A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Pasca memperbarui openSUSE 11.4 Celadon menjadi openSUSE Tumbleweed, kini yang hendak saya coba adalah GNOME 3, desktop terbaru keluaran GNOME yang akan menggantikan GNOME 2.x yang sudah cukup lama bertahan. Saya telah sempat menulis secuil tentang kontroversi GNOME 3 pada tulisan sebelumnya. Namun kini, sudah saatnya menghadapi kontroversi tersebut.

Tentu saja metode yang tidak digunakan sama dengan melakukan upgrade di openSUSE 11.4, saya menggunakan sedikit petunjuk khusus untuk upgrade GNOME 3 pada Tumbleweed. Ini hanya dilakukan pada openSUSE yang sudah menjalankan repositori Tumbleweed, namun karena GNOME 3 belum ada di repositori tersebut, maka perlu ditambahkan repostori GNOME 3 edisi Tumbleweed tersendiri.

Maka saya menambahkan repositori berikut ke dalam openSUSE melalui YaST:

http://download.opensuse.org/repositories/openSUSE:/Tumbleweed:/GNOME/openSUSE_Tumbleweed

Kemudian melakukan refresh dan lain sebagainya, serta menjalankan zypper dup untuk melakukan upgrade, diperlukan sekitar 370 MB berkas tambahan baru, dengan tambahan ruang 140 MB. Saya tidak menjalankan dummy install, karena toh jika salah pasang tinggal menendang repo yang bersangkutan dan melakukan zypper dup lagi.

Setelah pemasangan selesai – tanpa masalah dan gangguan dependesi – saya melakukan reboot dengan perintah /sbin/reboot, maklum, sudah terlanjur berada di dalam terminal malas lagi klik kanan kiri.

Saya kaget menemukan karena GNOME 3 gagal meluncurkan versi standar dan malah tetap berada pada mode of fallback.

Saya lihat bahwa kartu grafis ATI Radeon HD 4650 saya menggunakan free driver Gallium 0.4 pada AMD RV730. Saya mulai ulang komputer beberapa kali, namun tetap saja sama. Saya tes dengan glxinfo, dan ternyata render grafisnya berkerja. Saya bertanya-tanya, mengapa gnome shell tidak bisa dijalankan, berulang-ulang pertanyaan ini berputar di atas kepala saya, hingga pada akhirnya saya teringat sesuatu, persis sama saat mencoba GNOME 3 pada Ubuntu 11.04 Natty Narwhal yang lalu, saya ternyata belum memasangkan gnome shell ke dalamnya.

zypper in gnome-shell metatheme-adwaita-common gnome-shell-lang

Maka perintah-perintah tersebut di atas, akan cukup untuk menambal apa yang saya lupakan. Ah, entah mengapa saya selalu mengingat hal-hal kecil, namun melupakan hal-hal penting. Inilah mengapa saya merasa tidak cocok untuk menggunakan terminal. Dan viola, gnome shell-pun berjalan dengan baik pada openSUSE Tumbleweed saya.

Tampilan openSUSE Tumbleweed dengan menggunakan Gnome Sheel

Setelah beberapa saat saya menjelajahi, mungkin saya memang tetap berpendapat, aksesibilitasnya mungkin membaik, namun tetap saja membingungkan bagi seorang pemula. Penggunaan komputer seharusnya sesuai dengan nalar, jadi pemula-pun akan paham, namun kemudahan yang ditawarkan GNOME 3 menurut saya justru menyulitkan. Terkecuali pengguna membiasakan diri, maka GNOME 3 cukup menjadi kendala untuk digunakan.

Namun bukan berarti seseorang mesti takut dengan perubahan ini, coba saja perhatikan beberapa panduan video di gnome3.org, beberapa sangat mudah dan sederhana dilakukan. Mungkin dengan demikian orang-orang akan terbiasa.

Ada beberapa isu yang saya temukan dengan GNOME 3.

  1. Tampilan GNOME 3 memang lebih lapang untuk sebuah jendela dibandingkan GNOME 2, namun meskipun dengan tema adwaita, saya rasa GNOME 2 dengan tema bawaannya jauh lebih menarik. Gunakan Gnome Tweek Tool untuk mengelola tampilan secara sederhana pada GNOME 3, kadang tema Adwaita tidak dimunculkan secara default. Pasang dengan menggunakan perintah zypper in gnome-tweak-tool, dan untuk memulainya, tekan ALT + F2, lalu ketik gnome-tweak-tool lalu enter. Pilihlah tema yang sesuai, dan untuk mengaplikasikannya jika tidak muncul secara langsung, gunakan ALT + F2, lalu ketik “r“, dan enter.
  2. YaST tidak akan muncul, Anda boleh katakan GNOME 3 “membunuh” YaST di openSUSE. Demikian juga halnya dengan Network Manager, bahkan KNetwork Manager sama sekali tidak bisa dijalankan, namun Network tentu masih bisa berjalan dengan baik pada openSUSE saya (jika Anda mengalami masalah, mungkin bisa beralih ke metode iftup tradisional). Beberapa isu terkait di bahas di forum ini.
  3. Saya tidak menggunakan autologin, namun dulu sempat mencoba GNOME 3 dengan autologin, hasilnya “mengerikan”. Ini hanya catatan tambahan, saya sekarang tidak pernah menggunakan lagi autologin di Linux – apalagi dengan keberadaan multi-desktop.
  4. Karena saya memasang di openSUSE berbasis GNOME saya tidak menemukan banyak masalah dengan KDE, namun jika Anda memasang pada yang berbasis KDE, maka bacalah ini terlebih dahulu,
  5. Tidak ada tombol minimize/maximize di GNOME 3, jadi bagi yang tidak terbiasa dengan perpindahan antar jendela, maka mulai biasakanlah mengarahkan kursor anda ke pojok kiri atas layar, ini seperti menggunakan Unity di Ubuntu.
  6. Beberapa aplikasi tidak sepenuhnya berjalan dengan baik, saya menemukan Shutter masih bisa beku di tengah jalan saat mengambil screenshot.
  7. Lain-lain belum saya pelajari, saya harap ada perbaikan besar-besaran, GNOME 3 rasanya masih stabil.

Saya tidak menyarankan memasang GNOME 3 pada openSUSE 11.4, kecuali Anda tahu apa yang Anda kerjakan. Sebaiknya bersabar menunggu rilis openSUSE 12.1 yang akan datang (beberapa bulan lagi), dan berdoa bahwa GNOME 3 sudah terintegrasi dengan baik di Green Geeko. Meskipun ada layanan pemasangan 1-click install untuk GNOME 3 di halaman openSUSE:GNOME3, saya tetap menyarankan menggunakan baris perintah untuk memasangnya.

Akhir kata, saya akan eksplorasi lebih lanjut, malas downgrade lagi ke GNOME 2.

Artikel Baru Terbit

  • Siklotimia: Ketika “Naik-Turun Suasana Hati” Bukan Sekadar Karakter
    Siklotimia adalah gangguan mood kronis yang ditandai ayunan hipomania dan depresi ringan selama minimal dua tahun, sering disalahartikan sebagai kepribadian labil. Artikel ini membahas kriteria diagnostik DSM-5-TR, risiko berkembang menjadi bipolar, serta tata laksana yang menempatkan psikoterapi sebagai lini pertama sebelum farmakoterapi.
  • Buah Delima dan Jantung yang Kaku: Mengenal Urolithin A, Harapan Baru untuk Gagal Jantung HFpEF
    Urolithin A, senyawa yang dihasilkan dari konsumsi buah delima, menunjukkan potensi dalam mengobati gagal jantung HFpEF dengan memperbaiki relaksasi otot jantung melalui aktivasi protein PKGIα. Meskipun hasil uji pada hewan dan jaringan manusia menjanjikan, uji klinis pada pasien masih diperlukan sebelum penerapan terapi ini.
  • Cyclospora: Parasit Mikroskopis yang Mengintai di Balik Sayuran dan Buah Segar
    Wabah cyclosporiasis melanda ratusan warga Amerika Serikat pada musim panas 2026, disebabkan parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis yang mencemari sayur dan buah segar. Artikel ini mengulas biologi parasit, gejala diare “meledak-ledak”, tantangan diagnosis laboratorium, terapi TMP-SMX, hingga relevansinya bagi keamanan pangan dan kewaspadaan klinis di Indonesia.
  • Ngopi Pagi di Sragen, Otot Lebih Padat: Apa Kata Riset Terbaru soal Kopi dan Komposisi Tubuh?
    Studi kohort Finlandia menemukan bahwa peminum kopi rutin memiliki lemak viseral lebih rendah dan massa otot lebih tinggi meskipun indeks massa tubuh serupa dibanding peminum kopi jarang. Pada pria, konsumsi kopi juga terkait dengan profil testosteron dan SHBG yang lebih baik, namun studi ini bersifat observasional dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.
  • Faktor Kesuburan Pria: Sisi yang Sering Terlewat dalam Pencarian Momongan
    Faktor pria berkontribusi pada sekitar separuh kasus infertilitas pasangan, namun sering luput dari pemeriksaan awal. Artikel ini mengulas standar analisis sperma terbaru WHO edisi keenam serta bukti terkini mengenai pengaruh rokok, alkohol, berat badan, paparan panas, dan konsumsi gula terhadap kualitas dan integritas DNA sperma.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

4 tanggapan

  1. Avatar alief

    wah….., bli cahya memang penjelajah desktop nih

    1. Avatar Cahya

      Mas Alief, ini juga coba-coba, bisa ya syukur, gagal ya belajar lagi :).

  2. Avatar gadgetboi

    menunggu genome 3.5 aja deh hehehe … kalau KDE butuh sekitar 2 tahun untuk stabil, apakah gnome akan sama yah perkembangannya? …

    1. Avatar Cahya

      Mas Rangga, kalau begitu pilih yang distro tipe LTS saja Mas :D. Tapi itulah nikmatinya Linux, bermain di tempat yang rada gonjang-ganjing :lol:. Saya sedang mengunduh Gentoo 11.2, mau lihat bagaimana KDE 4.7 yang heboh itu :).

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca