A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Saya selalu tertawa jika memainkan Angry Birds (kita bisa memainkannya dengan gratis via Google Chrome), karena itu saya tidak suka memainkannya terlalu lama. Namun saat melihat iklan peluncuran Angry Birds Space yang akan resmi dapat diunduh pada tanggal 22 Maret mendatang, saya rasa saya bisa tertawa dan sekaligus penasaran pada saat yang bersamaan.

Jika dulu Angry Birds hanya membawa gravitasi – teori yang dikemukakan oleh Issac Newton, hanya di permukaan bumi, kini mereka membawanya ke luar angkasa dengan membawa konsep gaya-gaya yang berlaku di luar angkasa sana. Ini mengingatkan saya pada pelajaran fisika dasar yang selalu menarik di bangku sekolah, hanya saja dengan tampilan yang lebih unik.

Saya tidak menyangka jika Rovio menggandeng NASA dalam mempromosikan permainan ini. Mungkin ini sebuah permainan komputer pertama yang dipromosikan dari stasiun luar angkasa dalam sejarah kita.

Angry Birds SpaceBahkan dengan kostum para burung pemarah yang mengingatkan saya pada era film Star Wars dan Star Trek, pastilah akan menarik minat anak-anak untuk setidak ingin tahu lebih banyak tentang angkasa luar. Namun karena bersifat lebih banyak hiburan daripada edukatif, ya saya juga tidak tahu akan seberapa banyak dampaknya.

Namun nampaknya NASA tertarik untuk menanamkan kecintaan para generasi muda belajar lebih banyak tentang angkasa luar.

Anda tertarik? Mungkin harus bersabar menunggu beberapa pekan lagi. Dan bagi pengguna Teluk Para Perompak mungkin harus lebih bersabar lagi.

Bagi para pecinta Angry Birds, saya ucapkan, selamat datang di luar angkasa! Jangan lupa periksa perlengkapan keamanan Anda sebelum menjelajah lebih jauh.

Artikel Baru Terbit

  • Kaki Gajah yang Tak Sekadar Bengkak: Mengurai Filariasis Limfatik dari Cacing hingga Perawatan Diri
    Filariasis limfatik atau kaki gajah bukan sekadar bengkak biasa, melainkan hasil kerusakan sistem getah bening bertahun-tahun akibat cacing yang ditularkan nyamuk. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis, manajemen limfedema tujuh tahap, dan tantangan unik Indonesia sebagai satu-satunya negara dengan tiga spesies cacing filaria sekaligus.
  • Debu, Bor, dan Bangsal Pasien: Mengelola Risiko Infeksi Selama Konstruksi Rumah Sakit
    Setiap kali rumah sakit direnovasi, debu konstruksi membawa risiko infeksi jamur yang bisa mengancam nyawa pasien imunokompromais. Artikel ini mengulas metode ICRA—dari matriks klasik hingga pembaruan ASHE ICRA 2.0—bukti ilmiah di balik aspergilosis terkait konstruksi, kedudukannya dalam regulasi Indonesia, serta praktik terbaik yang seharusnya diterapkan setiap fasilitas kesehatan.
  • Kenapa Pindah ke Linux Terasa Sulit di Awal? (dan Siapa yang Justru Cepat Beradaptasi)
    Perpindahan ke Linux sering kali menimbulkan “kejutan budaya” bagi pengguna baru yang terbiasa dengan Windows atau macOS. Tantangan meliputi manajemen paket yang asing, ketersediaan software, masalah driver, penggunaan command line, dan pilihan distro. Adaptasi lebih mudah bagi developer, power user, dan gamer, sementara pengguna awam mungkin kesulitan. Kesiapan mental dan pemilihan distro yang tepat sangat penting untuk transisi yang baik.
  • Ketika Amarah Pasien Berubah Jadi Ruang Belajar: Menata Keluhan sebagai Bagian dari Mutu Layanan Kesehatan
    Keluhan pasien bukan ancaman, melainkan peluang mutu. Artikel ini mengulas asal-usul kerangka L.E.A.S.T dan L.A.T.T.E dari ilmu manajemen jasa, bukti bahwa pelatihan komunikasi saja tak cukup mengatasi hambatan sistemik dan burnout staf, serta bagaimana hak mengadu pasien dalam UU 17/2023 perlu diimbangi sistem pendukung di faskes Indonesia.
  • Apakah Rumah Sakit Wajib Melakukan Penetration Test? Menelusuri Dasar Hukumnya
    Tidak ada pasal tunggal yang mewajibkan pentest bagi rumah sakit di Indonesia — tetapi UU PDP, kategorisasi risiko sistem elektronik, status Infrastruktur Informasi Vital, dan ekspektasi akreditasi bersama-sama menciptakan kewajiban de facto yang sulit dihindari. Artikel ini memetakan empat jalur regulasi tersebut dan memberi rekomendasi realistis sesuai skala fasilitas.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

13 tanggapan

  1. Avatar Tebak Ini Siapa!

    Wah asik banget tuh. Aku baru main yang seasons, rio, tapi malah dah bosen wkwk~

    1. Avatar Cahya

      He he…, ndak semua orang memang bisa menemukan keasyikan di dalamnya. Kan kesukaan masing-masing itu berbeda.

  2. Avatar tomi

    saya main aja baru angry birds sama rio mas 😀
    lainnya kayak halloween, season 2 blm pernah 😀

    1. Avatar Cahya

      Berarti kita sama Mas Tomi :).

  3. Avatar Fad
    Fad

    ada juga game yang hampir sama dengan ini PeeMonkey…
    angrybird makin naik level membutuhkan taktik dan kejelian.. good.. good…

  4. Avatar ladeva
    ladeva

    Udah, main congklak aja Cahya, ndak pake listrik :p

    1. Avatar Cahya

      Ha ha…, itu kan mesti ramai-ramai :).

      1. Avatar ladeva
        ladeva

        Cuma butuh 2 orang tau. Masih belum masuk kategori ramai-ramai hehehe…

      2. Avatar Cahya

        Ho ho…, I am a single player :).

  5. Avatar die

    Saya selalu kalah dengan putri-putri saya kalau main game ini.  

    1. Avatar Cahya

      Sepertinya insting anak-anak malah lebih tajam untuk hal-hal seperti ini secara umum :).

  6. Avatar gadgetboi

    eneg saya main angry bird 😀 …

    1. Avatar Cahya

      Ha ha…, saya jadi berpikir, seberapa ya dosis Mas Rangga main Angry Birds sampai eneg… :D.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca