A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Oke, sudah banyak yang sudah tahu bagaimana cara memasang TweetDeck – klien microblogging twitter yang terkenal itu di Linux. Jadi ini hanya sedikit menambahkan catatan saya saja untuk ke depannya. Anda bisa mengikutinya, tapi saya tidak menjamin keberhasilannya. Sistem yang saya gunakan adalah SUSE LINUX Release 11.3, Kernel Linux 2.6.34.7-0.7-desktop dengan Gnome 2.30.0. Jika agak berbeda, silakan menyesuaikan.

TweetDeck adalah dekstop client untuk pelbagai jejaring sosial seperti twitter, facebook, linked-in, foursquare, dan beberapa lagi. Tentu saja dengan fitur yang lengkap nan kaya, membuat jejaring sosial sangat mudah digunakan dan dikontrol. Tapi ya, mungkin tweetdeck termasuk agak berat.

Sebelum memasang TweetDeck, maka perlu memasang AdobeAIR® dulu pada OpenSuse. Caranya mungkin Anda masih ingat ketika kita membahas Plurk Client di OpenSuse dulu? Ah, saya juga tidak begitu ingat, tapi coba kita lihat lagi.

Untuk memasang AdobeAIR® kita perlu memastikan bahwa semua dependencies yang diperlukan terpasang, beberapa paket perlu dipastikan terpasang, jika belum bisa dipasang dengan perintah berikut melalui terminal (sebagai super user):

zypper install libasound2 libgcc44 libncurses5 
libstdc++ libxml2 mozilla-nss mozilla-nspr 
gtk2-devel gnome-keyring libxml2-devel libxml2-devel libxslt 
rpm rpm-devel

Nah itu penjelasan lengkapnya ada di halaman: Adobe AIR Installation. Silakan salin-tempel perintah di atas ke jendela terminal untuk menjalankannya.

Setelah paket-paket tersebut terpasang, maka berkas pemasangan Adobe AIR kini bisa diunduh langsung sebagai berkas AdobeAIRInstaller.bin atau menuju halaman unduh Adobe AIR. Saya mengunduh paket tipe .bin, namun Anda bisa mengunduh yang jenis lain seperti .rpm atau .deb, asal mengerti bagaimana memasangnya nanti.

Setelah berkas instalasi selesai diunduh, maka selanjutnya adalah pemasangannya, sehingga program dapat berjalan dengan baik. Silakan gunakan terminal untuk menjalankan perintah berikut:

chmod +x AdobeAIRInstaller.bin

dan kemudian berikan perintah berikut:

./AdobeAIRInstaller.bin

Maka jendela pemasangan/instalasi Adobe AIR akan muncul, lanjutkan instalasi sesuai dengan tahapannya (sama seperti memasang program pada Windows) hingga usai.

Berikutnya adalah pemasangan TweetDeck melalui peramban, Anda mungkin perlu memulai ulang peramban anda. Beberapa laporan mengatakan bahwa Firefox 3.6.x Branding OpenSuse tidak bisa memasang berkas TweetDeck, mungkin Anda bisa menggunakan peramban alternatif. Saya menggunakan Google Chrome 8.x (versi stabil) untuk memasang TweetDeck.

Silakan menuju halaman pemasangan TweetDeck, klik ikon “Menginstal TweetDeck” (jika Anda menggunakan pelokalan bahasa Indonesia), dan pemasangan akan dimulai, tunggu beberapa saat, maka TweetDeck akan terpasang di OpenSuse 11.3 dan siap digunakan. Perhatikan gambar berikut.

Tampilan Asli TweetDeck pada OpenSuse 11.3 (Gnome)

Nah, semoga dengan ini saya tidak bingung lagi bagaimana memasang TweetDeck di masa mendatang.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

4 tanggapan

  1. Avatar suzannita
    suzannita

    sampe sekarang masih berkutat samo windows, padahal udah dapet opensuse *lanjutmakan*

    1. Avatar Cahya

      Mbak Suzan,
      Daripada stres dengan Linux, pakai Windows original kadang lebih memberikan rasa aman :D.

  2. Avatar agung

    Katanya alergi dengan terminal? 😀

    Wah, jadi kangen dengan si Gecko, besuk instal di PC saja.

    1. Avatar Cahya

      Mas Agung,
      Ho ho…, maksudnya terminal bus ya? 😀 – saya malas pakai terminal, masih lebih suka antarmuka grafis, tapi apa boleh buat kalau satu-satunya cara adalah dengan terminal (lebih aman).
      Apa kalau begitu saya saja yang mencoba Maverick Meerkat :lol:.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca