A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Petang ini saya sukses melakukan upgrade dari seri lawas ke Celadon, versi terbaru openSUSE dengan seri 11.4 ini. Saya memerlukan 9 jam untuk mengunduh berkas ISO sebesar 4,23 GB dari server resmi openSUSE, dan akhirnya baru tadi sore selesai memasangnya menjadi di notebook tua saya. Dan saya cukup puas dengan versi baru dalam Gnome 2.32 ini, bahkan jika melihat rilis untuk KDE & Kwin juga tidak kalah menariknya.

Jika Anda tertarik untuk mengetahui apa saja yang baru di openSUSE 11.4 ini, silakan membaca rilis resminya dalam “product highlights” – Anda bisa jadi tidak bisa menahan diri untuk segera menggunakan rilis terbaru ini. Saya tidak bisa menulisnya di sini karena akan sangat panjang.

Celadon

Karena saya melakukan upgrade dari versi openSUSE 11.3 dan bukan fresh install, maka fitur-fitur lama masih akan terbawa. Dan tentunya juga konsekuensi bahwa beberapa program akan hilang jika saya memilih menghapus daftar repositori lawas yang menemani sistem operasi versi sebelumnya.

Gambar di atas hanya baru versi desktop Gnome dalam edisi blank workspace, saya masih belum sempat mengutak-atik dengan sistem shell managing yang baru dan juga shell integrated search. Entah mengapa kesannya sekarang Gnome menggunakan aura “The Dark Art”, tapi itu menarik, yang jelas sesuatu yang fresh di dalamnya. Tampilannya mungkin akan seperti gambar di bawah.

Gnome Workspace

Upgrade ke Celadon bisa dilakukan dengan menggunakan DVD instalasi yang bisa diunduh dari situs resmi openSUSE atau dari mirror lokal di Indonesia. Jika Anda hendak melakukan upgrade dari openSUSE 11.3 ke 11.4 melalui jaringan Internet, silakan mengikuti panduan yang ada di SDB: System Upgrade.

Beberapa situs repo lokal yang mungkin menyediakan berkas ISO instalasi openSUSE adalah:

  1. Repo UGM. (Belum tersedia)
  2. Kambing.ui.ac.id. (Download ISO)
  3. Repo ITB. (Download ISO)
  4. mirror.Linux.or.id (Download ISO) – server donasi komunitas openSUSE Indonesia.
  5. UKDW.ac.id (Download ISO – DVD).

Jika Anda tidak memiliki koneksi Internet yang memadai, silakan hubungi salah satu komunitas pengguna Linux, siapa tahu ada yang bersedia mengirimkan DVD instalasi (ISO)-nya. Atau jika Anda ingin membeli yang terjamin dalam kondisi baik, bisa mengunjungi situs Toko Baliwae atau toko-toko distro lokal.

Sementara saya ingin menikmati dulu Celadon yang baru ini.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

5 tanggapan

  1. Avatar Asop

    Wuih, saya gak ngerti, tapi saya takjub juga dengan Celadon ini. 😀

    *tanya kenapaaaaaaa*

    1. Avatar Cahya

      Mas Asop kan sudah pakai Snow Leopard :).

  2. Avatar Cahya

    Sudah saya kirimkan Mas Agung :).

    1. Avatar agung

      Komentar saya yang di atas kok menghilang?

      1. Avatar Cahya

        Ah, itu karena ada beberapa yang tidak tersinkronisasi antara Disqus dan komentar blog.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca