perlu khawatir, jika saya berjalan-jalan ke Venezia, dan melupakan buku catatan saya di salah satu gondola mungil di antara kanal-kanal.

Di dunia nyata sendiri ada banyak tempat untuk menulis, tapi blog adalah tempat yang bisa memberikan ruang terbaik. Jejaring sosial lain terlalu terbatas, ada banyak aturan privasi karena terisi oleh terlalu banyak hal-hal privasi. Tapi blog tidak memiliki terlalu banyak setelan seperti itu, bisa dibuat dan didesain sesuai dengan selera masing-masing.

Sebagai sebuah tempat menyalurkan hobi, blog juga memberikan tempat menyimpan banyak kenangan hidup, tempat untuk menghempaskan emosi dan unek-unek dalam benak yang tidak mau lepas begitu saja, dan tentu saja kita bisa berbagi banyak hal dan lebih dari sekadar emosi belaka.

Ketika saya menulis, misalnya saja tulisan ini, maka tulisan ini bisa dibaca siapapun dan di mana pun ia berada di bumi ini, selama memiliki jaringan dan peralatan yang tepat. Bahkan mereka dapat ikut memberikan pendapat mereka guna melengkapi tulisan ini, sebuah interaksi tanpa batas, dan pembelajaran tanpa sekat dapat nyaris hadir dengan utuh.

Blog juga menyimpan sejarah kehidupan saya, jika saya melihatnya kembali ke belakang, maka saya tahu apa-apa saja yang sudah saya lewati sebelumnya. Saat-saat di mana saya mengalami banyak tekanan, saat-saat di mana kehidupan tersisipi kebahagian. Tentu saja dalam pelbagai tulisan yang hanya kemudian tidak berarti bagi banyak orang, namun terselip banyak hal yang menyimpan riwayat yang tak terkisahkan – I am coding my life under a virtual manuscript.

Semua itu mungkin bukan apa-apa, namun jika ingin dikatakan manfaat atau keuntungan, saya rasa itulah manfaatnya. Namun jika merujuk ke dalam keuntungan finansial, ya – saya yakin bagi banyak narablog ada yang sudah merasakan keuntungan tersebut.

Monetasi blog bukan keahlian saya, walau saya suka bermain-main dengan Google AdSense, namun itu hanya sekadar untuk memenuhi rasa ingin tahu saya terhadap pola yang mereka terapkan. Itulah mengapa saya selalu berkata, jangan lupa mengaktifkan sistem blokade iklan pada peramban anda masing-masing.

Untuk monetasi blog, saya rasa ada banyak narablog lain yang lebih berpengalaman untuk menjelaskan.

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Diabetes Mengancam Penglihatan: Mengenal Retinopati Diabetik
    Retinopati diabetik adalah komplikasi mikrovaskular diabetes yang dapat merusak penglihatan tanpa gejala awal. Prevalensinya di Indonesia berkisar 10–32%, dengan satu dari empat pasien berisiko mengalami kondisi mengancam penglihatan. Skrining fundus rutin, kontrol glikemik ketat, serta terapi laser atau anti-VEGF menjadi kunci mencegah kebutaan akibat diabetes.
  • Ketika Diabetes Menjadi Kegawatdaruratan: Mengenal Ketoasidosis Diabetik
    Ketoasidosis diabetik adalah kegawatdaruratan metabolik diabetes melitus berupa trias hiperglikemia, ketonemia, dan asidosis, dipicu terutama oleh infeksi atau penghentian insulin. Tata laksana berpusat pada terapi cairan, insulin intravena kontinu, dan koreksi kalium, dengan pemantauan ketat untuk mencegah hipoglikemia, hipokalemia, dan komplikasi mengancam nyawa lainnya.
  • Bukan Sekadar Pikun: Menyimak Pedoman Nasional Tata Laksana Demensia 2026
    Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) Tata Laksana Demensia 2026 memberikan panduan untuk penanganan demensia di Indonesia. Dengan jumlah penderita yang diproyeksi meningkat, pedoman ini mencakup diagnosis, penanganan, dan strategi pencegahan. Kaya akan rekomendasi medis, hal ini penting untuk memastikan perawatan yang efektif bagi pasien demensia.
  • Satu Kali Kejang, Lalu Apa? Membaca Pedoman Nasional Tata Laksana Epilepsi Dewasa 2026
    Kejang pertama pada orang dewasa tidak otomatis berarti epilepsi, tetapi tidak boleh diabaikan. Artikel ini merangkum Pedoman Nasional Pelayanan Klinis epilepsi dewasa 2026: cara membedakan kejang dari pingsan, pertolongan pertama yang benar, peran pemeriksaan penunjang, prinsip terapi, hingga tantangan stigma dan akses obat di Indonesia. Untuk awam dan tenaga kesehatan.
  • Sang Peniru Ulung yang Bisa Diobati: Membaca Pedoman Nasional Tata Laksana Sifilis
    Indonesia kini memiliki Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Sifilis (KMK 291/2026). Artikel ini merangkum stadium penyakit, alur tes serologi, terapi penisilin, tindak lanjut, penanganan pasangan, serta perlindungan ibu hamil dan bayi, disertai catatan kritis agar fasilitas kesehatan, dari Puskesmas hingga rumah sakit rujukan, siap menerapkannya dengan aman dan konsisten.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

27 tanggapan

  1. Avatar Agung Pushandaka
    Agung Pushandaka

    Saya memulai ngeblog malah tanpa memikirkan manfaatnya. Saya cuma pengen baca dan menulis. Sesederhana itu.

    Manfaat blogging ya.., saya jadi bisa membaca dan menulis. Hehe!

  2. Avatar agung

    Kalau saya ingin mengumpulkan rupiah dari blogging, bisa ndak ya? 😀

  3. Avatar Cahya

    TuSuda,
    I am thinking the same Doc :D.

    Pak Sugeng,
    Ndak perlu-lah sampai terprovokasi, nulis biasa lebih enak :).

  4. Avatar Sugeng
    Sugeng

    Bagiku sendiri, ngeblog hanya untuk kesenangan saja dan saya berangkat dari ketidaktahuan saya dengan dunia maya ini. Namun tidak bisa di pungkiri kalau aku sendiri juga pingin berlimpah recehan dari aktifitas ngeblog ini (setelah melihat dan di provakasi oleh teman blogger lainnya). Kenyataan nya sampai detik ini ngeblog bagiku cuma sekedar menuliskan uneg-uneg dalam hati 😆
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  5. Avatar TuSuda
    TuSuda

    Just Blogging for Sharing…

  6. Avatar Cahya

    Pak Aldy,
    Wah…, saya semakin sedikit waktu luang nih :D.

    Mas Hendro,
    Ya, kan masing-masing orang punya pandangan dan motifnya tersendiri :).

  7. Avatar hendro
    hendro

    Macam-macam sih tujuan ngeblog , manfaat atau tifdak manfaatnya itu tergantung nara blog yang bersangkutan.
    Asal jangan menganggu aktifitas nyata yang utama, tapi kalau hidupnya di buat ngeblog yah..apa boleh buat..

  8. Avatar aldy

    Blogging for kill the time…:lol:

  9. Avatar Cahya

    Mas Ganda,
    He he…, blogging for soul :D.

  10. Avatar ganda
    ganda

    Blogging for happines. Slogan ku. 😀 Hahahaha..

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca