Sebelum melangkah lebih jauh, saya harus ingatkan bahwa ini bukan tentang jual beli (transaksi) anak anjing. Beberapa waktu yang lalu, ada seekor anjing liar kelaparan yang datang menangis di pintu gerbang, karena kasihan dan diberi makan, akhirnya dia tidak mau pergi. Ternyata anjing ini hamil, dan kemudian melahirkan di rumah.
Singkat cerita, tiga ekor anaknya yang mungil lahir di bawah hujan dan kilat sekitar dua hari yang lalu, anaknya yang keempat ditemukan mati.
Mereka bahkan belum bisa membuka matanya.
Mereka yang tertidur pulas, bertumpuk satu sama lainnya.
Meskipun mereka lucu, namun induknya tidak demikian. Sejak memiliki bayi, induknya menjadi lebih galak dan agresif, padahal biasanya si induk cukup tenang dan penurut.
Kemarin sore, saat saya berjalan tenang, entah kenapa tiba-tiba sudah ada taring yang menancap di betis kaki kanan saya dari belakang. Terkejut, saya pun melihat beberapa luka kecil dan gores – karena refleks menarik kaki saya juga. Sementara si induk anjing sudah melenggang pergi, seolah semuanya tenang saja.
Saya segera mencuci luka itu dengan air yang banyak dan sabun antiseptik secara teliti. Setelah memberikan larutan povidone iodine (betadine), saya pergi ke UGD Rumah Sakit Sanjiwani – RSUD di daerah kami untuk mendapatkan VAR (vaksin anti rabies). Karena paparan saya termasuk kategori dua, jadi VAR sebagai profilaksis sudah akan cukup.
Ah, harganya tiga ekor anak anjing, sedikit lecet di kaku dan dua suntikan di masing-masing otot deltoid. Yah, apa boleh buatlah, tapi lumayan – semua lukanya masih agak terasa sampai sekarang, jadi membuat mood beraktivitas menurun.
Pedoman triase tiga warna di sebuah IGD dikonversi ke CTAS lima level agar selaras dengan modul Pelayanan IGD SATUSEHAT yang meminta kode LOINC 75910-0. Artikel ini menjelaskan proses penyusunan, diagram alir, cara memakai alat triase interaktif, batas adaptasi lokal, dan status draf yang masih menunggu telaah sejawat.
Aturan stablecoin OJK ditargetkan Januari 2027, BYD bocorkan desain robot humanoid, dan Nobel Kedokteran 2026 untuk optogenetika. Refleksi pekan 5–11 Oktober.
Neuritis optik adalah radang saraf penglihatan yang membuat satu mata buram mendadak dan nyeri saat digerakkan. Kenali gejala, pemeriksaan MRI, terapi steroid, hubungannya dengan multipel sklerosis, dan kapan harus segera ke dokter.
Disartria adalah gangguan motorik bicara akibat kelemahan otot yang memengaruhi pelafalan, sering terjadi pasca-stroke dan pada pasien Parkinson serta ALS. Terdapat tujuh subtipe disartria yang memiliki penyebab dan karakteristik berbeda. Penanganan terapi wicara masih terbatas di Indonesia, terutama di daerah dengan prevalensi stroke tinggi.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
wow, belum pernah saya digigit anjing 😀 (semoga tidak akan pernah!) kalau dicakar dan di gigit sama kucing sih biasa! tapi tidak sampai separah bli 😀 … hanya sekedar baret saja 😀
sepertinya sih memang begitu, jika sudah niat menyerang, manusia bisa dicabik cabik seperti sesosok guling yang menggemaskan.. namanya juga anjing liar, terlambat pula memberinya kursus kepribadian [lagi] 😀
Tinggalkan Balasan