Bagi mereka yang menjadi penggemar Android, maka avast! membawa berita gembira. Avast saat ini telah membeli (mendapatkan) ITAgents, pengembang peranti lunak ponsel Theft Aware. Akuisisi terhadap pengembang dari Autralia ini memberikan kesempatan pada teknologi keamanan avast! untuk ditanamkan pada kecanggihan ponsel cerdas berbasis Android di masa kini.
Prinsip pengamanan ponsel cerdas tidak seperti mengamankan komputer klasik kita, karena komputer tidak seperti ponsel cerdas yang bisa tertinggal di restoran/warung ataupun jatuh dari saku karena di bawa ke mana-mana. Sehingga pengamanan ponsel cerdas dimulai dari mengamankan perangkat yang sesungguhnya dan konten yang menyertainya.
Pihak avast! tampaknya menyukai teknologi dan fitur-fitur yang ditanamkan ke dalam Theft Aware. Karena begitu Theft Aware dipasang, ia menjadi tersembunyi di dalam sistem. Demikian juga oleh karena teknik pemasangan Theft Aware pada sistem partisi, maka ia dapat selamat dari “hard reset” atau “factory reset” – yang biasanya menjadi hal pertama yang dilakukan pencuri untuk membersihkan ponsel cerdas sebelum dijual kembali.
Theft Aware 2.0 saat ini hanyalah sebuah batu lompatan awal. Banyak perubahan akan segera tiba, karena avast! telah membuat versi terbaru Theft Aware namun belum dirilis ke publik. Tampaknya dari isu akan ada versi tersendiri avast dan Theft Aware yang di-rebranding untuk Android akan dirilis ke publik pada kuartal ke empat tahun ini.
Jika Anda pengguna dan pemilik perangkat Android, Anda mungkin akan tertarik untuk menanti bagaimana produk ini akan dirilis ke publik nantinya.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
8 tanggapan
aming
android?? bisa jadi pilihan neh, tapi sekarang saya masih suka symbian aja mas….
Theft Aware ini lebih berfungsi untuk melindungi keamanan dari pencurian data saat ponsel dicuri, ya Mas? Ini nantinya gratis apa jadi berbayar? Karena kalau di Symbian kebanyakan berbayar aplikasi semacam ini.
Pak Joko, ya nanti Theft Aware selain membawa fiturnya saat ini (pengamanan data dan ponsel), juga menambahkan kemampuan avast! sebagai antimalware. Kemungkinan sih akan jadi produk berbayar, namun belum ada pernyataan resmi tentang itu.
belakangan android sudah mulai ditemukan banyak malware, termasuk virus, kayaknya yang agak repot yang spec perangkat android nya pas pasan, kalau diinstall antivirus dan anti malware akan tambah lemot 🙂
Saya bukan pengguna Android, namun saya rasa ini menarik. Linux selalu mampu menutup celah keamanan dengan cepat karena dukungan komunitas, bahkan avast-pun tidak begitu menyarankan perlunya produk AV pada Linux. Namun Android yang (dalam catatan) “melarikan” Linux menjadi OS-nya, entah kenapa menjadi begitu rawan. Bahkan Chromebook (notebook berbasis Google Chrome OS) sepertinya juga memiliki banyak masalah.
pada dasarnya,android memakai kernel linux lawas,yang memang dari sononya ada celah keamanan,ditambah google menyerahkan update langsung pada vendor,sehingga tanpa da keseragaman,bahkan sebagian gak mendapat update
Tinggalkan Balasan