A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Jika Anda berlanggan banyak RSS melalui pemasok RSS (yang disebut “Feed”), mungkin Anda memerlukan suatu pembaca pasokan yang disebut “feed reader“.  Ada banyak feed reader yang terkenal, misalnya secara daring ada Bloglines, BlogRoll dan Google Reader. Tentu saja ada juga yang berupa desktop client, di Windows salah satu yang paling populer adalah Feed Daemon, tentu saja ada yang lain tergabung dalam klien surel misalnya pada Windows Live Mail, Microsoft Office Outlook atau Mozilla Thunderbird.

Saya sendiri menggunakan Feed Daemon sudah cukup lama, karena membantu di jaringan atau koneksi Internet yang lambat pun masih bisa mengakses pasokan RSS. Apalagi memiliki kemampuan sinkronisasi dengan Google Reader, yang biasanya memang saya gunakan untuk memasok RSS dari sebuah situs atau blog (jika tidak tersedia berlangganan via surel).Lalu bagaimana dengan sistem operasi OpenSuse, apakah ada alternatifnya? Sebenarnya ada cukup banyak alternatif Feed Reader di Linux yang juga bisa diterapkan pada OpenSuse. Ada Liferea (Linux Feed Reader), RSSOwl (bisa untuk Windows & Mac juga), RedAir (berasis Adobe AIR), aKregator (untuk desktop KDE), dan tentu saja Mozilla Thunderbird. Selain itu ada beberapa lagi seperti Naufrago! dan NewsFox, meski mungkin penggunanya tidak banyak.

Setahu saya yang memiliki sinkronisasi dengan Google Reader adalah Liferea & RedAir. Tapi pada OpenSuse Linux, saya memilih menggunakan Liferea. Saya rasa karena sistemnya cukup sederhana dan mudah digunakan. Liferea selain memiliki kemampuan sinkronisasi dengan Google Reader juga bisa membantu pemilik akun Bloglines untuk melakukan sinkronisasi.

Pembaca pasokan RSS di Linux – Liferea

Sedangkan RedAir sendiri belum ada pembaruan sampai saat ini (terakhir 2008), dan Anda perlu memasang Adobe AIR terlebih dahulu pada sistem sebelum menggunakannya.

Pembaca pasokan sindikasi berbasis Adobe Air

Kini kembali pada selera masing-masing, hendak menggunakan yang mana. Jika Anda memiliki alternatif lain, silakan diajukan.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca