Satu lagi produk gratis berkualitas tinggi dari avast! dirilis, kali ini avast! Free Mobile Security untuk ponsel cerdas dari kelas Android. Ini merupakan produk antivirus dan anti-theft (anti pencurian) berfitur penuh untuk ponsel Android. Namun perlu saya ingatkan di awal, bahwa produk ini masih dalam tahap BETA, dan produk penuhnya akan segera dirilis ke pasaran. Anda bisa menggunakannya, dan jika memiliki gagasan atau menemukan kekurangan, silakan memberikan masukan di forum avast!
Kinerjanya meliputi melindungi data pribadi dengan pemindaian virus secara otomatis dan memberikan peringatan jika mencoba mengakses alamat URL yang terinfeksi virus. Mencegah peretas (hacker) dengan menambahkan firewall (rooted phones). Mengontrol fitur anti-theft (anti-maling) dengan perintah SMS jarak jauh untuk: menghapus riwayat, mengunci telepon, mengaktifkan sirene, melacak GPS, memantau suara, dan banyak lagi peralatan yang bermanfaat.
Aplikasi ini dapat menyembunyikan dirinya sehingga pencuri akan kesulitan untuk menemukan dan mematikannya. Dan fitur anti-theft ini sudah banyak direkomendasikan sebelumnya.
Fitur-fitur avast! Free Mobile Security meliputi:
Antivirus
Privacy Report
SMS/Call Filtering
App Manager
Web Shield
Firewall
avast! Anti-Theft
App Disguiser (untuk menyamarkannya sebagai aplikasi lain)
Stealth Mode
Self-Protection
Battery Save
SIM-Card-Change Notification
Trusted SIM Cards List
Remote Feature
Untuk informasi lebih lengkap, silakan membaca di Android’s Market dan melihat detil masing-masing fitur yang ditawarkan.
Saya rasa ini adalah pilihan yang baik bagi pengguna ponsel Android untuk mengamankan ponsel mereka baik dari virus maupun pencurian. Sayangnya, saya tidak memiliki ponsel dengan sistem operasi Android untuk mencobanya.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
13 tanggapan
die
Kasian juga si Robot Hijau ini, sudah kecil, jalannya masih agak kaku, sekarang harus ditambah polisi agar aman.
Pengalaman membuktikan, pemasangan anti virus membuat Smart Phone menjadi sedikit lebih lamban khusunya bagi pengguna yang sering mematikan HP-nya dan kesan smart phone-nya jadi hilang. 😀
Mas Agung, kalau iPad 2 sih ndak perlu sampai segitu, di Indomaret saja bisa dapat antara empat sampai tujuh ratus ribu rupiah…, tapi dicicil dua belas kali :lol:.
Melihat begitu banyak Fitur-fitur yang diberikan Avast! terlebih free, ini adalah aplikasi yang wajib dimiliki oleh pengguna ponsel. Sayangnya, saya juga bukan pengguna Android, Mas. Saya pengguna Symbian Nokia dan BlackBerry. Boleh nanti saya planing untuk beli ponsel ke-4 saya, saya coba pakai Android. 😀
Kemarin ketika membaca sebuah majalah yang membahas mengenai anti-virus untuk ponsel Android, saya langsung memasang diponsel Samsung dengan Trend Micro Mobile Security-Personal Edition. Mungkin nanti pasang avast jika sudah rilis saja. 🙂
Tinggalkan Balasan