Saya memiliki sejumlah kecil koleksi buku, meskipun saya gemar mengumpulkan buku-buku menarik, namun karena keterbatasan anggaran, saya berusaha menahan diri agar tidak mengunjungi toko buku – sehingga dompet tidak bocor di sana. Sekali menemukan buku menarik, biasanya saya tidak tahan untuk tidak membelinya – terlepas dari apakah buku tersebut nantinya dibaca atau hanya memenuhi rak dan lemari buku.
Namun ada saja buku yang saya dapatkan dari pemberian para sahabat, entahlah, mungkin karena buku adalah hadiah terbaik yang bisa diterima seseorang selain iPad atau Lamborghini tentunya. Ha ha…, pastinya tidak akan ada yang memberikan iPad pada saya karena tahu saya pecinta open source, pun tak akan ada yang memberikan Lamborghini, karena saya suka ngebut di jalanan.
Sebelum meninggalkan Jogja, Nandini memberikan saya sebuah buku. Dan ketika sedang luka-luka berdarah beberapa hari yang lalu, Pak Pos menghubungi saya untuk sebuah kiriman buku yang terpaksa saya alihkan alamat pengirimannya – karena saya tidak tega membuat Pak Pos melewati “neraka dunia” untuk sampai ke lokasi saya menyepi saat ini. Pun saya mendapatkan sebuah buku dari Ladeva.
Beberapa koleksi buku mengisi jajaran rak bacaan – semuanya mengantre untuk dibaca atau setidaknya disentuh saat waktu luang pemiliknya tiba.
Saya sama sekali tidak bisa membaca banyak buku, bahkan novel “The Name of the Rose” yang saya sukai belum selesai saya baca sejak lima tahun yang lalu, bayangkan saja buku lainnya yang masih mengantre untuk dinikmati bersama suguhan teh hangat dengan kepulannya yang menentramkan.
Akan ada waktunya untuk membaca semua itu, namun mungkin tidak saat ini. Masih ada segunung kesibukan yang bahkan membuat saya menghela napas berkali-kali – bahkan – untuk memandangnya saja.
Pun demikian kadang malah ada saja tambahan potensi kesibukan yang bisa datang tiba-tiba, jika demikian – sambut saja dengan senyum.
Lagi asyik ngerjain terjemahan dokumentasi SUSE Linux, ada SMS masuk diminta jadi juri lomba blog. Kuminta saja… fb.me/RPdXGC4F
Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan