Berbeda dari seri-seri sebelumnya, Quarter of Silence yang merupakan film ke-15 seri animasi Detective Conan (Case Closed), menggugah suasana yang lebih humanis. Sebelumnya, The Lost Ship in the Sky memberikan nuansa terorisme yang menonjol sebagai alur ceritanya dengan kehadiran para protagonis ternama, termasuk tokoh dari karya lainnya yaitu Kaito Kid. Dan sebelum itu lagi, Raven Chaser mungkin cukup menegangkan karena banyak aksi laganya mengingatkan saya pada seri Countdown to Heaven.
Ini lebih sedikit romantis dibandingkan film yang sebelumnya.
Quarter of Silence membawa lagi nuansa klasik intrik antar persona dan kejahatan umum yang memerlukan kerja kerasa tokoh kita, Edogawa Conan (Koudo Sinichi) untuk memecahkan kasus ini sekaligus menyelamatkan orang-orang yang terlibat di dalamnya.
Mengingat plot cerita yang cukup standar, saya suka bagaimana penempatan permulaan film ini yang langsung menuju skenario di mana ada banyak ledakan dan ketegangan. Dan memuat dua latar yang berbeda yang menjadi basis kisahnya kali ini.
Kisah kali dibuat dengan cukup rapi, bagi para penggemar komik Detective Conan tentu saja tidak akan kecewa menontonnya, meskipun tidak seseru dua seri sebelumnya – namun memberi sentuhan tersendiri.
Saya tidak bisa membocorkan jalan ceritanya, namun jika Anda ingin tahu, silakan membacanya di Wikipedia Cased Closed 15. Dan jangan lupa untuk cerita tambahan/penutupnya Tokyo Souvenir Capriccio.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
Leishmaniasis kutaneus dan PKDL adalah dua wajah dari infeksi parasit Leishmania yang ditularkan lalat pasir—jarang ditemukan di Indonesia, namun tetap relevan lewat kasus impor dari personel yang bertugas di kawasan endemik. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis banding dengan kusta, dan tata laksana berdasarkan panduan terbaru WHO SEARO
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Deva, memang pernah nonton yang mana saja? Kalau mau sih mungkin ada di pelbagai Otaku Shop daring, atau di Amazone Shop. Karena memang tidak masuk untuk beredar di Indonesia, kecuali mungkin jika di rental video fansubs di sekitar ada yang menyediakan, kalau di sekitar tempat saya ada penyewaannya. Jika ingin mengunduh, coba di situs yang menyediakan fansubs, misalnya BakaBT, hanya saja perlu koneksi Internet yang memadai.
Fad, ha ha…, yang ke-14 memang bagus ditonton sekali saja 🙂 – hmm…, lha dulu dapat “The Lost Ship in the Sky” di mana? Biasanya di tempat fansubs pasti ada ;).
Membaca review film Mas Cahya memang selalu menarik. Mantab cara mengulasnya. Jadi penasaran. Sayang sekali kuota flash saya lagi habis dan dicekik sehingga tak bisa nonton embed videonya 🙂
Tinggalkan Balasan