Malam yang lalu di milis Ubuntu saya menemukan perbincangan tentang bagaimana cara membuat daftar paket terpasang (program yang terinstal di Ubuntu) dengan mudah. Karena selama ini saya menggunakan beberapa distro yang berbeda, maka biasanya saya menulis manual paket-paket yang saya pasang.
Lalu apa fungsinya membuat daftar paket ini? Seandainya Anda ingin memasang bersih (fresh install) distro Ubuntu, misalnya dari 10.10 ke 11.04 tanpa memperbarui (upgradre), maka membuat daftar paket yang tersedia di sistem operasi lama akan memudahkan memasang paket yang sama lagi pada sistem operasi yang baru nantinya.
Daftar paket terpasang yang dibuat ke dalam teks sederhana
Untuk membuat dafar paket seperti gambar di atas, hanya diperlukan beberapa perintah sederhana melalui terminal dengan menggunakan dpgk tentunya.
Gunakan baris perintah berikut melalui terminal:
dpkg --get-selections "*" > Desktop/applications
Maka daftar tersebut akan langsung dibuat, dan bisa ditemukan di map “dekstop” tentunya. Anda bisa memindahkan berkas tersebut ke kandar luar seperti flash disk misalnya. Jika Anda memiliki komputer lain dengan Ubuntu atau baru memasang kembali Ubuntu, maka salin kembali berkas tersebut ke “desktop“, dan ketik perintah berikut (menurut sumber di milis):
Jangan lupa, hubungan ke Internet juga mesti ada. Dan setelah semua proses di atas selesai, maka Ubuntu itu kini seharusnya memiliki paket-paket yang sama seperti yang terpasang pada Ubuntu sebelumnya.
Cara ini akan jauh mempermudah kita dalam menyiapkan sistem operasi Ubuntu yang baru. Namun karena saya sendiri belum mencobanya, jadi tidak tahu bagaimana kesuksesannya, namun ini akan jadi catatan kecil saya jika saya memerlukannya. Setidaknya beberapa hal mungkin akan jadi pertimbangan, seperti ada tidaknya penambahan PPA pada Ubuntu yang sebelumnya saya rasa.
Ketoasidosis diabetik adalah kegawatdaruratan metabolik diabetes melitus berupa trias hiperglikemia, ketonemia, dan asidosis, dipicu terutama oleh infeksi atau penghentian insulin. Tata laksana berpusat pada terapi cairan, insulin intravena kontinu, dan koreksi kalium, dengan pemantauan ketat untuk mencegah hipoglikemia, hipokalemia, dan komplikasi mengancam nyawa lainnya.
Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) Tata Laksana Demensia 2026 memberikan panduan untuk penanganan demensia di Indonesia. Dengan jumlah penderita yang diproyeksi meningkat, pedoman ini mencakup diagnosis, penanganan, dan strategi pencegahan. Kaya akan rekomendasi medis, hal ini penting untuk memastikan perawatan yang efektif bagi pasien demensia.
Kejang pertama pada orang dewasa tidak otomatis berarti epilepsi, tetapi tidak boleh diabaikan. Artikel ini merangkum Pedoman Nasional Pelayanan Klinis epilepsi dewasa 2026: cara membedakan kejang dari pingsan, pertolongan pertama yang benar, peran pemeriksaan penunjang, prinsip terapi, hingga tantangan stigma dan akses obat di Indonesia. Untuk awam dan tenaga kesehatan.
Indonesia kini memiliki Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Sifilis (KMK 291/2026). Artikel ini merangkum stadium penyakit, alur tes serologi, terapi penisilin, tindak lanjut, penanganan pasangan, serta perlindungan ibu hamil dan bayi, disertai catatan kritis agar fasilitas kesehatan, dari Puskesmas hingga rumah sakit rujukan, siap menerapkannya dengan aman dan konsisten.
Keputusan Menteri Kesehatan 294/2026 mengatur syarat rekomendasi untuk membuka program studi kesehatan baru, mencakup kajian kesesuaian dengan kebutuhan tenaga kesehatan, kerja sama dengan fasilitas terakreditasi, dan penjaminan mutu. Tujuan utama adalah menyeimbangkan jumlah lulusan dengan kebutuhan layanan kesehatan di Indonesia, terutama yang berkaitan dengan pemerataan tenaga medis.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Masalahnya, setelah Gnome Shell 3 saya pasang kemarin, ternyata pilihan untuk login dengan Ubuntu Classic nggak ada. Jadinya tetap nggak bisa login. Satu-satunya solusi ya uninstall dan intall ulang Ubuntu (soalnya saya tidak tahu cara lain untuk mengatasinya).
Oh, ternyata ada juga yang bernasib sama seperti saya 🙂 Yups, saya suka model dekstop classic karena kesimpelan tampilannya, walaupun mungkin kurang aksesibel.
Kemarin saya sempat upgrade dan berhasil. Namun akhirnya saya uninstall lagi dan memasang yang fresh install saja (tanpa proses upgrade).
Tapi saya masih ingat apa saja yang saya pasang di Maverick Merkat 🙂 Oya, ternyata Gnome 3 bikin Ubuntu hasil upgrade saya jadi crash (gak bisa login). Itulah yang bikin saya memasang ulang (fresh install).
So, saya pakai dekstop classic aja kayaknya (gara-gara masalah VGA yang kecil size-nya).
Mas Is, jika memasang dari fresh/clean install seharusnya sih tidak masalah, tapi beberapa paketnya memang masih belum Gnome 3 sepenuhnya, ada beberapa yang versi 2.91. Tidak cuma Mas Is kok yang mengalami gagal login seperti itu, di forum saya menjumpai beberapa di antaranya. Dan banyak yang masih suka desktop klasik kok :).
Tinggalkan Balasan