Pagi ini acara bersih-bersih agak memakan waktu, saya duduk sejenak melihat beberapa baris menarik. Pandangan saya tertuju pada salah satu tulisan tentang Lontar Tri Pramana – sebuah kitab (scroll) kuno tentang harmoni perjodohan yang digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat Bali. Saya sendiri tidak begitu peduli, tapi hei…, mengapa tidak, debu-debu di kamar juga belum turun, mari saya buka-buka sedikit gulungan tua ini.
Saya iseng menggunakan penghitungan otomatis, karena sudah malas mengutak-atik angka dan jalur astrologi tradisional. Saya membaca beberapa baris yang berbunyi…
Anda lahir pada Redite Wage Wariga, jumlah urip anda adalah 16. Sedangkan pasangan anda pada Soma Umanis Sungsang dan jumlah uripnya adalah 18. Berdasarkan ramalan perjodohan dari Lontar Tri Pramana, pasangan ini akan sering mengalami kesusahan.
Ha ha…, saya sendiri tidak bisa berhenti tertawa geli. Ramalan ini membuat saya tersenyum lebar pagi ini. Ya… ya…, belum berjodoh saja saya sudah mengalami banyak kesusahan, apalagi setelah berjodoh.
But should I told her…? Nah, no need. I would be useless, beside, life is a matter of facing our problems and troubles. Without it, human shall not find any clues about how to care each others.
Nah, sebenarnya apa sih yang sedang kita bahas?
Hmm…, cukup sudah tentang ramalan jodoh pagi ini. Jika Anda tertarik menghitung primbon jodoh ala Bali ini, silakan mengunjungi halaman “Kecocokan Jodoh“.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Gimana ya, memang sebaiknya jangan meramal deh, karena walaupun tidak percaya tapi kalau sudah mendengar hasil ramalan kita sedikit tidaknya bisa jadi terpengaruh.
Saya juga ndak deh. Lebih baik saya ndak punya clue sedikit pun tentang jodoh/nasib kehidupan cinta saya. Hehe! Biarlah itu jadi rahasia besar dalam hidup saya. Hehe!
saya pribadi tidak percaya dengan segala macam jenis ramalan bli, apapun itu. karena saya masih sangat yakin dan percaya kalau jodo, rejeki lan pati ana ing ngarsanipun Gusti, bahwa jodoh, rejeki dn kematian ad di tangan Tuhan
Mas Alief,
Bagaimana ya…, pekerjaan saya juga sedikit banyaknya masih berkait dengan "meramal", hanya saja dalam nama keren yang disebut "prognosis", membuat "prognosis" atau "ramalan medis" secara akurat adalah seni tersendiri :).
Tapi kehidupan itu luas, banyak hal yang tidak dipahami manusia seperti kita. Salah satunya adalah masa depan. Ya, biarlah demikian, seperti yang Mas Alif sampaikan.
Tinggalkan Balasan