Bali Blogger Community tempat berkumpulnya narablog Bali dan mereka yang memiliki ikatan emosi dengan Bali kini memasuki usia ke-4. Saya memang tidak begitu aktif dalam komunitas, dan hanya sesekali mengikuti perkembangan yang disebar melalui kelompok surat elektronik. Ide kreatif untuk acara ulang tahun BBC – demikian kami menyebut komunitas ini – pada hari jadinya yang keempat adalah upaya berbagi terhadap masa depan dunia pendidikan di Bali.
Hmm…, saya rasa konsep “berbagi tak pernah rugi” masih melekat kuat pada motor-motor penggerak komunitas yang satu ini. Melihat masih cukup banyaknya siswa sekolah yang kesulitan memenuhi biaya persekolahan, tampaknya mencetuskan sebuah gerakan mendorong mereka yang mampu untuk ikut berpartisipasi dalam membantu adik-adik kita yang kesulitan, namun masih bersemangat untuk bersekolah lagi.
Inilah yang mendasari lahirnya ide “Siu Ajak Liu” yang kurang lebih berarti “Seribu Berbanyak” atau “Seribu Beramai-Ramai”. Melalui blog “Siu Ajak Liu“, komunitas narablog Bali mengajak segenap anggotanya dan masyarakat yang mampu dan tergerak untuk ikut bersama-sama menyisihkan setidaknya seribu rupiah setiap harinya, guna dikumpulkan dalam sebuah program orang tua asuh.
Berikut adalah tayangan salinda untuk memahami konsep gerakan ini secara lebih mendasar.
Saya harap, di ulang tahun ke-4 BBC ini, komunitas kembali menghadirkan gerakan nyata dan sumbangsih yang menggerakkan masyarakat untuk menciptakan kehidupan bersama yang lebih baik.
Selamat ulang tahun pada Bali Blogger Community, dan semoga dapat senantiasa berkarya bagi sesama.
Downtime pada SIMRS/RME adalah risiko yang tidak terhindarkan bagi fasilitas kesehatan. Regulasi Permenkes 24/2022 dan STARKES mewajibkan rumah sakit memiliki prosedur serta pelatihan untuk mengatasi kondisi ini. Praktik terbaik internasional menekankan pentingnya sistem cadangan, dokumen manual, dan simulasi berkala untuk memastikan keselamatan pasien dan kelangsungan layanan.
Sosialisasi Prognas Juli 2026 menegaskan bahwa Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA) adalah syarat kelulusan akreditasi rumah sakit, dengan kewajiban nilai 100%. Fokus utamanya adalah kesalahan administratif seperti tautan tidak valid dan dokumen tidak sesuai, yang dapat membuat laporan dianggap tidak sah, meminta perhatian khusus Tim PRA dan KPRS.
Kegagalan akreditasi rumah sakit sering disebabkan oleh nilai Bab Program Nasional yang harus mencapai 100%. Artikel ini menjelaskan sepuluh langkah praktis untuk memperbaiki pelaporan, termasuk pemantauan lintas unit, kalender tenggat, dan simulasi self-assessment, agar rumah sakit siap menghadapi survei akreditasi.
Does misfortune carry hidden purpose, or only the meaning we build afterward? A potter’s cracked jar opens a meditation across the Gita, Tao Te Ching, Stoic philosophy, Rumi, Confucius, and Javanese Serat Kalatidha — arguing that reason is rarely given, but can always be made, patiently, by willing hands.
Insiden salah pemberian obat tetes telinga ke mata pada anak di Puskesmas Ngawi menunjukkan pentingnya verifikasi berlapis dan pemisahan sediaan yang serupa. BPOM menyatakan standar pengelolaan obat sudah terpenuhi, namun kejadian ini menekankan perlunya investigasi sistemik untuk meningkatkan keselamatan pasien di fasilitas kesehatan.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Pak Jarwadi, ya, saya kadang salut dengan teman-teman narablog yang masih punya energi ke sana-sini untuk berbagi di ruang publik yang sebenarnya walau juga sibuk dalam pekerjaannya sehari-hari :).
Tinggalkan Balasan