A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Bali Blogger Community tempat berkumpulnya narablog Bali dan mereka yang memiliki ikatan emosi dengan Bali kini memasuki usia ke-4. Saya memang tidak begitu aktif dalam komunitas, dan hanya sesekali mengikuti perkembangan yang disebar melalui kelompok surat elektronik. Ide kreatif untuk acara ulang tahun BBC – demikian kami menyebut komunitas ini – pada hari jadinya yang keempat adalah upaya berbagi terhadap masa depan dunia pendidikan di Bali.

Hmm…, saya rasa konsep “berbagi tak pernah rugi” masih melekat kuat pada motor-motor penggerak komunitas yang satu ini. Melihat masih cukup banyaknya siswa sekolah yang kesulitan memenuhi biaya persekolahan, tampaknya mencetuskan sebuah gerakan mendorong mereka yang mampu untuk ikut berpartisipasi dalam membantu adik-adik kita yang kesulitan, namun masih bersemangat untuk bersekolah lagi.

Inilah yang mendasari lahirnya ide “Siu Ajak Liu” yang kurang lebih berarti “Seribu Berbanyak” atau “Seribu Beramai-Ramai”. Melalui blog “Siu Ajak Liu“, komunitas narablog Bali mengajak segenap anggotanya dan masyarakat yang mampu dan tergerak untuk ikut bersama-sama menyisihkan setidaknya seribu rupiah setiap harinya, guna dikumpulkan dalam sebuah program orang tua asuh.

Berikut adalah tayangan salinda untuk memahami konsep gerakan ini secara lebih mendasar.

Saya harap, di ulang tahun ke-4 BBC ini, komunitas kembali menghadirkan gerakan nyata dan sumbangsih yang menggerakkan masyarakat untuk menciptakan kehidupan bersama yang lebih baik.

Selamat ulang tahun pada Bali Blogger Community, dan semoga dapat senantiasa berkarya bagi sesama.

Artikel Baru Terbit

  • Mitos Pola Makan Vegetarian dan Vegan: Fakta di Balik Tren Nabati di Indonesia
    Delapan mitos seputar diet vegetarian dan vegan—dari kecukupan protein hingga risiko kanker payudara akibat kedelai—dibedah dengan bukti ilmiah terkini. Konteks Indonesia menunjukkan pola makan masyarakat sesungguhnya sudah didominasi pangan nabati seperti tempe dan tahu, sementara tantangan gizi nyata terletak pada keberagaman dan keseimbangan, bukan kategori diet semata.
  • Mitos Kesehatan Jiwa yang Masih Dipercaya: Membedah Stigma di Balik Fakta
    Mitos seputar kesehatan jiwa—dari anggapan bahwa gangguan jiwa langka hingga stigma “gila” pada skizofrenia—masih membebani masyarakat Indonesia. Data SKI 2023 mengungkap kesenjangan akses pengobatan yang lebar dan praktik pemasungan yang bertahan. Artikel ini membedah sebelas mitos populer dengan bukti ilmiah dan konteks kebijakan kesehatan jiwa nasional.
  • Berapa Jam Sebenarnya Kita Butuh Tidur? Lima Mitos yang Perlu Diluruskan
    Kebutuhan tidur bervariasi berdasarkan usia dan individu, bukan sekadar “8 jam”. Tubuh tidak dapat dilatih untuk butuh tidur lebih sedikit. Tidur siang singkat 10–20 menit justru bermanfaat. Tidak semua hewan tidur seperti manusia. Terlalu banyak tidur juga berisiko. Dan meski kurang tidur jarang membunuh langsung, microsleep akibatnya menewaskan ribuan orang di jalan Indonesia setiap tahun.
  • Gula Darah Tinggi yang Diam-Diam Merusak: Memahami Diabetes Melitus Tipe 2
    Diabetes melitus tipe 2 menyerang diam-diam—hanya satu dari 4-5 penyandang di Indonesia yang menyadari kondisinya. Artikel ini membahas patofisiologi resistansi insulin, kriteria diagnosis PERKENI, peran SGLT2 inhibitor dan GLP-1 receptor agonist dalam terapi terkini, serta kesenjangan akses pembiayaan JKN/BPJS terhadap golongan obat baru tersebut.
  • Empat Pembaruan Kunci Pedoman Malaria WHO 2026: Apa yang Berubah dan Apa Artinya bagi Indonesia
    WHO mengeluarkan pembaruan pedoman malaria pada September 2026, mencakup empat perubahan penting: pencegahan malaria pada ibu hamil dengan HIV, batas penggunaan primakuin dosis tunggal, formulasi baru artemether-lumefantrine untuk bayi <5 kg, serta peninjauan jadwal vaksin. Pembaruan ini relevan untuk Indonesia, khususnya Papua sebagai daerah berisiko tinggi.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

5 tanggapan

  1. Avatar kadek doi

    salut untuk gerakan siu ajak liu ini, konsepnya sederhana tapi dampaknya sangat luar biasa, semoga makin banyak yang mau berpartisipasi 🙂

  2. Avatar indobrad
    indobrad

    mantap! semoga konsisten. itu paling susah biasanya 😀

  3. Avatar Sugeng
    Sugeng

    Wah ada gerakan baru dari BBC nih, langsung cek ke TKP ah ➡

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  4. Avatar jarwadi

    apapun medianya yang penting jangan merasa lelah untuk berbagi, meskipun terkadang memang lelah beneran, hehehe

    long life bali blogger 🙂

    1. Avatar Cahya

      Pak Jarwadi, ya, saya kadang salut dengan teman-teman narablog yang masih punya energi ke sana-sini untuk berbagi di ruang publik yang sebenarnya walau juga sibuk dalam pekerjaannya sehari-hari :).

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca