Oleh karena pengumuman penutupan layanan Google Reader oleh pemiliknya per Juli mendatang, banyak orang mengalami kewalahan. Apalagi jika di sana sudah tersusun rapi banyak sekali bahan bacaan Anda di dalamnya. Seperti kehilangan sebuah kolam inspirasi bagi mereka yang selama memanfaatkan Google Reader.
Namun sebenarnya mungkin tidak perlu terlalu pusing, karena di luar sana ada banyak pembaca umpan RSS yang lebih menawan dibandingkan Google Reader, yang saya sendiri sudah jarang mengaksesnya (sebagian besar) karena kesibukan. Kembali ke topik, ada beberapa pembaca umpan RSS yang bisa kita coba.Pengguna Windows bisa memanfaatkan layanan seperti FeedDaemon (yang saya gunakan) atau RSS Bandit. Bagi Pengguna Linux bisa menggunakan Liferea (yang saya gunakan juga), Akregator atau yang mirip dengan program berbasis terminal seperti Canto. Sedangkan mereka yang menggunakan Mac, iPhone dan iPad mungkin akan lebih nyaman menggunakan NetNewsWire – setidaknya ada pengguna yang menyampaikan hal itu pada saya.
Bagi pengguna peramban (Safari, Chrome dan Firefox) serta iOS dan Android – ada pembaca RSS yang cantik bernama Feedly.
Tampilan Feedly di Smartphone Android
Permasalahannya adalah Feedly masih menggunakan integrasi dengan Google Reader, entah apakah masih akan berfungsi atau tidak jika nanti layanan ini ditutup.
Jika Anda ingin sesuatu yang lebih eksklusif, maka Netvibes dapat dicoba – layanan dasarnya untuk menggantikan Google Reader bisa diperoleh secara gratis, sedangkan layanan plusnya harus merogoh anggaran hingga lima juta rupiah per bulan.
Layanan NewsBlur yang relatif baru juga sepertinya menarik. Hanya saja versi gratisnya terbatas hanya untuk 64 situs, satu kali pembaruan. Namun dengan membayar $24 per tahun, Anda bisa mendapat beberapa layanan tambahan.
Yang terakhir mungkin adalah Thunderbird, meskipun sebagian besar orang memanfaatkannya sebagai pembaca surat elektronik. Namun saya menempatkan beberapa agregasi di dalamnya. Jika Anda mengunduh pencadangan Google Reader, maka berkas XML/OMPL bisa dieskpor hampir ke semua jenis pembaca RSS, termasuk yang dimiliki oleh Thunderbird.
ADA menerbitkan pernyataan ilmiah pertamanya tentang teknologi diabetes di layanan primer. Pemantauan glukosa kontinu, pena insulin terhubung, dan insulin otomatis diharapkan masuk praktik sehari-hari lewat pelatihan, pembagian peran, dan peninjauan data rutin. Artikel ini menimbang relevansinya bagi puskesmas dan klinik di Indonesia, serta kesenjangan akses dan pembiayaan yang perlu dijembatani.
Uji fase 3 TRIUMPH-2 menunjukkan retatrutide, agonis tiga hormon sekali seminggu, menurunkan berat badan hingga 20,8% dan HbA1c hingga 1,6 poin pada 1.152 penyandang diabetes tipe 2 dengan obesitas. Efek samping terutama pencernaan. Obat ini belum disetujui, dan pertanyaan keamanan serta penerapannya di populasi Asia masih perlu dijawab studi lanjutan.
Panduan implementasi SAFER WHO (30 September 2026) bukan rekomendasi baru, melainkan peta jalan menjalankan lima intervensi alkohol yang sudah terbukti: pembatasan ketersediaan, penegakan aturan berkendara, skrining dan terapi, pelarangan iklan, serta cukai. Dari tingkat nasional, komunitas, hingga tempat kerja, kuncinya pemantauan dan perlindungan dari konflik kepentingan.
Tempurung lutut yang tiba-tiba “keluar dari jalurnya” saat berolahraga bukan sekadar keseleo biasa. Artikel ini mengulas dislokasi patela berdasarkan konsensus ESSKA 2024 terbaru—mulai mekanisme cedera, diagnosis, pilihan tata laksana konservatif versus bedah, hingga mengapa separuh pasien tetap bergejala meski tanpa kekambuhan, dan konteks alur layanan di Indonesia
Panduan WHO edisi kedua (September 2026) menyempurnakan pengobatan TBC resistan obat: pasien pre-XDR-TB kini dibedakan menurut derajat keparahan paru untuk memilih BPaL, BPaLC, atau BDLC, dan perawatan paliatif resmi masuk rekomendasi. Bukti masih berkepastian sangat rendah, sehingga adaptasi nasional dan penilaian keparahan yang cermat menjadi kunci bagi layanan di Indonesia.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Ndak bisa, tetap harus ke situs yang bersangkutan untuk komentar. Tapi beberapa suka membaca tanpa berkomentar, dan bagi gemar jadi silent reader, ini akan bermanfaat :).
Tinggalkan Balasan