Berbeda dari seri-seri sebelumnya, Quarter of Silence yang merupakan film ke-15 seri animasi Detective Conan (Case Closed), menggugah suasana yang lebih humanis. Sebelumnya, The Lost Ship in the Sky memberikan nuansa terorisme yang menonjol sebagai alur ceritanya dengan kehadiran para protagonis ternama, termasuk tokoh dari karya lainnya yaitu Kaito Kid. Dan sebelum itu lagi, Raven Chaser mungkin cukup menegangkan karena banyak aksi laganya mengingatkan saya pada seri Countdown to Heaven.
Ini lebih sedikit romantis dibandingkan film yang sebelumnya.
Quarter of Silence membawa lagi nuansa klasik intrik antar persona dan kejahatan umum yang memerlukan kerja kerasa tokoh kita, Edogawa Conan (Koudo Sinichi) untuk memecahkan kasus ini sekaligus menyelamatkan orang-orang yang terlibat di dalamnya.
Mengingat plot cerita yang cukup standar, saya suka bagaimana penempatan permulaan film ini yang langsung menuju skenario di mana ada banyak ledakan dan ketegangan. Dan memuat dua latar yang berbeda yang menjadi basis kisahnya kali ini.
Kisah kali dibuat dengan cukup rapi, bagi para penggemar komik Detective Conan tentu saja tidak akan kecewa menontonnya, meskipun tidak seseru dua seri sebelumnya – namun memberi sentuhan tersendiri.
Saya tidak bisa membocorkan jalan ceritanya, namun jika Anda ingin tahu, silakan membacanya di Wikipedia Cased Closed 15. Dan jangan lupa untuk cerita tambahan/penutupnya Tokyo Souvenir Capriccio.
Anak cadel atau salah mengucapkan bunyi tertentu memang sering dianggap lucu dan akan hilang sendiri. Artikel ini mengulas gangguan artikulasi dan gangguan bunyi bicara pada anak: bedanya dengan keterlambatan bicara, seberapa sering terjadi, tanda yang perlu dicermati, dan terapi yang didukung bukti.
Artikel ini membahas simulasi Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) pada proses penandaan lokasi operasi dan time-out di ruang operasi. Ditemukan kelemahan dalam metodologi RPN, di mana dua skenario dengan skor berbeda dapat memberikan angka RPN yang sama. Penekanan perlu diberikan pada kegagalan dengan severitas tinggi meski RPNnya rendah.
Apa satu barang milik Anda yang sangat bernilai sentimental? There is a small, chipped ceramic turtle that has sat on my desk for as long as I can remember. Its shell is a faded, unnatural green, and one of its tiny legs broke off before I even knew how to speak. I have moved house… Read more: The Kite String of Memory
Yosef datang malam-malam membawa seekor kakap merah dan kabar bahwa ia berhenti sekolah. Raka belum mau menerima kabar itu, dan bapa Yosef menantangnya ikut melaut satu malam.
Celah kritis Oracle EBS mulai diintai, Chrome dan Firefox menambal puluhan celah, dan penipu menyamar jadi helpdesk IT di Teams. Cek dulu ini.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Deva, memang pernah nonton yang mana saja? Kalau mau sih mungkin ada di pelbagai Otaku Shop daring, atau di Amazone Shop. Karena memang tidak masuk untuk beredar di Indonesia, kecuali mungkin jika di rental video fansubs di sekitar ada yang menyediakan, kalau di sekitar tempat saya ada penyewaannya. Jika ingin mengunduh, coba di situs yang menyediakan fansubs, misalnya BakaBT, hanya saja perlu koneksi Internet yang memadai.
Fad, ha ha…, yang ke-14 memang bagus ditonton sekali saja 🙂 – hmm…, lha dulu dapat “The Lost Ship in the Sky” di mana? Biasanya di tempat fansubs pasti ada ;).
Membaca review film Mas Cahya memang selalu menarik. Mantab cara mengulasnya. Jadi penasaran. Sayang sekali kuota flash saya lagi habis dan dicekik sehingga tak bisa nonton embed videonya 🙂
Tinggalkan Balasan