A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Oleh karena pengumuman penutupan layanan Google Reader oleh pemiliknya per Juli mendatang, banyak orang mengalami kewalahan. Apalagi jika di sana sudah tersusun rapi banyak sekali bahan bacaan Anda di dalamnya. Seperti kehilangan sebuah kolam inspirasi bagi mereka yang selama memanfaatkan Google Reader.

Namun sebenarnya mungkin tidak perlu terlalu pusing, karena di luar sana ada banyak pembaca umpan RSS yang lebih menawan dibandingkan Google Reader, yang saya sendiri sudah jarang mengaksesnya (sebagian besar) karena kesibukan. Kembali ke topik, ada beberapa pembaca umpan RSS yang bisa kita coba.Pengguna Windows bisa memanfaatkan layanan seperti FeedDaemon (yang saya gunakan) atau RSS Bandit. Bagi Pengguna Linux bisa menggunakan Liferea (yang saya gunakan juga), Akregator atau yang mirip dengan program berbasis terminal seperti Canto. Sedangkan mereka yang menggunakan Mac, iPhone dan iPad mungkin akan lebih nyaman menggunakan NetNewsWire – setidaknya ada pengguna yang menyampaikan hal itu pada saya.

Bagi pengguna peramban (Safari, Chrome dan Firefox) serta iOS dan Android – ada pembaca RSS yang cantik bernama Feedly.

Feedly
Tampilan Feedly di Smartphone Android

Permasalahannya adalah Feedly masih menggunakan integrasi dengan Google Reader, entah apakah masih akan berfungsi atau tidak jika nanti layanan ini ditutup.

Jika Anda ingin sesuatu yang lebih eksklusif, maka Netvibes dapat dicoba – layanan dasarnya untuk menggantikan Google Reader bisa diperoleh secara gratis, sedangkan layanan plusnya harus merogoh anggaran hingga lima juta rupiah per bulan.

Layanan NewsBlur yang relatif baru juga sepertinya menarik. Hanya saja versi gratisnya terbatas hanya untuk 64 situs, satu kali pembaruan. Namun dengan membayar $24 per tahun, Anda bisa mendapat beberapa layanan tambahan.

Yang terakhir mungkin adalah Thunderbird, meskipun sebagian besar orang memanfaatkannya sebagai pembaca surat elektronik. Namun saya menempatkan beberapa agregasi di dalamnya. Jika Anda mengunduh pencadangan Google Reader, maka berkas XML/OMPL bisa dieskpor hampir ke semua jenis pembaca RSS, termasuk yang dimiliki oleh Thunderbird.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

8 tanggapan

  1. Avatar Made Wirautama

    Saya termasuk yang masih bingung memilih apa untuk menggantikan Google Reader. Sepertinya saya akan mencoba feedly.

    1. Avatar Cahya

      Feedly lumayan enak Bli. Bahkan lebih menarik mungkin daripada Google Reader.

  2. Avatar Cahya

    Ndak bisa, tetap harus ke situs yang bersangkutan untuk komentar. Tapi beberapa suka membaca tanpa berkomentar, dan bagi gemar jadi silent reader, ini akan bermanfaat :).

  3. Avatar Applausr
    Applausr

    saya pake feedly, sudah coba tapi masih banyak penyesuaian… padahal google reader sudah menarik sekali.. buat saya itu one stop shoppingnya google.

    1. Avatar Cahya

      Saya juga heran, kenapa layanan Google Reader dihentikan.

  4. Avatar gadgetboi

    kalau saya masih tradisionil alias buka aja semua bookmark folder yang ingin dibaca LOL

    1. Avatar Cahya

      Bookmark kadang kehapus pas bersih-bersih. Dulu ada layanan penyimpan bookmark, tapi kayanya ndak cocok pakai itu, akhirnya beralih ke reader.

  5. Avatar alief

    saya make yang terakhir itu Bli

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca