A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Sebenarnya ini hanya sekadar unek-unek saya, bukan merupakan suatu kaidah yang mesti diikuti, tapi saya harapkan menjadi renungan untuk kita semua. Saya senang melihat diadakannya lomba-lomba blog di mana-mana dan membuat orang semakin antusias dalam mengikutinya. Ini berarti semakin banyak ide yang dapat tertuang ke dalamnya. Tapi kadang beberapa tampak “nyleneh” bagi saya.

Pertama kita akan memerlukan konsep yang matang, mulai dari ide atau wacana dasar. Mengapa sebuah lomba blog dibuat? Apakah dalam menyambut hari “H”, ulang tahun komunitas tertentu, atau pelepasan produk sebuah perusahaan? Saya rasa ini penting menempatkan bagaimana lomba nantinya disusun.

Kedua, dari ide tersebut akan lahir topik-topik yang berkesesuaian. Jangan khawatirkan masalah ini, narablog saat ini sudah cukup memiliki kreativitas. Kecuali Anda menyerahkan konsep lomba pada orang-orang yang tidak pernah menyentuh blog sekali-pun seumur hidup, lupakan saja membuat lomba itu – saya serius! Dan topik ini akan menghasilkan bentuk lomba.

Ketiga, tentukan target peserta lomba. Alangkah bagusnya jika semua lapisan narablog dapat mengikuti lomba, namun membatasi kategori peserta adalah salah satu hal yang membuat lomba blog dapat berjalan secara logis. Misalnya jika topik blog menyangkut, “Green attitude on office” – saya tidak perlu menyertakan anak sekolahan, topik lain seperti, “Nasionalisme bagimu” – sebaiknya memang menyertakan anak-anak usia sekolah. Jika Anda membuat lomba perusahaan tentang sebuah produk barang mewah, maka sebaiknya peserta adalah mereka yang sudah memiliki penghasilan tetap, bukan anak sekolahan yang nantinya merengek-rengek pada orang tuanya untuk membeli produk mahal hanya untuk bisa ikut lomba blog.

Keempat, jelaskan aturan secara terinci – buat satu situs/halaman resmi tentang lomba blog tersebut. Saya pernah menemukan sebuah lomba blog yang diadakan secara bersama-sama oleh sebuah komunitas dan perusahaan, di halaman komunitas berkata aturannya X, sedangkan di halaman web perusahaan aturannya jadi Y. Ini tentu akan membingungkan.

Kelima, segala sesuatunya mesti ada di dalam ranah “Fair Rules & Fair Judging”. Aturannya mesti masuk di akal, jelas dan bersih.

Jangan membuat aturan yang “nyleneh”, misalnya: “lomba akan dinilai dari banyaknya komentar yang masuk”. Lalu buat apa dong seorang narablog menulis konten kalau yang dinilai adalah jumlah tanggapan? Blog adalah tentang konten, tanggapa itu setahu saya bukan hal yang wajib ada, bahkan ada blog yang membuat blognya tertutup dari pelbagai tanggapan. Di samping itu, aturan seperti ini bisa memicu perilaku yang tidak sehat, semisal peserta menebar spam di blog lain untuk mendukungnya ikut lomba dengan berkomentar di tulisan terkait. Selain itu jika ada ratusan blog yang mengikuti lomba, apa pihak pelaksana mau menghitung ribuan komentar? Memilah mana komentar sungguhan dan mana asal-asalan (yang ternyata dibuat penulis sendiri) dan komentar spam tentunya? Makanya saya bilang aturan seperti ini adalah aturan gila.

Aturan “nyleneh” lain adalah “gerakan sejuta backlink”. OK-lah saya mengerti, pembuat lomba mungkin mengharapkan suatu keuntungan dari lomba yang diadakannya, atau sponsor lomba mungkin mengharapkan sesuatu timbal balik yang sesuai atau bahkan lebih. Inilah yang membuat beberapa lomba sekarang tampaknya menghalalkan filosofi “gerakan sejuta backlink”. Ini bisa dilihat jelas dari aturan lomba yang mengharuskan memasang tautan balik ke URI/URL tertentu pada setiap kata/frase tertentu yang muncul pada tulisan blog. Jika kata itu muncul 10 kali, maka paling tidak ada 10 backlink menuju alamat URI yang bersangkutan, yang itu sudah lebih dari cukup untuk dikategorikan sebagai splogging. Lha, wong frase/kata itu ndak berkait dengan taut yang dibawanya, lalu apa fungsinya? Tentu saja ujung-ujungnya adalah untuk mengecoh mesin telusur.

Nah, kembalikan saja pada konsep membuat blog dari awal, apakah blog untuk manusia atau blog dibuat hanya untuk dibaca oleh mesin? Ah, sayangnya lagi, kadang ada blog yang penalti akibat mengikuti lomba dengan filosofi “gerakan sejuta backlink”, WordPress misalnya tidak mengizinkan hal ini, karena hanya membuat sampah tautan balik di dunia maya.

Tapi tentu saja kredit itu tidak salah, namun buatlah yang lebih ramah dan manusiawi. Sepertinya misalnya diakhir tulisan ditambahkan keterangan, “Tulisan ini disertakan dalam lomba “X” yang diadakan oleh komunitas “Y” dan bekerja sama dengan perusahaan “Z””. Nah, silakan saja kemudian diberi taut ke situs masing-masing, itu selain informatif bagi pembaca, menyederhanakan pekerjaan narablog yang mengikuti lomba, dan mendapatkan tautan balik bagi penyedia lomba dengan sehat. Semua pihak diuntungkan.

Jangan sampai ada tipu menipu, peserta lomba tidak tahu bahwa dirinya dimanfaatkan oleh panitia untuk melakukan teknik “Black Hat SEO” dan membanjiri mesin pencari dengan backlink. Dan panitia mungkin saja lupa mengecek apakah semua tautan balik itu tidak ada yang menyisipkan “rel=nofollow” oleh peserta yang cerdik.

Aturan “nyleneh” lainnya adalah kewajiban memasang “banner” di blog terutama di bilah sisi (sidebar), sudah begitu “banner” yang disediakan cuma satu biji, super gede lagi. Saya seringkali terpingkal-pingkal melihatnya. Ini kelihatan benar yang bikin konsep lomba tidak tahu menahu tentang blog.

Sebenarnya tidak salah jika ada ketentuan memasang “banner”, saya rasa itu cukup informatif. Tapi apa si panitia tahu kalau yang namanya blog itu ada beragam bentuknya. Ada yang punya bilah sisi, atau yang bilah sisinya sempit sekali, ada yang bahkan tidak punya bilah sisi. Ada yang menggunakan tema cerah, gelap, berwarna-warni, dan lain sebagainya. Karena ada pernah mengeluh, “ini logo mau ditaruh di mana ya?”. Sediakan pelbagai pilihan “banner” lomba, kecil, besar, warna gelap, cerah dan lain sebagainya, itu lebih baik. Dan jangan paksa peserta lomba untuk memasang “banner”, karena bisa jadi tidak akan pas tampil di blognya, jangan bikin susah peserta untuk mengubah tema blognya hanya demi memasang “banner” lomba anda, berperikemanusiaanlah sedikit.

Keenam, bukalah jalur komunikasi yang efektif. Bisa langsung di situs utama dengan memanfaatkan borang kontak atau tanggapan. Atau menyediakan jalur komunikasi tersendiri. Alangkah baiknya jika komunikasi bersifat terbuka, ini akan menghindari dari pertanyaan serupa tentang lomba muncul berulang-ulang.

Ketujuh, buatlah sebuah laporan kegiatan lomba atau pertanggungjawaban termasuk pada peserta lomba. Jadikannya sebagai laporan terbuka pada publik.

Pada akhir kata, blog – saya rasa – hadir karena keinginan narablog untuk menuangkan gagasan secara lisan, terbuka, bebas dan lugas. Lomba blog yang mengapresiasi hal ini dengan bertanggung jawab akan menemukan sendiri sebentuk lomba yang memang berkualitas tidak peduli sekecil apapun lomba tersebut.

Artikel Baru Terbit

  • Siklotimia: Ketika “Naik-Turun Suasana Hati” Bukan Sekadar Karakter
    Siklotimia adalah gangguan mood kronis yang ditandai ayunan hipomania dan depresi ringan selama minimal dua tahun, sering disalahartikan sebagai kepribadian labil. Artikel ini membahas kriteria diagnostik DSM-5-TR, risiko berkembang menjadi bipolar, serta tata laksana yang menempatkan psikoterapi sebagai lini pertama sebelum farmakoterapi.
  • Buah Delima dan Jantung yang Kaku: Mengenal Urolithin A, Harapan Baru untuk Gagal Jantung HFpEF
    Urolithin A, senyawa yang dihasilkan dari konsumsi buah delima, menunjukkan potensi dalam mengobati gagal jantung HFpEF dengan memperbaiki relaksasi otot jantung melalui aktivasi protein PKGIα. Meskipun hasil uji pada hewan dan jaringan manusia menjanjikan, uji klinis pada pasien masih diperlukan sebelum penerapan terapi ini.
  • Cyclospora: Parasit Mikroskopis yang Mengintai di Balik Sayuran dan Buah Segar
    Wabah cyclosporiasis melanda ratusan warga Amerika Serikat pada musim panas 2026, disebabkan parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis yang mencemari sayur dan buah segar. Artikel ini mengulas biologi parasit, gejala diare “meledak-ledak”, tantangan diagnosis laboratorium, terapi TMP-SMX, hingga relevansinya bagi keamanan pangan dan kewaspadaan klinis di Indonesia.
  • Ngopi Pagi di Sragen, Otot Lebih Padat: Apa Kata Riset Terbaru soal Kopi dan Komposisi Tubuh?
    Studi kohort Finlandia menemukan bahwa peminum kopi rutin memiliki lemak viseral lebih rendah dan massa otot lebih tinggi meskipun indeks massa tubuh serupa dibanding peminum kopi jarang. Pada pria, konsumsi kopi juga terkait dengan profil testosteron dan SHBG yang lebih baik, namun studi ini bersifat observasional dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.
  • Faktor Kesuburan Pria: Sisi yang Sering Terlewat dalam Pencarian Momongan
    Faktor pria berkontribusi pada sekitar separuh kasus infertilitas pasangan, namun sering luput dari pemeriksaan awal. Artikel ini mengulas standar analisis sperma terbaru WHO edisi keenam serta bukti terkini mengenai pengaruh rokok, alkohol, berat badan, paparan panas, dan konsumsi gula terhadap kualitas dan integritas DNA sperma.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

22 tanggapan

  1. Avatar Hariez
    Hariez

    hehehe..pernah ada seorang tetua mengatakan " jika ingin menulis, tulislah tulisan yang tulus dan layak di konsumsi khalayak banyak jangan karena susuatu hal apalagi hanya ingin meningkatkan ratting "

    Hal itulah yang membuat saya mengurungkan niat jika ingin mengikuti lomba menulis lagi apalagi membuat lombanya *belum mampu kasih hadiah yang layak* :mrgreen:

    apa kabar Pak ??

    salam hangat

    1. Avatar Cahya

      Mas Hariez,
      Akhirnya kembali ke tulisan itu sendiri :).

  2. Avatar Ardianzzz

    Setuju deh… 🙂

    btw, blog saya alihkan ke WordPress — lagi — sudah caek ngurusi self hosted. 🙂

    1. Avatar Cahya

      Mas Ardianzzz,
      Oh sudah balik lagi ya, maaf belakangan ini saya ndak sempat jalan-jalan di dunia maya…

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca