Akhirnya si ikan pedang dirilis juga setelah mengalami cukup banyak pematangan. Opera 11.50 “Swordfish” adalah versi terbaru peramban bermesin Presto ini. Perjalanan Opera sebagai peramban yang ringan, mantap dan ramah pengguna semakin memantapkan langkah Opera sebagai salah satu peramban terbaik yang ada.
Beberapa perubahan bisa dengan mudah diamati secara kasat mata, semisalnya yang terdapat pada “address bar” dan “status bars”. Perubahan pada kulit yang membalut peramban pun tampak semakin lembut, dan lebih nyaman dipandang, belum lagi ikon-ikonnya yang tampak telah dirombak total.
Menumpuk dan melebarkan tab menjadi sangat mudah, saya tidak menemukan peramban lain yang memiliki pengelolaan tab sebaik Opera saat ini. Ekstensi Opera kini juga bisa berbagi kuki dengan peramban, jadi jika ada ekstensi yang memerlukan kuki, tidak perlu lagi masuk (log in) secara terpisah dari peramban. Dan tentu saja, fitur yang ditunggu-tunggu oleh pengguna Opera, sinkronisasi kata kunci, jadi meski menggunakan multiplatform, selama perambannya adalah Opera, kita tidak perlu memasukkan kata kunci berulang kali.
Belum lagi mesin Presto 2.9 terbaru yang memberikan performa yang lebih baik. Serta fitur-fitur pendukung lainnya seperti Opera Mail dan Opera Next.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
opera merupakan browser saya semasa masih era windows 95 karena memang ringan dan tidak makan resource, pas di era win 98SE malah saya lupakan… bli benar atau tidak opera lebih bersahabat dengan internet yang lambat? patut di coba (lagi) kalau benar 😀
belum ada yang bisa menggantikan kecintaan saya akan Opera, dari mulai pertama saya pakai sejak versi 7.x hingga sekarang.
Sayang sekali, banyak orang yang belum tau apa yang dimiliki Opera. Bahkan mungkin hanya sedikit yang tau kalo Opera adalah penemu, pelopor dan penggagas tabbed browser, fitur yang sekarang jadi standar tiap browser.
Mas Rismanto, saya sih berharap agar semua peramban bisa saling mengisi gap di antara mereka sehingga muncul persaingan yang sehat untuk kemajuan teknologinya :).
Itu peluang bagi narablog untuk menjadikannya sebagai bahan/topik postingan. Coba saja ulas beberapa kelebihan utama Opera dibanding peramban lainnya. Tapi ulasannya diusahakan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan sedetail mungkin, biar pembaca yang masih agak awam bisa mudah mengerti.
Mas Iskandaria, usul yang bagus. Saya pernah menulis beberapa tentang Opera disini : http://xrismantos.wordpress.com/tag/opera/
tidak banyak, gambar2nya pun kebanyakan udah pada hilang gara2 pindah2 rumah terus. Mungkin nanti saya tambah lagi beberapa di lain waktu dan kesempatan 😀
Mas Rismanto, di luar topik sedikit, mungkin ada bagusnya kalau gambar di-host di situs luar saja seperti ImageShack atau Photobucket, jadi meskipun blog pindah host, tapi kan gambar tetap aman :).
Memuat…
iskandaria
Eh, ternyata ada lagi kemajuan bagus di Opera 11.50 ini. Tombol shortcut untuk 'zoom-in' dan 'zoom-out'nya sudah kayak peramban lainnya. Sudah bisa Ctrl ++ dan Ctrl –. Nggak kayak sebelumnya yang sedikit repot (cuma bisa Ctrl ++, tapi gak bisa Ctrl — untuk kembali ke tampilan sebelum dizoom).
Lalu, di sudut kanan bawah juga ada menu untuk melakukan 'zoom-in' maupun 'zoom-out'. Cukup geser-geser atau mengarahkan kursor di atasnya, lalu scrolling ke atas atau ke bawah 🙂
Kalau tidak salah dulu untuk "zoom-out" tidak menggunakan <code>Ctrl –</code>, rasanya menggunakan tombol lain, jika tidak salah <code>Shift –</code>. Saya jarang pakai fungsi ini, makanya sering lupa :).
Saya barusan memperbarui Opera saya di Ubuntu. Versi 11.50 ini saya lihat memang sedikit berubah. Salah satunya berupa munculnya keterangan atribut title pada 'status-bar' saat kita mengarahkan kursor di atas gambar yang memiliki title dan tidak mengandung link.
Kemajuan lain yang saya lihat paling mencolok dan positif yaitu tidak adanya lagi 'goyangan' saat menggulung halaman web yang disetting menggunakan fixed pada salah satu elemennya. Contohnya navigasi di sisi kanan blog saya. Tak pula berat lagi saat menggulung halaman web yang menggunakan settingan fixed.
Tapi masih ada satu kekurangan yang masih saya rasakan dan menjadi kekurangan dari opera sejak dulu, yaitu masih sedikit lambat dalam merender file CSS menjadi tampilan visual. Yach, walaupun cuma sepersekian detik, tetap keliatan 🙂
Maksud saya begini. sesaat sebelum halaman web dimuat secara sempurna, masih muncul tampilan seperti tanpa menggunakan CSS (walaupun cuma sepersekian detik). Tapi ini untuk kasus web/blog tertentu saja. Tidak semuanya demikian.
Tinggalkan Balasan