Kisah awalnya adalah saya yang sudah kelelahan berkeliling Jogja untuk mencari slot PCMCIA (bahkan karena sudah terlalu sering mengejanya dari toko ke toko, lidah saya sampai kesleo segala). Yang saya adalah sejenis “PCMCIA to PCI Converter PCMCIA to PCI Converter 16 & 32 bit CardBus”, tapi di semua toko besar di Utara Kota Yogyakarta tidak ada. Akhirnya saya kembali ke rumah, dan memaksa diri mencari barang tersebut secara daring. Saya akhirnya menemukan barang tersebut di sini.
Barang ini adalah barang lawas yang sudah sangat langka di pasaran, karena itu saya sulit menemukannya. Akhirnya saya melakukan pemesanan secara daring, dan memilih pembayaran via transfer rekening BNI.
Tapi tiba-tiba di luar hujan deras, jadi saya tidak bisa lagi ke luar untuk mentransfer via ATM. Saya memutuskan untuk membayar via sms banking (sok keren dikit karena malas kehujanan). SMS Banking BNI memiliki format yang sudah baku sebagaimana yang terdapat dalam panduannya.
Kirim SMS tersebut ke nomor 3346, dan setelahnya akan ada balasan dari server berisi data transaksi (kepada siapa transaksi ditujukan dan nominalnya). SMS balasan ini cukup panjang, tapi selalu diakhiri dengan sintaks “3346#”, jadi SMS harus diteruskan ke nomor 3346 dengan menyertakan semua tubuh SMS balasan tersebut, ditambahkan jawaban konfirmasi kita, tambahkan “YA” tepat setelah tanda “#” (pagar) jika menyetujui, dan “TIDAK” jika kita menganggap data yang disajikan keliru.
Saya sempat salah mengirimkan balasan konfirmasi dengan menulis “YA” berselang satu spasi setelah tanda pagar (maklum, saya terbiasa menulis sesuai ejaan yang tepat), akhirnya perintahnya tidak dikenali. Seharusnya pihak BNI lebih jelas memberikan panduan perintah seperti ini.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
11 tanggapan
M. Juhrian
Pada bulan April 2012, saya melakukan transfer antar BNI via sms, syntaxnya TRF [nomor rekening tujuan] [nominal] trus dikirim ke 3346. Selanjutnya ada balasan untuk memasukkan No rek dijit k 4 & 2 PIN anda sms banking saya secara acak. Gagal terus.
Pada bulan April 2012, saya melakukan transfer antar BNI via sms, syntaxnya TRF [nomor rekening tujuan] [nominal] trus dikirim ke 3346. Selanjutnya ada balasan untuk memasukkan 2 dari 6 PIN sms banking saya secara acak. Berhasil.
SMS Banking menggunakan Syntax, karena itu tampak rumit, namun sebenarnya sederhana, terdiri dari perintah yang logis. Hanya saja jika kita tidak cermat, memang sangat potensial terjadi kesalahan.
Saran saya, jika tidak terbiasa dengan Syntax yang rumit, mengapa tidak menggunakan Menu BNI SMS Banking yang bisa dipasang pada ponsel. Tentu saja ponselnya harus mendukung program Java MIDP 2.0 untuk ini.
Untuk mendapatkan menu ini, silakan SMS ke 3346 dengan format:
Tapi sebenarnya berkeliling mencari barang itu menyenangkan kok, karena ternyata kita bisa tahu lebih banyak informasi tentang produk yang kita cari, jadi anggap saja sebagai investasi :D.
Tinggalkan Balasan