A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Beberapa mangaka mengizinkan scanlation untuk karya-karyanya, sementara yang lain tidak. Sehingga tentu saja ada beberapa scanlation yang hanya ditujukan sebagai fansub. Anda bisa membeli karya aslinya di toko buku terdekat, dan menyimpan scanlation-nya di netbook atau notebook anda. Beberapa orang menyukai sistem ini karena memudahkan membawa komik-komik kesukaan mereka jika bepergian jauh tanpa perlu membawa buku aslinya yang bisa hanya menambah sesak isi koper.

Nah untuk pengguna Linux, seperti Green Gecko misalnya – Anda bisa memasang sebuah peranti lunak bernama Comix. Program ini sebenarnya sebuah program untuk menampilkan gambar (ala Picasa album atau ACDSee), tapi memang ditujukan untuk pembaca komik agar terasa lebih nyaman.

Comix is a user-friendly, customizable image viewer. It is specifically designed to handle comic books, but also serves as a generic viewer. It reads images in ZIP, RAR or tar archives (also gzip or bzip2 compressed) as well as plain image files. It is written in Python and uses GTK+ through the PyGTK bindings.

Comix – Penampil Buku Komik GTK

Program ini cukup nyama digunakan, beberapa fitur yang tersemat adalah menampilkan dalam mode layar penuh, menampilkan dua halaman atau satu halaman sesuai selera, menampilkan sesuai ukuran layar atau sesuai lebar gambar atau tinggi gambar atau keduanya. Ada mode suryakanta juga, serta memiliki kemampuan mengarsip dan membentuk kepustakaan.

Anda bisa mengunduhnya langsung dari situs resminya, atau pengguna Green Gecko bisa memasang langsung dari Software Manager, dan tentu saja gratis karena ini kan open source. Selain Green Gecko beberapa Linux/BSD/Unix lain juga memilikinya via system’s package manager, seperti Arch Linux, DragonFly BSD, Fedora, FreeBSD, Frugalware Linux, Gentoo, Linspire, Mandriva, NetBSD, OpenBSD, Pandus, PCLinux OS, Slackware, Ubuntu dan ZenWalk.

  Copyright secured by Digiprove © 2011 Cahya Legawa

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

4 tanggapan

  1. Avatar .gungws
    .gungws

    wah…wah….cari aplikasinya aah

  2. Avatar TuSuda
    TuSuda

    Sementara ini masih getol dengan program W7, makasi infonya ya… 🙂

  3. Avatar Darin
    Darin

    Wow, jadi kepingin juga. Tapi bermigrasi ke Linux? Wah wah, sebuah pilihan yang berat hehe 🙂

    1. Avatar Cahya

      Mas Darin,

      Yah, siapa tahu menambah lahirnya kartunis open source :D.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca