A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Liferea adalah pembaca pasokan RSS yang saya gunakan pada Linux, dan berfungsi sebagai alternatif Feed Daemon bagi yang sering menggunakannya di Windows. Liferea merupakan pembaca pasokan RSS yang merupakan bawaan pada sebagian besar desktop Gnome, sehingga terdapat langsung pada Ubuntu, Linux Mint atau openSUSE, IGN, Fedora yang menggunakan Gnome.

Beberapa hari yang lalu saya memutuskan untuk mengubah beberapa langganan via surel menjadi tipe pasokan RSS via aplikasi feed reader. Karena sejak dahulu saya menggunakan Google Reader, maka kemampuan sinkronisasi Liferea dan Google Reader adalah yang saya perlukan.

Pertama Anda menjalankan aplikasi Liferea yang sudah terpasang pada dekstop anda, rasanya semua desktop Gnome yang pernah saya coba memiliki Liferea (Linux Feed Reader) sebagai aplikasi bawaan. Beberapa distro mungkin sudah menambahkan pasokan RSS tersendiri, hal ini akan membuat Liferea terkesan agak berat untuk dijalankan pada awalnya. Saya sendiri memilih menghapus pasokan RSS bawaan yang tidak saya perlukan, sehingga hasilnya tidak terlalu berat.

Untuk melakukan sinkronisasi dengan Google Reader, klik “Subscription” lalu pilih “New Source”, dan jendela pilihan akan muncul.

Memilih sinkronisasi Google Reader pada Liferea (distro: openSUSE)

Anda tinggal memilih Google Reader sebagai sumber baru, lalu masukkan nama pengguna (alamat surel Google) dan kata sandi anda. Maka Liferea akan mulai mengunduh konten pasokan RSS dari blog-blog langganan anda. Dibandingkan dengan Feed Daemon pada Windows, Liferea sedikit lebih lambat dan lebih berat dalam melakukan sinkronisasi (untuk versi stabil yang saat ini tersedia), apalagi saat baru pertama kali digunakan.

Jika Anda mengalami masalah performa sistem operasi yang menurun saat menggunakan Liferea, maka saya tidak menyarankan untuk menggunakannya. Anda bisa memilih membaca pasokan RSS langsung dari Google Reader secara daring.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca