A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Pecinta Ubuntu Linux dengan cita tema-tema yang lembut tentunya akan menyukai Orta. Tentu saja Ortha juga berbasis GNOME karena cukup sederhana untuk digunakan, namun agak berbeda dengan tema-tema lainnya, Orta dilengkapi dengan “Orta Setting Manager” untuk mengelola tema yang satu ini, sesuai dengan fitur-fitur yang ditambahkan.

Orta memberikan kita pilihan untuk mengubah “windows gradient“, gaya tab warna gelap dan terang, expanders (kotak, panah dan lain sebagainya), mengubah warna panel, serta memiliki fitur tersendiri untuk gaya bar menu Nautilus (seperti breadcrumb dan sebagainya). Orta sanggup menampilkan tema yang menurut saya lebih lembut karena telah melalui banyak pembenahan untuk grafis GTK-nya.

Tema Orta pada Desktop Unity – Ubuntu 11.04 Natty Narwhal

Untuk mendapatkan dan memasang tema Orta pada Ubuntu, Anda bisa menggunakan kanal PPA resmi pengembangnya. Silakan buka terminal, dan berikan perintah berikut:

sudo add-apt-repository ppa:nikount/orta-desktop

sudo apt-get update

sudo apt-get install orta-theme

Jika Anda menemukan pesan galat, tidak perlu diacuhkan, lewatkan saja. Semuanya akan berjalan baik dengan pada Natty Narwhal, saya sendiri tidak ada menemukan pesan galat apapun. Mungkin karena Orta didesain untuk tampil baik bersama Faenza yang sudah saya terapkan sebelumnya. Silakan memasang Faenza untuk tampilan yang lebih baik lagi.

Kadang perubahan tidak akan tampak kecuali komputer dimulai ulang (restart) terlebih dahulu. Nah, selamat mencoba & menikmati Orta.

Artikel Baru Terbit

  • Gula Darah Tinggi yang Diam-Diam Merusak: Memahami Diabetes Melitus Tipe 2
    Diabetes melitus tipe 2 menyerang diam-diam—hanya satu dari 4-5 penyandang di Indonesia yang menyadari kondisinya. Artikel ini membahas patofisiologi resistansi insulin, kriteria diagnosis PERKENI, peran SGLT2 inhibitor dan GLP-1 receptor agonist dalam terapi terkini, serta kesenjangan akses pembiayaan JKN/BPJS terhadap golongan obat baru tersebut.
  • Empat Pembaruan Kunci Pedoman Malaria WHO 2026: Apa yang Berubah dan Apa Artinya bagi Indonesia
    WHO mengeluarkan pembaruan pedoman malaria pada September 2026, mencakup empat perubahan penting: pencegahan malaria pada ibu hamil dengan HIV, batas penggunaan primakuin dosis tunggal, formulasi baru artemether-lumefantrine untuk bayi <5 kg, serta peninjauan jadwal vaksin. Pembaruan ini relevan untuk Indonesia, khususnya Papua sebagai daerah berisiko tinggi.
  • Vaksin RSV untuk Ibu Hamil: Ketika Antibodi Ibu Jadi Perisai Pertama Bayi
    Vaksin RSV maternal (Abrysvo) terbukti menurunkan risiko penyakit saluran napas bawah berat pada bayi hingga 90% dalam 90 hari pertama bila diberikan pada minggu ke-28–36 kehamilan. WHO baru mengesahkan vial multidosisnya untuk memperluas akses global. Di Indonesia, vaksin ini sudah terdaftar BPOM namun belum masuk program nasional.
  • Guru di Garis Depan: Panduan Baru UNESCO, UNICEF, dan WHO untuk Menjaga Kesehatan Jiwa di Ruang Kelas
    Panduan baru UNESCO-UNICEF-WHO (2026) menegaskan peran guru dalam kesehatan jiwa sekolah: mempromosikan kesejahteraan, menyadari tanda distres, dan menghubungkan murid ke dukungan — tanpa mendiagnosis atau memberi terapi. Dengan I-NAMHS mencatat 15,5 juta remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, panduan ini relevan bagi UKS, PPKSP, dan sistem sekolah Indonesia.
  • Ketika Si Kecil Tiba-Tiba Sering Haus dan Berat Badannya Turun: Mengenal Diabetes Melitus Tipe 1
    Diabetes melitus tipe 1 pada anak Indonesia meningkat tajam dalam dua dekade terakhir, namun tujuh dari sepuluh kasus baru terdiagnosis setelah jatuh ke ketoasidosis diabetikum. Artikel ini membahas patofisiologi, kriteria diagnosis, lima pilar pengelolaan, teknologi CGM, imunoterapi teplizumab, serta konteks jaminan BPJS Kesehatan bagi penyandang DMT1.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

10 tanggapan

  1. Avatar gadgetboi

    wih … bli sekarang triple-boot? vista-geeko-ubuntu?

    1. Avatar Cahya

      Ndak kok Mas Rangga, Ubuntu saya pakai di PC Desktop sebagai OS tunggal :).

      1. Avatar agung

        Sepertinya si Ubuntu butuh pasangan, kasihan kalau tinggal sendirian di tower segede itu. *ciprat-ciprat bensin :mrgreen:

      2. Avatar Cahya

        Ha ha…, kemarin saya buat pasangannya dengan Kubuntu, tapi jadi lebih berat, ya sudah saya lepaskan lagi :D.

      3. Avatar agung

        Mas Cahya, kalau keluarga Ubuntu semua ndak seru 😆

      4. Avatar Cahya

        Sabar Mas Agung, ini masih nunggu budget untuk membeli HDD eksternal, menabung dulu. Nanti kalau data-data sudah bisa diamankan, saya rencananya mengganti Natty dengan Geeko Hijau :D.

        Tapi sekarang, ya menabung dulu.

      5. Avatar gadgetboi

        boleh tahu speknya mas 😀

      6. Avatar Cahya

        Cuma komputer rakitan murah meriah kok Mas, pakai ECS G41T-M12, Intel Core 2 Duo E7500 (@2,93 GHz), RAM 4GB DDR3, HDD 500GB. Ya, bisa sih menjalankan KDE, tapi saya lebih suka GNOME yang lebih ringan dan cepat :D.

  2. Avatar PanDe Baik

    Masih pikir"pake Ubuntu sebagai OS kedua di NoteBook. apalagi tempo hari sempat dipamerin ma Admin Jaringan kami yang menggunakan dual OS di Notebook yang sama. 🙂

    1. Avatar Cahya

      Yah, kalau Linux kan gratisan, jadi kalau salah mencoba juga tidak begitu rugi 🙂 – asal data di dalam komputer diamankan dulu melalui pencadangan di luar kan.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca