A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Bali Blogger Community tempat berkumpulnya narablog Bali dan mereka yang memiliki ikatan emosi dengan Bali kini memasuki usia ke-4. Saya memang tidak begitu aktif dalam komunitas, dan hanya sesekali mengikuti perkembangan yang disebar melalui kelompok surat elektronik. Ide kreatif untuk acara ulang tahun BBC – demikian kami menyebut komunitas ini – pada hari jadinya yang keempat adalah upaya berbagi terhadap masa depan dunia pendidikan di Bali.

Hmm…, saya rasa konsep “berbagi tak pernah rugi” masih melekat kuat pada motor-motor penggerak komunitas yang satu ini. Melihat masih cukup banyaknya siswa sekolah yang kesulitan memenuhi biaya persekolahan, tampaknya mencetuskan sebuah gerakan mendorong mereka yang mampu untuk ikut berpartisipasi dalam membantu adik-adik kita yang kesulitan, namun masih bersemangat untuk bersekolah lagi.

Inilah yang mendasari lahirnya ide “Siu Ajak Liu” yang kurang lebih berarti “Seribu Berbanyak” atau “Seribu Beramai-Ramai”. Melalui blog “Siu Ajak Liu“, komunitas narablog Bali mengajak segenap anggotanya dan masyarakat yang mampu dan tergerak untuk ikut bersama-sama menyisihkan setidaknya seribu rupiah setiap harinya, guna dikumpulkan dalam sebuah program orang tua asuh.

Berikut adalah tayangan salinda untuk memahami konsep gerakan ini secara lebih mendasar.

Saya harap, di ulang tahun ke-4 BBC ini, komunitas kembali menghadirkan gerakan nyata dan sumbangsih yang menggerakkan masyarakat untuk menciptakan kehidupan bersama yang lebih baik.

Selamat ulang tahun pada Bali Blogger Community, dan semoga dapat senantiasa berkarya bagi sesama.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

5 tanggapan

  1. Avatar kadek doi

    salut untuk gerakan siu ajak liu ini, konsepnya sederhana tapi dampaknya sangat luar biasa, semoga makin banyak yang mau berpartisipasi 🙂

  2. Avatar indobrad
    indobrad

    mantap! semoga konsisten. itu paling susah biasanya 😀

  3. Avatar Sugeng
    Sugeng

    Wah ada gerakan baru dari BBC nih, langsung cek ke TKP ah ➡

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  4. Avatar jarwadi

    apapun medianya yang penting jangan merasa lelah untuk berbagi, meskipun terkadang memang lelah beneran, hehehe

    long life bali blogger 🙂

    1. Avatar Cahya

      Pak Jarwadi, ya, saya kadang salut dengan teman-teman narablog yang masih punya energi ke sana-sini untuk berbagi di ruang publik yang sebenarnya walau juga sibuk dalam pekerjaannya sehari-hari :).

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca