A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Pecinta Ubuntu Linux dengan cita tema-tema yang lembut tentunya akan menyukai Orta. Tentu saja Ortha juga berbasis GNOME karena cukup sederhana untuk digunakan, namun agak berbeda dengan tema-tema lainnya, Orta dilengkapi dengan “Orta Setting Manager” untuk mengelola tema yang satu ini, sesuai dengan fitur-fitur yang ditambahkan.

Orta memberikan kita pilihan untuk mengubah “windows gradient“, gaya tab warna gelap dan terang, expanders (kotak, panah dan lain sebagainya), mengubah warna panel, serta memiliki fitur tersendiri untuk gaya bar menu Nautilus (seperti breadcrumb dan sebagainya). Orta sanggup menampilkan tema yang menurut saya lebih lembut karena telah melalui banyak pembenahan untuk grafis GTK-nya.

Tema Orta pada Desktop Unity – Ubuntu 11.04 Natty Narwhal

Untuk mendapatkan dan memasang tema Orta pada Ubuntu, Anda bisa menggunakan kanal PPA resmi pengembangnya. Silakan buka terminal, dan berikan perintah berikut:

sudo add-apt-repository ppa:nikount/orta-desktop

sudo apt-get update

sudo apt-get install orta-theme

Jika Anda menemukan pesan galat, tidak perlu diacuhkan, lewatkan saja. Semuanya akan berjalan baik dengan pada Natty Narwhal, saya sendiri tidak ada menemukan pesan galat apapun. Mungkin karena Orta didesain untuk tampil baik bersama Faenza yang sudah saya terapkan sebelumnya. Silakan memasang Faenza untuk tampilan yang lebih baik lagi.

Kadang perubahan tidak akan tampak kecuali komputer dimulai ulang (restart) terlebih dahulu. Nah, selamat mencoba & menikmati Orta.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

10 tanggapan

  1. Avatar gadgetboi

    wih … bli sekarang triple-boot? vista-geeko-ubuntu?

    1. Avatar Cahya

      Ndak kok Mas Rangga, Ubuntu saya pakai di PC Desktop sebagai OS tunggal :).

      1. Avatar agung

        Sepertinya si Ubuntu butuh pasangan, kasihan kalau tinggal sendirian di tower segede itu. *ciprat-ciprat bensin :mrgreen:

      2. Avatar Cahya

        Ha ha…, kemarin saya buat pasangannya dengan Kubuntu, tapi jadi lebih berat, ya sudah saya lepaskan lagi :D.

      3. Avatar agung

        Mas Cahya, kalau keluarga Ubuntu semua ndak seru 😆

      4. Avatar Cahya

        Sabar Mas Agung, ini masih nunggu budget untuk membeli HDD eksternal, menabung dulu. Nanti kalau data-data sudah bisa diamankan, saya rencananya mengganti Natty dengan Geeko Hijau :D.

        Tapi sekarang, ya menabung dulu.

      5. Avatar gadgetboi

        boleh tahu speknya mas 😀

      6. Avatar Cahya

        Cuma komputer rakitan murah meriah kok Mas, pakai ECS G41T-M12, Intel Core 2 Duo E7500 (@2,93 GHz), RAM 4GB DDR3, HDD 500GB. Ya, bisa sih menjalankan KDE, tapi saya lebih suka GNOME yang lebih ringan dan cepat :D.

  2. Avatar PanDe Baik

    Masih pikir"pake Ubuntu sebagai OS kedua di NoteBook. apalagi tempo hari sempat dipamerin ma Admin Jaringan kami yang menggunakan dual OS di Notebook yang sama. 🙂

    1. Avatar Cahya

      Yah, kalau Linux kan gratisan, jadi kalau salah mencoba juga tidak begitu rugi 🙂 – asal data di dalam komputer diamankan dulu melalui pencadangan di luar kan.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca